886 views

Jutaan Batang Rokok Luffman Diduga Ilegal Bernilai Rp 5 Milyar Bersama 2 Orang Diamankan Pol Air Polda Riau

PEKANBARU-LH: Lagi-lagi, Sindikasi Internasional Perdagangan Rokok Non-Cukai (Ilegal) ditangkap dan diamankan oleh Pihak Aparat Penegak Hukum (APH). Pada Hari Sabtu, (04/07/2020-Red) Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Riau berhasil menggagal perdagangan ilegal ini dengan menangkap 2 Unit Speedboat dan 2 Orang ABK-nya di Perairan Kuala Selat, Sungai Dendan, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Sebanyak 1.100-an Dus Rokok Luffman Ilegal bernilai Milyaran Rupiah berhasil diamankan oleh Pihak Pol Air Palda Riau.

Kejadian ini dibenarkan oleh Pihak Polda Riau lewat Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto. ” Rokok yang diamankan tanpa cukai. Negera dirugikan Rp 4,9 miliar ” pungkas Sunarto (Selasa, 07/07/2020-Red).

Masih menurut keterangan dari Pihak Ditpolairud Polda, bahwa penangkapan ini berawal dari adanya informasi yang diterima oleh Pol Air bahwa ada dugaan akan terjadi kegiatan penyelundupan rokok dari Kepulauan Riau (Kepri), dengan tujuan Sungai Dendan, Kabupaten Inhil. Atas informasi ini, Tim Offensiv Ditpolairud Polda Riau yang dipimpin oleh Kompol Syamsuddin dengan menggunakan Sarana Tactical Ship 03 dan melaksanakan Patroli disekitar perairan Kuala Selat. Sekitar pukul 14.00 WIB (Sabtu, 04/07/2020-Red), Tim Offensif mendapati Satu Unit Kapal sedang bersandar di dalam Sungai Dendan.

Selanjutnya, Tim Offensiv melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut, dan petugas mendapati sebanyak 1100 Kotak Rokok Merk Luffman Tanpa Pita Cukai yang disimpan dibalik Kelapa untuk mengelabui Petugas. Akhirnya, dilakukan penangkapan terhada 2 Orang ABK dan Barang Buktinya diamankan. ” Dari pemeriksaan Kapal itu, Kita menangkap 2 Orang Tersangka, masing-masing berinisial JK dan IH yang mengaku sebagai penjaga kapal ” ujar Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Badaruddin yang didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, dan Kasubdit Gakum Ditpolairud Polda Riau, AKBP Wawan Setyawan pada acara Ekspos di Kantor Polairud Polda Riau (07/07/2020-Red).

Masih menurut Kombes Pol Badaruddin, bahwa 1.100-an Kotak Rokok tersebut diduga berasal dari Luar Negeri sebab disemua label Rokok tersebut Berbahasa Asing alias tidak ada Bahasa Indonesia. Atas perilaku Sidikat Internasional ini, Negara diperkirakan dirugikan mencapai Rp 5 Milyar. “Jika dikalkulasikan 1062 kotak rokok Luffman itu. Satu kotak berisi 50 Slop X 10 Bungkus Per Satu Slop itu menjadi 531.000 Bungkus. Kemudian dikalikan 20 Batang Per Satu Bungkus menjadi 10.620.000 Batang, X Rp 470. Itu hasilnya hampir Lima Milyar. Untuk Pemilik sedang kita cari, Identitasnya juga sudah kita kantongi ” jelas Kombes Badaruddin.

Sebagaimana sudah berkali-kali diberitakan LH, bahwa Sindikat Perdagangan Rokok Ilegal ini sudah cukup lama beraksi. Sudah sering dilakukan penangkapan bahkan sudah banyak yang berhasil disidangkan dan di Vonis di Pengadilan. Baik itu hasil tangkapan Pihak Pol Airud, Pihak Bea Cukai, Pihak Baharkam, Pihak Bakamla, dan Pihak APH lainnya, namun tetap saja Perdagangan Ilegal ini marak. Sindikat ini bukanlah sindikat kecil dan lokal, tetapi ini merupakan Sindikat Internasional dan berskala besar.

Contoh, bahwa hasil tangkapan yang baru saja dilakukan oleh Ditpolairud Polda Riau ini, menurut informasi yang dapat dipercaya berasal dari Negara Vietnam melalui Rute Malasya. ” Para Sindikat ini, melakukan transaksi internasional di OPL yang berada di Laut Bebas. Kemudian, barulah dibawa ke tujuan masing-masing, termasuk yang baru saja berhasil ditangkap oleh Pol Airud Polda Riau ini. Mengingat Profesionalnya sindikat ini, tidak jarang kalau dalam keadaan kepepet, mereka mengorbankan sebagian untuk meyelamat bahagian lain yang biasanya lebih besar. Misalnya bawa 6 Unit Speedboat yang berisi Barang Ilegal ini, dikorbankan 2 diselamatkan Empat ” demikian keterangan dari Narasumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa Pihak APH Wilayah yang dilalui khususnya PiHAK Bea Cukai Kepri kecolongan dengan sindikat ini ? (Bagus/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.