893 views

Bau Menyengat dari TPS Sampah Sekolah Yayasan PPR Meradang

LABUHANBATU-LH: Yayasan Perguruan Panglima Polem Rantauprapat (YPPR) menyampaikan keluhan kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, sehubungan dengan keberadaan tempat penampungan sementara TPS sampah yang terletak di belakang Sekolah Yayasan PPPR tepatnya di Jalan KH.A. Dahlan No.48 Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu (Kamis, 14/07/2022).

Keluhan Sekolah Yayasan PPR tersebut sebelumnya telah disampaikan dua kali melalui surat yang langsung ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di Jalan SM Raja Kelurahan Ujung Bandar. Penyampaian surat itu disertai dengan lampiran surat yang berisikan Petisi Penolakan Tempat Penampungan Sampah oleh ratusan orang tua murid Yayasan PPR, disertai pembubuhan tanda tangan penolakan mereka).

Mengenai surat yang sudah masuk dan diterima oleh staf Kantor Sekretariat Daerah (Setda) yakni surat pertama tertanggal 18 April 2022, surat kedua tertanggal 27 Mei 2022 dengan isi perihal surat yang sama terkait permohonan Relokasi Tempat Penampungan Sementara TPS sampah di Jalan Wolter Mongonsidi Eks Pajak Baru Rantauprapat.

Tindak lanjut dari Surat Permohonan yang telah diterima oleh Setda sampai saat ini dari Pihak Pemkab Labuhanbatu belum ada respon positif ataupun solusi perihal keluhan Sekolah yang bernaung dalam Yayasan Perguruan Panglima Polem Rantauprapat.

Berkenaan dengan TPS sampah yang dikeluhkan itu berdasarkan isi surat permohonan sekaligus keluhan, bahwasanya TPS sampah tersebut dibangun oleh Pihak Pemkab Labuhanbatu, berlokasi dibelakang atau samping lingkungan Sekolah Yayasan PPR dan hanya berjarak lebih kurang 10 Meter dari dinding Sekolah, tepatnya diatas badan Jalan Wolter Mongonsidi di area Eks Pajak Baru.

Masih dalam isi Surat Permohonan itu, keberadaan TPS sampah menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat sehingga mempengaruhi dan mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dari pagi hingga siang hari, kegiatan ekstra kurikuler anak-anak sekolah pada sore hari dan kegiatan olahraga Basket Ball, Tenis Meja, juga kegiatan lainnya dari unsur masyarakat yang berlangsung hingga malam hari.

Atas permasalahan ini liputanhukum.com mencoba mengkonfirmasi Pihak Pemkab Labuhanbatu yakni Sekda M. Yusuf Siagian melalui pesan WhatsApp untuk meminta tanggapan terkait hal itu, pesan WhatsApp terkirim tetapi Sekda tidak memberikan tanggapan dan jawaban kepada liputanhukum.com. Begitupun sebaliknya Pihak terkait yang lebih spesifik dalam mengurus masalah sampah yaitu Dinas Lingkungan Hidup melalui Plt Kadis DLH Syahbela Rusli Siregar telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh liputanhukum.com dengan narasi konfirmasi yang sama juga tidak memberi tanggapan dan jawaban (Jumat, 15/07/2022).

Lebih lanjut, harapan dari Sekolah Yayasan PPR khususnya para orang tua murid agar kiranya dapat merelokasi, memindahkan TPS sampah di Jalan Wolter Mongonsidi tersebut ketempat lain yang layak dan tidak berdampak negatif bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat. (Supendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.