431 views

Heboh, Gedung DPR RI Terkena Sasaran Tembak Atau Sengaja Ditembak ?

JAKARTA-LH: Lagi-lagi terjadi Peristiwa peluru nyasar pada Senin (15/10/2018-Red) di gedung DPR RI pukul 14.30 WIB. Tembakan tersebut kemudian bersarang di lantai 13 di ruang 1313 yang ditempati anggota Komisi III Fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama dan di lantai 17 di ruang 1201 milik anggota Komisi III DPR Partai Gerindra Wenny Warouw.

Pada Rabu (17/10/2018-Red), bekas dugaan penembakan peluru salah sasaran kembali ditemukan pada dua lokasi, yaitu di ruangan anggota Fraksi Partai Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya dan anggota Fraksi PAN Totok Daryanto. Ruangan Vivi berada lantai 10 nomor 1008 dan ruangan Totok berada di lantai 20 nomor 2003.

Polisi telah menetapkan dua orang menjadi tersangka kasus dugaan peluru nyasar ke gedung DPR RI. Dua tersangka itu adalah pegawai negeri sipil (PNS) di sebuah kementerian.

“Tersangka berinisial IAW (32) dan RMY (34),” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, (Selasa, 16/10/2018-Red).

Menurut Nico, kedua tersangka melakukan aksi penembakan tersebut bukan karena faktor kesengajaan. Mereka sedang melakukan latihan tembak di Lapangan Tembak Senayan yang lokasinya berdekatan dengan gedung DPR RI.
“Jadi, kami menepis bahwa kejadian ini ada unsur kesengajaan,” ucapnya

Dari kedua tersangka, polisi menyita dua buah pucuk senjata api jenis Glock 17 dan Akai Custom dengan kaliber 40 mm. Senjata tersebut, menurut Nico, adalah jenis senjata yang diperuntukkan olahraga.

Wenny Warouw, yang ruangannya ditembus peluru para tersangka, menduga adanya kejanggalan dari peristiwa ini. Ia mengaku telah mengecek langsung ke lokasi Lapangan Tembak Senayan sehari setelah kejadian.

“Dari lapangan tembak reaksi, itu nggak kelihatan sama sekali. Ada tanggul kira-kira dua meter, ada lagi seng baja lima meter, baru ada pohon-pohon, kok peluru bisa tembus?” kata Wenny Warouw, Rabu (17/10/2018-Red).

Kecurigaan Wenny bertambah saat mengetahui pelaku penembakan adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurutnya, aneh jika seorang PNS berlatih menembak pada saat jam kerja.
“Kalian sekarang ini pergi dong ke Menteri Perhubungan, tanya itu kok jam kerja latihan nembak? Gitu loh, dan mereka punya sertifikasi Perbakin, kenapa bilang bukan Perbakin?” ujarnya.

Anggota Komisi III tersebut meminta penyidik untuk melakukan uji balistik di lapangan dan tidak dilakukan di ruangan rekonstruksi. Selain itu, ia juga meminta untuk memeriksa para pelaku dari mana keduanya berasal.

Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, juga memandang ada hal yang tidak masuk akal dari penembakan gedung DPR dengan analisis polisi terkait peluru nyasar dari Lapangan Tembak Senayan. Menurutnya, ada sekitar lima ruangan tempat peluru-peluru tersebut ditembakkan dan bersarang.

Ia bertanya-tanya, apakah masuk akal dikatakan sebagai peluruh nyasar. Dan, apakah mungkin peluru menyasar hingga sejauh 400 meter dari lokasi penembakan.

Persoalannya, menurut Didi, peluru yang nyasar tersebut mengarah ke atas gedung tinggi di lima ruangan di DPR. “Patut kita curiga memang tembakan itu dengan sengaja dan penuh kesadaran telah diarahkan dan dibidik. Kalaupun benar nyasar karena orang latihan menembak, paling beberapa meter nyasarnya,” kata Didi.

Sebab, kata Didi, jarak 10 meter peluru salah sasaran dari titik bidikan saja, tentu sudah terlalu jauh melesetnya, apalagi 400 meter. “Sekali lagi masuk akalkah nyasar 400 meter ke banyak tempat ruangan?” katanya heran.

Didi merasa hal itu sangat tidak masuk akal. Namun, yang menurutnya sangat mungkin adalah penembakan tersebut dilakukan dengan kesadaran dan kesengajaan penuh. Menjadi pertanyaan, apakah tindakan itu dilakukan karena iseng atau ada motif tertentu.

Karenanya, ia berharap polisi segera mengusut tuntas dan seret ke meja hijau pelakunya. “Saya tegaskan, saya sepenuhnya menolak teori peluru nyasar, oleh karenanya sekali lagi meminta polisi mengusut tuntas. Bisa itu orang iseng, atau penembakan dengan motif tertentu. Keduanya tetap biadab sebab nyawa yang jadi pertaruhan,” ujarnya.

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut untuk kesekian kalinya Kompleks Parlemen Senayan terkena peluru nyasar. Muzani mengaku heran mengapa hanya gedung DPR yang kerap disasar peluru.

“Saya tidak pernah mendengar ada penghuni hotel di Hotel Mulia kamarnya tertembak kena peluru dari latihan tembak dari lapangan tembak. Padahal, itu sama posisinya. Tapi, yang sering terjadi di gedung DPR,” kata politkus Partai Gerindra tersebut, Selasa (16/10/2018-Red).

Ia menduga, bisa saja kejadian peluru nyasar tersebut adalah benar tindakan teror yang dilakukan atas nama latihan tembak. Menurutnya, kemungkinan itu bisa saja terjadi.
“Saya tidak mengerti apakah ini bagian dari latihan-latihan yang biasa menyebabkan ancaman pada anggota dewan, tapi yang pasti keberadaan lapangan tembak itu terus terang mengganggu eksistensi anggota DPR dalam menjalankan fungsinya, dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya. (Raza/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.