448 views

Ahok Menantang JPU Agar Berani Periksa Mantan Presiden Jokowi Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pertamina 

JAKARTA-LH: Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina yang menjabat pada periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menantang jaksa penuntut umum (JPU) untuk berani memeriksa Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pertamina.

Tantangan ini disampaikan Ahok ketika dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat pada Selasa (27/01/1026).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dihadirkan sebagai saksi untuk sejumlah terdakwa termasuk Kerry Adrianto Riza. Dalam kesaksiannya, Ahok  justru menegaskan jika 2 mantan direksi anak Perusahaan Pertamina tersebut sebagai orang yang berintegritas.

Dalam kesaksiannya, berpendapat bahwa kedua mantan direksi tersebut justru berkomitmen untuk membenahi kilang serta tata kelola Pertamina Patra Niaga. Namun, lanjut Ahok,  keduanya lebih memilih kehilangan jabatan daripada menandatangani pengadaan yang bermasalah.

Sebab itu, Ahok mengaku dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina kala itu menahan tangis mengetahui dua direksinya yang berintegritas dicopot. “ Ketika dia dicopot saya pun mau nangis, saya telepon dia. Dia mengkritik sistem yang menurutnya tidak berbasis meritokrasi. Saya pikir BUMN ini keterlaluan. Mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau lakukan, lakukan, dicopot ” pungkas Ahok.

Makanya, Ahok menyampaikan mau laporin ke Jaksa agar memeriksa juga itu BUMN dan Presiden. “ Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot ” ujarnya.

“ Ketika dia dicopot saya pun mau nangis, saya telepon dia. Dia mengkritik sistem yang menurutnya tidak berbasis meritokrasi. Saya pikir BUMN ini keterlaluan. Mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau lakukan, lakukan, dicopot ” papar Ahok menyampaikan kekesalannya. (Dessy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.