423 views

Diduga Proyek PSDA Provinsi Sumsel Timbulkan Banyak Masalah

MUSIRAWAS-LH: Memasuki Akhir Pertengahan Bulan Mei, proyek dengan kode pengerjaan kontruksi rehab. DI. Air 1 sebesar Rp 9 M di lokasi Sungai Layang Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan semakin runyam, baik dari segi administrasi maupun dari segi fisik. Hal ini terungkap ketika awak media LH melakukan peliputan ke lokasi pembangunan proyek tersebut (Selasa, 12/05/2020-Res).

Terlihat dilokasi, segi fisik bangunan rehab berat Siring tersebut diduga dilakukan dengan seadanya saja. Di beberapa titik sudah ada yang ambrol dan menurut warga setempat pergantian alat-alat pintu air hanya dilakukan pengecatan saja dan beberapa saja yang dilakukan pembelian alat baru. ” Ini hanya di cat saja, ini hanya ganti alat untuk mutar” ujar Warga Setempat Abom (30 Tahun) yang kesehariannya selalu di lokasi pembuatan rehab Siring tersebut sambil menunjuk beberapa item pembelian yang dilakukan Pihak Kontraktor (12/05/2020-Red).

Terlihat dilokasi diduga tidak memenuhi standar SNI layaknya sebuah proyek, diduga banyak item-item yang tidak terlaksana. Salah satunya, pemadatan dan penimbunan di tanah kiri bangunan jalan tidak terlaksana, penanaman tanaman keras di saluran induk siring juga tidak terlaksana, pemadatan dan perapian timbunan juga tidak terlihat, galian manual menurut tukang juga tidak yang ada hanya galian menggunakan excavator .

” Semua yang Kami kerjakan sudah menurut anjuran pengawas dengan adukan dua angkong satu sama semen” ujar Seseorang yang mengaku pekerja proyek itu merujuk kepada adukan semen.

Ketika ditanya tentang kebenaran informasiahwa pihak kontraktor menunggak pembayaran upah tukang yang jugabersangkutan juga membenarkan. ” Uang Saya sekitar empat jutaan yang belum di bayar oleh pihak kontraktor begitupun kawan yang lain yakni Yatmin dan anggota tukang yang lain ” terang Yar (60Tahun).

Kemudian ditempat terpisah, menurut Indarmansyah(40 Tahun) juga mengatakan ” Iya masih ada tunggakan di masalah pendanaan , dengan saya saja ada 10 jutaan termasuk juga dengan tukang-tukang yang lain. Biasa selama ini kami berhubungan dengan orang PUCK saudara Misri(55 Tahun) yang melakukan pembayaran tapi sampai sekarang Misri tidak pernah lagi ke sini kalau ditelepon pun sudah tidak aktip ” ujar In panggilan akrabnya.

Mengetahui hal ini, Sancik (40 Tahun) selaku Aktivis di Kabupaten Musi Rawas sangat geram dan menghujat tindakan tidak terpuji yang dilakukan Pihak Kontraktor. ” Kami sebagai elemen masyarakat akan mengambil tindakan dan pelaporan atas ketidak berpihakan kontraktor terhadap bangunan rehab kontruksi Siring di sungai layang. Kami akan melayangkan pelaporan ke pihak terkait mengenai hal ini, mengingat begitu besar anggaran untuk pengerjaan kontruksi. DI. Air deras 1. sebesar Rp 9 M ” pungkasnya dengan nada tinggi.

Ketika hal ini dikonfirmasi¬† ke Kabid Pengairan Kabupaten Musi Rawas dengan pertanyaan sejauh mana pengawasan terhadap Proyek dari Provinsi Sumsel itu dilakukan b? Yang bersangkutan menjawab ” kalo pengawasan kami ada pak, tapi hanya pengawasan untuk masuk lebih jauh bahkan untuk RAB nya saja kami tidak mengetahui ” ungkapnya. (Epran/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.