RUBRIKA
Merupakan rubrik terbuka tempat tulisan lepas yang terbuka buat siapa saja untuk mengapresiasikan apa saja yang ada dihatinya. Rubrik ini menerima tulisan dari siapa saja dan tanggung jawab tulisan ada pada penulis itu sendiri.
Ayooo… berkarya dalam tulisan apa saja ………!
PUISI:
Perkenalan
Perkenalkan nama saya Sasmiati
Saya lahir di bulan Februari
Saya tinggal di daerah Bekasi
Hobi saya mewarnai gambaran penuh arti
Saya senang berada ditengah hujan
Saya senang menatap rembulan
Saya suka film aksi berburu di hutan
Saya suka buah rambutan
Saya anak kedua dari empat bersaudara
Saya suka bermain dengan ribuan warna
Karena warna membuat saya belajar melukis dengan cinta
Agar nanti menjadi pelukis pengharum nama bangsa
Bekasi, 17 Agustus 2016
Sasmiati Rizky Hasibuan
Pembuktian
Petir menyambar tepat didepan wajah
Terhempas jatuh, jauh didasar laut
Angin menghembus tak sanggup memutar jalan
Mencari jejak diatas air
Kini ku punya raut wajah telah berubah
Mendengar hinaan dusta dari sang kerabat
Dulu dia pun tak sanggup menghancurkan kepercayaan
Namun kini tak mungkin mempertahankan yang telah hancur
Jatuh bangun berlari menuju mimpi
Hingga keringat mengucur deras di pipi
Tak akan jatuh untuk kedua kalinya
Karena ku bukan serangga bodoh yang sama
Tangis ku pecah dahulu kala
Tawa ku bergeming sedia kala
Akan ku buktikan pada dirinya dan dirimu
Siapa sebenarnya ‘Aku’
Bekasi, Maret “16
Sasmiati Rizky Hasibuan
Kepastian
Jika takdir bukan milik kita
Mengapa waktu memberi cinta
Jika serpihan luka masih disana
Mengapa ruang memisahkan rasa
Aku marah memanggil rembulan
Tenggelam dalam nyanyian burung di awan
Aku menangis ditengah rintikan hujan
Terhanyut rasa pedih di hati yang tak karuan
Bukan nanti atau jikalau
Tapi iya atau tidak dari kau
Waktu tak menerima kata walau
Ruang tak menerima janji kau
Ku ingin kepastian
Maka jawablah kasih tanpa keraguan
Sungguh hanya sebuah alasan
Jikalau jawaban bukan seperti harapan
Jakarta, Juli “16
Sasmiati Rizky Hasibuan
Duka Lara
Aku melawan waktu dan masa
Tersiksa dalam luka lara yang membara
Mencoba menapak di tempat yang berbeda
Mencoba mencari jati diri yang berbahagia
Dihina dan ditikam saat tak ada yang menemani
Hingga semua perbuatan itu ku hadapi sendiri
Ribuan kali berusaha dalam diri
Hingga menangis dalam hati
Bagai binatang yang tak berarti
Bagai sampah yang dihindari
Bagai parasit yang dibenci
Bagai manusia tanpa harga diri
Sampai kapan aku menangis dalam tawa
Sampai kapan menahan rasa pada semua yang ku suka
Sampai kapan harus mengucap kata rela saat tak bisa
Sampai kapan diri ini menyimpan derita dari cerita
Bogor, Juni 2016
Sasmiati Rizky Hasibuan
Perubahan
Wahai Ananda janganlah berpasrah
Pada takdir yang kau buat tak terarah
Kau yang tak mau menggelar sajadah
Kau yang tak mau menengadah dan merendah
Dunia ini hanya titipan Tuhan
Akhiratlah kampung halaman
Jangan pernah merasa aman
Jika sedekah pun tak kau lakukan
Wahai Ananda Tuhan tak pernah luput memandang
Memandang engkau hamba yang di sayang
Maka mohon ampunlah engkau sekarang
Sebelum nama mu terkenang
Cikarang, Agustus “16
Sasmiati Rizky Hasibuan
