1,153 views

Beberapa Poin Penting Arahan Presiden Pada Rapim TNI-POLRI 2025

JAKARTA-LH: Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun 2025 yang diselenggarakan di The Tribrata Jakarta pada Kamis 30 Januari 2025 dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Tampak Presiden dalam acara tersebut didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rapim TNI – POLRI merupakan rapat tahunan yang diadakan antara pimpinan TNI dan Polri untuk membahas isu-isu strategis, perkembangan situasi keamanan, serta koordinasi antara kedua institusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara.

Dalam Rapim tersebut Presiden menegaskan bahwa betapa pentingnya peran TNI-Polri bagi Negara Indonesia. ” Negara yang gagal dapat dilihat dari kinerja kemiliteran dan kepolisiannya ” tandas Kepala Negara itu.

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan beberapa hal penting antara lain:

Pertama, Presiden Prabowo menyampaikan betapa pentingnya peran TNI dan Polri, sebagai wujud penegakan kedaulatan dan hukum;

Kepala Negara menekankan betapa pentingnya peran TNI dan Polri dalam menjaga eksistensi dan menegakkan kedaulatan negara. TNI dan Polri adalah dua institusi yang merupakan wujud dari kehadiran negara, wujud dari penegakan kedaulatan, dan wujud dari eksistensi negara.

Kedua, Presiden meminta TNI-Polri jalankan tugas penuh dedikasi mengingat bahwa TNI-POLRI digaji oleh rakyat.;

Kepala Negara  mengingatkan bahwa kekuasaan yang diberikan kepada TNI dan Polri merupakan amanah besar dari rakyat. Presiden menyebut, rakyat memercayakan kekuasaan TNI dan Polri dan berharap agar kedua institusi tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi dan pengabdian.

” Rakyat yang menggaji saudara. Rakyat yang melengkapi saudara dari ujung kaki sampai ujung kepala, rakyat yang memberi makan kepada tentara dan polisi, dan rakyat memberi kuasa kepada tentara dan polisi untuk memegang monopoli senjata ” pungkas Presiden Prabowo.

Ketiga, Negara gagal adalah Negara yang Tentara dan Polisinya gagal;

Presiden menyampaikan bahwa negara yang gagal adalah negara yang tentara dan polisinya gagal. Sebab, menurut Presiden, Tentara dan Polisi merupakan dua institusi yang menjadi wujud kehadiran negara dan penegakan kedaulatan. “ Karena itu biasanya ciri khas negara yang gagal adalah tentara dan polisi yang gagal ”  tungkasnya.

Keempat, Jabatan dan Pangkat bukan sekedar penghormatan;

Menurut Presiden Prabowo bahwa jabatan dan pangkat yang diberikan kepada anggota TNI dan Polri bukan hanya sebuah penghormatan. Tetapi juga merupakan amanah yang harus dijalankan dengan pengorbanan besar. Oleh karena itu, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri harus siap menyerahkan jiwa dan raga demi kepentingan bangsa dan negara.

Kelima, Presiden Minta TNI-Polri serahkan jiwa raga demi negara tanpa ragu;

Selanjutnya, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa jabatan dan pangkat yang disandang oleh para perwira TNI dan Polri harus disertai dengan tanggung jawab yang besar, termasuk kesiapan untuk memberikan pengorbanan tanpa ragu demi negara. “ Pangkat yang diberikan kepada saudara artinya rakyat mengerti bahwa pada saatnya bila diperlukan saudara harus rela menyerahkan jiwa dan raga saudara tanpa ragu ” ujar Prabowo tegas. (Dessy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.