472 views

GUS Hilman Wajdi Bin KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia Kecelakaan Di Tol Pandaan-Malang KM 62-64

SURABAYA-LH: INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROZIUUN; Seluruh Kaum Nadhiyiin khususnya dan Masyarkat Indonesia pada umumnya kembali kehilangan putra terbaiknya. Putra Ke-3 Mantan Ketua Umum PBNU Almarhum KH Hasyim Muzadi yaitu Gus Hilman Wajdi meninggal dunia setelah kecelakaan di Tol Pandaan-Malang di KM 62-64 (Rabu, Pukul 03.00 WIB, 18/12/2019-Red). Mobil Innova yang dinaiki Gus Hilman dengan Nopol N 1261 menabrak sebuah truk bernopol BK 8006 DV.

Sedangkan pengemudi Supirnya, Moh Izza Arroziq (22), warga Jalan Imam Bonjol Desa Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar mengalami luka.”Untuk korban luka dan meninggal dunia dalam kecelakaan ini langsung dievakuasi ke RS Medika Lawang,” jelas Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Bayu Halim N kepada para awak media (18/12/2019-Red).

Menurut AKP Bayu, bahwa dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, kronologi kecelakaan bermula saat Innova yang membawa KH Hilman Wajdi warga Cengger Ayam No. 25, Desa Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini berjalan dari arah Pandaan ke arah Malang. Saat itu, kendaraan melaju di lajur lambat dengan kecepatan tinggi. Saat mobil korban mendahului kendaraan lain yang berjalan di lajur cepat, pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya. “Diduga lantaran karena kurang menjaga jarak, sehingga korban menabrak dari belakang kendaraan truk yang berjalan searah,” punkas Kasat Lantas Polres Pasuruan itu.

Sementara itu, pengemudi truk bernama Pujiarno (43), warga Dusun Pendowolimo, Desa Binangun, Kabupaten Lamongan. Tabrakan itu mengakibatkan Innova yang dinaiki Gus Hilman mengalami kerusakan cukup parah terutama pada bodi samping kiri dan samping belakang serta kaca depan pecah. Sementara truk mengalami kerusakan pada bak belakang pojok kanan.

H Hilman Wajdi atau yang biasa disapa dengan Gus Hilman dimakamkan di areal Pondok Al Hikam, Kota Malang. Gus Hilman merupakan penerus Pondok Pesantren Al Hikam yang saat ini ada dua, yaitu di Jalan Cengger Ayam, Kota Malang, dan di Kota Depok, Jawa Barat. Dua Ponpes ini menampung mahasiswa sebagai santrin, baik mahasiswa yang kuliah di luar pondok maupun mahasiswa yang menempuh studi di Al Hikam. Ponpes Al Hikam di Kota Malang dilengkapi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), sementara Al-Hikam di Kota Depok memiliki lembaga Kulliyatul Quran. (Bambang NH/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.