1.026 views

Penyebab Kematian Tua Siregar Warga Sibito-Aek Natas Labura Masih Dipertanyakan ?

LABURA-LH: Penyebab kematian Almarhum Tua Siregar (TS) Warga Dusun III Kampung Baru, Desa Sibito, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) masih dipertanyakan. TS diketahui meninggal dunia beberapa saat setelah menyenggol Anak Kecil (Pria 3Tahun) di Jalan Lintas Tapanuli tepatnya di Dusun II Untemungkur, Desa Sibito, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labura, Provinsi Sumatera Utara (Senin, 12/10/2020-Red).

TS merupakan Pedagang Antar-Kampung (Paralong-Along) yang hampir setiap hari melewati daerah ini untuk kepentingan dagangannya berupa Hasil Pertanian yang dibeli dari Daerah Tapanuli Utara dan dijual ke Kampung Pajak, Kecamatan Na: IX-X Kabupaten Labura.

Untuk memastikan kematian TS, Warga bersama Kadus dan Kades Setempat membawa TS ke Puskesmas Simonis. Pihak Puskesmas menyatakan bahwa TS memang sudah meninggal dunia. Hal ini juga terkonfirmasi melalui Telepon Selular salah satu Pegawai Puskesmas Simonis Bidan Uli. “ Begini ceritanya Pak, waktu datang ke Puskesmas sekitar Pukul 14.00 WIB (Senin, 12/10/2020-Red) yang membawa meminta kami memastikan apakah masih hidup atau sudah meninggal. Jadi, kami sudah pastikan Dia (TS-Red) sampai ke sini sudah meninggal Pak “ pungkas Bidan Uli kepada LH (Selasa, 13/10/2020-Red).

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun LH, bahwa kejadian ini berawal ketika Alamarhum (TS) melintas di Kampung Dusun II Untemungkur dengan menggunakan Sepeda Motor dimana Keranjang yang berada di Sepeda Motornya menyenggol Anak Kecil (3Tahun). Akibatnya, Anak tersebut mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan menurut informasi terkini Anak tersebut sudah dipersilahkan Pihak RS untuk dibawa pulang.

Sementara saat kejadian, Sepeda Motor TS juga terjatuh setelah menyenggol Sang Anak Kecil itu. Namun, TS masih bisa langsung berdiri dan berjalan.

Melihat kejadian ini, spontan Massa yang sedang berkumpul karena kebetulan ada acara pernikahan di Kampung itu, berhamburan mendekati Almarhun(TS). Pada saat ini lah, diduga terjadi penganiayaan terhadap TS. “ Almarhum turun dari Keretanya (Sepeda Motor-Red)berjalan menuju Rumah Orang Tua Korban (Anak Kecil), kemungkinan ingin meminta maaf. Namun, saya tidak tau persis lagi apa yang terjadi karena sudah banyak orang yang mengelilinginya. Tak berapa lama Almarhum dibawa oleh Salah Satu Warga naik Kereta (Sepeda Motor-Red) arah ke uluh, mungkin untuk mengamankannya. Tak berapa lama, kami dengar kabar Almarhum sudah dibawa ke Puskesmas Simonis. Kabar terakhir kami dengar Almarhum sudah meninggal “ ungkap Seorang Warga Sibito yang meminta dirahasiakan identitasnya.

Informasi lainnya terkait Peristiwa ini didapatkan dari Hasan Basri Pasaribu yang juga Warga Dusun II Untemungkur Desa Sibito yang dihubungi melalui Telepon Selularnya (Selasa, 13/10/2020-Red). Basri menjelaskan “ saat kejadian kemarin, kebetulan ada acara Akad Nikah (Perkawinan) di Kampung ini (Untemungkur-Red). Kebetulan Kami Pihak Mempelai Laki-laki dan Orang Tua Anak Kecil yang Korban kesenggol Almarhum Tua Siregar adalah Orang Tua Pihak Mempelai Perempuan (Ipin Sipahutar). Pada saat Mertua Ipin hendak pulang ke Kampungnya di Simartolu, tiba-tiba lewatlah Almarhum itu naik Honda (Sepeda Motor-Red) memakai keranjang arah Tapanuli. Kena senggol lah anak kecil itu, kena keranjang Hondanya. Menurut cerita yang saya dapatkan, langsung lah orang-orang yang ada disekitar itu berkumpul ingin tau apa yang sedang terjadi. Mungkin, karena Almarhum Tua Siregar itu ketakutan, lari lah dia. Kemudian datanglah Sepupu Ipin, dilarikan lah Almarhum (TS) itu ke arah seberang dimana ada warung di sana untuk mengamankannya. Datang Kepala Lorong (Kadus-Red) Untemungkur kemudian disusul ke sana (Warung-Red). Bahkan, kebetulan Kepala Lorong Kampungbaru (Kadus dari TS-Red) juga ada di sini dan langsung turut menyusul ke Warung itu. Memang, ada yang menyampaikan bahwa Almarhum (TS) sempat ditampar Ipin (Orang Tua dari Anak yang kesenggol). Tiba-tiba kami dengar informasi bahwa TS sudah meninggal dunia. Sehingga Saya sarankan agar dibawa ke Puskesmas karena hanya dokter yang bisa memastikan kepatian kematian seseorang “ ujar Hasan Basri Pasaribu yang juga Anggota DPRD Labura dari PKS itu sambil menjelaskan bahwa dirinya tidak menyaksikan langsung pada saat kejadian dan hanya mendapat cerita dari orang-orang di TKP beberapa saat setelah kejadian (Selasa, 13/10/2020-Red).

Ketika dipertanyakan apakah Basri sudah mengkonfirmasi cerita tentang adanya Penamparan yang dilakukan Ipin kepada Alamarhum TS ? “ Setelah tadi malam Ipin pulang dari RS Rantauprapat mendampingi Anaknya yang kena senggol, kemudian Saya tanya Ipin, beliau mengakui memang menampar Almarhum karena emosi setelah melihat anaknya yang kena senggol berlumuran darah. ‘Memang sudah gak bisa kukendalikan emosiku Bang karena melihat anakku berlumuran darah’ kata Ipin “ pungkas Basri menirukan pengakuan Ipin.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kapolsek Aek Natas AKP Parluhutan Panjaitan membenarkan adanya Warga Desa Sibito Kecamatan Aek Natas yang meninggal dunia. Namun, karena informasi yang masuk adalah akibat Laka maka yang turun ke TKP adalah Unit Laka. “ Karena informasinya Lakalantas, maka berangkatlah kemarin dari Unit Laka ke sana. Sekalian lah ke rumah duka untuk mengecek luka-lukanya. Ya yang namanya kecalakaan kan harus orang Laka “ ujar AKP Parluhutan Panjaitan melalui Telepon Selularnya (Selasa, 13/10/2020-Red).

Terkait dugaan adanya indikasi penganiayaan terhadap Almarhum (TS) sebelum meninggal, Kapolsek Aek Natas itu mengatakan belum mendapatkan laporan tentang hal itu. “ Kalau meninggal, meninggal memang. Tetapi sampai hari ini belum tau kita. Ini kan laka lantas, makanya yang menangani orang lantas “ kata Parluhutan Panjaitan. (Afdillah/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *