2.135 views

Babinsa Sertu Sutarjo Ringkus Pelaku Pedofilia

MUSIRAWAS-LH: Bersama dengan beberapa warga, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sertu Sutarjo meringkus Septian Arif (29 Tahun), Tersangka pelaku pencabulan anak dibawah umur, Bunga (13Tahun) bukan nama sebenarnya, siswi kelas VII SMP dalam wilayah Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musirawas (Selasa, 12/1/2021-Red) lalu.

Septian Arif merupakan pria sudah beristri dan memiliki dua orang anak, tercatat sebagai warga Dusun VII Desa Jajaran Baru, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musirawas. Diduga telah melakukan perbuatan tak senonoh terhadap korban Bunga yaitu pelecehan seksual berupa merayu, mencium pipi kiri dan kanan, mencium mulut dan oral seks dengan ancaman menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Mirisnya, aksi bejat pelaku diabadikannya dalam bentuk foto camera smartphone yang kemudian hari tersebar di laman sosial media Facebook dan WhatsApp. Usai melakukan perbuatan tak terpuji itu tersangka meninggalkan korban, dan akibat kejadian tersebut korban mengalami trauma dan keluarganya menanggung malu. Kemudian Korban dan Keluarganya meminta Aparat Penegak Hukum untuk menjerat Pelaku dengan hukuman maksimal dan seadil-adilnya.

Salah seorang warga yang juga mantan Ketua Badan Perwakilan Desa Sukarami, Suberoto, SH menceritakan perbuatan tersangka itu dilakukan sekitar Pukul 13 00 WIB (23/12/2020-Red) lalu di areal Kandang Ayam milik salah satu warga. Lokasi Kandang Ayam tersebut berada dalam kebun karet terletak di antara Dusun VII, Desa Madang dan Dusun Simpang, Desa Sukarami, Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musirawas.

Tersingkapnya perbuatan keji tersebut lantaran beredar dan viral beberapa foto saat tersangka melakukan tindakan pencabulan terhadap korban berupa oral seks di sosial media Facebook dan WhatsApp. “ Delapan puluh persen yang memiliki handphone android di Desa Kami sudah memiliki foto tersebut. Entah siapa yang mengawali penyebarannya, yang pasti sangat viral. Sehingga Kami berinisiatif melakukan sejumlah rencana aksi untuk menanggulangi peristiwa itu. Seperti melapor ke Aparat Kepolisian, termasuk juga melakukan pengintaian terhadap pelaku “ kata Suberoto.

Diceritakan Suberoto dengan didampingi Babinsa Sertu Sutarjo dan Polisi Babinkamtibmas Briptu Andre Susilo bersama Aparat Desa dan Pihak Keluarga (Senin, 11/01/2021-Red) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Musirawas.

Pasca melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Polres Musirawas, menggunakan kendaraan mobil milik Sertu Sutarjo, para Aparat Desa dan Keluarga Korban diantar lagi ke Desanya. “ Setiba di Desa ternyata warga sudah merencanakan aksi penangkapan lantaran ada informasi bahwa pelaku melalui teman korban mau bertemu korban lagi. Pelaku menghendaki pertemuan bahkan jika korban tidak mau ketemu dengannya, pelaku mengancam akan sebarkan foto korban saat dipaksa dengan pelaku. Padahal faktanya foto itu sudah tersebar, mungkin tidak disadari oleh pelaku. Pihak Keluarga Korban dan Warga setuju pertemuan itu terjadi. Sehingga mudah bagi warga untuk meringkus “ tutur Sertu Sutarjo.

Benar saja (Selasa, 13/01/2021-Red), sekitar pukul 11.00 WIB, Septian Arif tiba di TKP tepatnya di areal Kandang Ayam milik Mahasan warga setempat. Lokasi ini juga merupakan TKP saat pelaku melakukan aksi bejatnya pertama terhadap korban Bunga. Selanjutnya terjadilah penangkapan oleh warga. Lantaran warga kesal sempat terjadi pemukulan terhadap Pelaku, beruntung Sertu Sutarjo sigap mencegah amukan warga sehingga pelaku masih bisa diselamatkan. “ Kemudian setelah pelaku tertangkap, Saya telpon Pak Briptu Andre Susilo agar segera meluncur ke TKP “ imbuh Sutarjo.

Terpisah, saat dihubungi via telepon genggamnya Briptu Andre Susilo (Rabu, 13/01/2021-Red), yang merupakan Polisi Babinkamtibmas Desa Madang, Desa Sukarami dan Desa Sukajaya, membenarkan apa yang dituturkan Sertu Sutarjo tersebut. “ Ya, benar Pak Sertu Sutarjo kontak Saya bahwa Pelaku sudah ditangkap warga bersama Pak Sutarjo. Saat itu Saya sedang menjalankan tugas piket di Polsek Terawas. Pak Sutarjo meminta Saya meluncur ke TKP dengan membawa mobil patroli. Lalu Saya bersama Bripka Sabrinal langsung berangkat ke TKP. Setiba di TKP Pelaku sudah tertangkap dan selanjutnya Kami bawa ke Mapolres Musirawas ” ungkap Briptu Andre Susilo.

Sertu Sutarjo adalah anggota Koramil 40609 Terawas, merupakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk Desa Madang dan Sukarami Kecamatan Sumberharta Kabupaten Musirawas. Ia mendapatkan informasi dari warga (Sabtu, 09/01/2021-Red). Berbekal informasi itu dirinya langsung mengunjungi Desa binaannya dan melakukan koordinasi guna mengungkapkan dan mengatasi permasalahan tersebut.

Terjadinya kasus pencabulan ini berawal dari perkenalan tersangka dengan korban di media sosial Facebook. Tersangka Septian menggunakan nama samaran ‘Dunhil Filter’ di akun FB-nya dengan foto profil seorang pelajar SMP berparas tampan. Makanya korban jadi tertarik dan percaya.

Tersebarnya foto tak senonoh itu juga menurut informasi lapangan, kuat dugaan juga dilakukan oleh tersangka. Sebab yang mengabadikan peristiwa keji tersebut hanya pelaku. Sejumlah informasi juga menyebutkan pelaku juga memiliki kecenderungan kelainan seks fedofilia. Sebab di list kontak telpon genggamnya terdapat banyak nomor ponsel siswi SMP.

Baik Sertu Sutarjo maupun Briptu Andre menghimbau agar masyarakat hati-hati terutama para orang tua untuk lebih ketat dan waspada menjaga anaknya dari aksi penjahat melalui media sosial atau jaringan internet. “ Jangan gampang percaya terhadap orang yang belum dikenal sebenarnya “ anjur Briptu Andre Susilo.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan saat dikonfirmasi awak media juga membenarkan adanya perkara tersebut. “ Memang benar, namun tersangka sudah Kami tahan di Polres ” kata Efrannedy melalui Alex (Rabu, 13/01/2021-Red).

AKP Alex menjelaskan “ berdasarkan laporan polisi LP/ B-01 / I /2021/Sumsel / Res Mura, tanggal 11 Januari 2021. Selain tersangka, anggota menyita BB diantaranya, satu helai jilbab warna biru, satu helai baju kaos olah raga lengan panjang warna kuning dan satu helai rok panjang warna biru. “ Tersangka, dijerat pasal 82 Jo Pasal 76 (E) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar “ tegasnya.

Sementara Asnawi salah satu satu Perangkat Desa Sukarami menginformasikan sekaligus meminta klarifikasi pemberitaan pada sejumlah media. Bahwa tidak benar korban mengalami hubungan badan layaknya suami istri. Dan sudah dibuktikan hasil pemeriksaan visum et repertum korban negatif tidak ditemukan cidera pada alat vitalnya. “ Mohon diluruskan, Alhamdulillah hasil visumnya negatif dan tidak ditemukan unsur luka atau cidera pada alat kelamin korban “ demikian kata Awi.

Senada juga dengan pernyataan Sertu Sutarjo dan Briptu Andre Susilo saat dimintai komentarnya mengenai hasil visum korban. Keduanya membenarkan bahwa berdasarkan keterangan pemeriksaan oleh dokter ahli yang tercantum dalam laporan visum et repertum tidak ditemukan unsur kekerasan, luka atau cidera pada alat kelamin korban. (Awang/Red)

KOREKSI DAN PERMOHONAN MAAF !
Terkait Penayangan Berita ini sekitar Pukul 13.00 WIB (14/01/2021-Red) dimana Gambar Korban yang lupa Disensor (diblur) dan penulisan kata-kata pulgar pada Alinea Kedua Kalimat Terakhir murni akibat kekhilafan dalam penulisan. Untuk itu Kami sudah melakukan Koreksi dan sekaligus memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian ini Tepat Pukul 16.00 WIB (14/01/2021-Red)
Ttd
Raza S. Hasibuan, SH
Pemred/Penjab
 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *