98 views

“Glory” Inmathabrun#2, Sebuah Pameran Seni Rupa Yang Diam-Diam Namun Seksi

YOGYAKARTA, liputanhukum.com: Ada arus yang bergerak perlahan tapi seksi, diam-diam dan sedikit dilirik oleh main stream diantara hingar bingar jagat seni rupa kota Jogja. Arus ini olah gerak dari sekelompok perupa muda + senior, dengan melakukan pameran estafet dan mencakup empat negara Asia Tenggara.

Para Perupa yang berhajat itu adalah: Agus Katro, Agus Kerang, Arip Seberang, Awang Darmawan, Benny Kampai, Budi Hartono, Budi Santoso, Choirudin, Dio Pamola, Donas, Eko Haryanto, Eko Haryono, Gita Dewi, Heru “Dodot” Widodo, Jasmine, Jeng Titik Weber, Joseph Wiyono, Julianto, Nur Azizah Zie, Rembrandt Putri, RH Satriyo, Teuku Shabir, Triadiwijoyo, Tri Sasongko, Tri Suharyanto, Tio GM, Yamiek Suharyatno dan Jaja Yusop (Malaysia), Abby Zein (Malaysia), Khairul Anuar (Brunei Darussalam), serta DR. Ruznee Susaro (Thailand).

Opening Pameran pada Minggu (08/11/2026), Pukul 19.00 di The Prajan Hotel & Villas, Jalan Candrakirana Nomor 19, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Pameran dibuka oleh Wawan Harmawan, SE, MM, Wakil Wali Kota Yogyakarta, dengan Penulis pengantar ‘Penerbang Malam’, dimeriahkan Performance oleh
Deddy Kyboto + Bung Yamik, Sekonyong-konyong Aqustik kolaborasi dengan Brass Section, Arip Seberang dkk, dan pameran berlangsung hingga 08/12/2026.

“Glory” dalam bahasa Latin kuno itu dari kata Gloria yang berarti cahaya yang memancar dari dalam lantaran sesuatu itu benar-benar bernilai. Bukan karena orang lain bilang “kamu” hebat, tapi karena kamu jadi versi paling jujur dari diri kamu sendiri. “Jujur mengungkap apa yang semestinya diungkap dalam sebuah karya,” Ungkap Heru ‘Dodot’ Widodo, ketua Art26 Project – penyelenggara pameran Inmathabrun#2.

Dan tentunya dengan penuh pergolakan, perjuangan bahkan ‘berdarah-darah’ untuk kelahiran sebuah karya serta bertahan untuk menghidupi seni, ” Sehingga mencapai puncak dan menang, selaras dan seimbang, walau seni itu terus berjalan sepanjang kehidupan ini,” pungkas Dodot.

Foto Jun Biull 

” Dalam konteks inilah, Glory menjadi sebuah doa dan harapan baik bagi para Seniman dan Seniwati yang turut berpartisipasi dalam pameran di Hotel Prajan ini.” Mengutip tulisan Pengantar Pameran Glory – Inmathabrun#2 dalam E-Katalog oleh ‘Penerbang Malam’ (Gendruwo Gymbal), (08/11/2026).

Dan selaras dengan yang diutarakan Muhammad Agus Majid perwakilan dari Wakil Wali Kota Yogyakarta dalam pidato sambutan bahwa, ” Seniman itu mahluk Tuhan yang paling unik, dalam karya-karyanya tercermin sebuah niat baik sebagai sinyal pengingat untuk kita semua ”  ujarnya.

Karya-karya seni rupa: Lukis dan patung yang digelar beragam tema, dari habit keseharian hingga hal absurd, semua dengan bahasa ungkap personal atawa corak dan gaya sendiri-sendiri dan dengan sentuhan serta material yang variatif, kaya kreasi dan sebagian ada keberanian eksperimental, senapas dengan zaman now, namun tak lepas dari culture dan background masing-masing perupa. (Jun Biull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.