28 views

SEMUA LAPISAN MASYARAKAT MULAI DARI PRESIDEN, WAPRES, POLITIKUS, TOKOH MASYARAKAT SAMPAI RAKYAT BIASA KEHILANGAN SOSOK HM.SANI

“ …Selamat Jalan Ayah Sani….
Semoga Surga Menantimu…!” Ujar Tokoh Masyarakat Karimun

“…Almarhum Hm. Sani Orangnya Low Profile. Dia Selama Ini Sangat Komunikatif Dengan Dewan. Hubungan Dewan Sangat Harmonis Selama Dia Menjabat,” Kata Wakil Ketua DPRD Kepri, Husnizar Hood, Saat Dikonfirmasi Wartawan, Jum’at (8/4/2016)

“ …Bang Sani, Selamat Jalan. Kami Akan Meneruskan Cita-Citamu Yang Mulia.” Ujar Nyat Kadir Dengan Suara Bergetar Melawan Sedih

BATAM-LH: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) HM. Muhammad Sani (74) meninggal dalam menjalankan tugas negara, di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, (Jum’at, 08/04/2016-Red). Sebagai bukti pengabdiannya kepada bangsa dan negara, gubernur tertua ini, dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti, Tanjungpinang, (Sabtu 09/04/2016-Red).

Sejak mendengar wafatnya HM. Sani yang baru dua bulan dilantik sebagai Gubernur Kepri periode 2016-2021, mulai dari Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mendagri Tjahyo Kumolo dan sederet pejabat dan mantan pejabat ikut berbelangsungkawa dan berduka serta memanjatkan do’a untuk HM. Sani.

Begitu pula halnya, ribuan warga Kepulauan Riau baik diperantauan maupun di Kepri ikut memanjatkan doa’ kiranya almarhum Gubernur Kepri dua periode ini, ditempatkan di Surga atas segala pengabdian dan pergorbanannya untuk negara dan masyarakat Kepri. Ini dibuktikan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Karimun, sore Jumat bertolak ke Tanjungpinang melalui Batam.
“Kami tadi dapat kabar bapak Gubernur Kita (HM Sani) meninggal di Jakarta pukul 15.wib, jenazahnya diterbangkan ke Tanjungpinang. Beliau sosok pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab, kiranya Allah SWT senantiasa memberikan tempat yang layak di Surga,”kata pria separuh baya yang juga tokoh Masyarakat Karimun kepada LIPUTAN HUKUM saat tiba di Pelabuhan Hanbour Bay, Batam, Jum’at (8/4/2016) sore.

Semula kedatangan HM. Sani ke Jakarta dalam rangka menghadiri undangan Presiden RI Joko Widodo dan cek kesehatan. Guna menghadiri rapat kerja pemerintah dengan kepala daerah yang dihadiri predisen dan wakil presiden Jusuf Kalla. Pada kesempatan itu, presiden memberi arahan kepada seluruh kepala daerah terutama yang baru terpilih dari hasil Pilkada Serentak tahun 2015.
Namun beliau mendadak sakit, setiba di Jakarta dari Singapura, suami Ketua TP PKK Provinsi Kepri Aisyah Sani ini dilarikan ke RS Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat hanya beberapa jam di sana. HM. Sani putra terbaik dan Bapak Pembangunan Kepri ini menghembuskan napas terakhirnya, menghadap Sang Pencipta.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan HM. Sani batal hadir dalam pertemuan dengan Presiden di Istana Negara, Jum’at pagi.. “Tadi pagi Beliau tidak hadir, saya baru tahu siang kalau beliau sakit yang akhirnya meninggal dunia. Sore ini Pak Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla melayat di RS Abdi Waluyo karena malam ini (Jum’at 8/4/2016) jenazahnya dibawa ke Tajung Pinang.

Kemungkinan saya besok (Sabtu 09/04/2016-Red) ke Pemakaman di Tanjungpinang,” kata Tjahjo kepada para wartawan.
Presiden dan Wapres Hadir Melayat Presiden Joko Widodo mendatangi RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan Jokowi untuk melayat Gubernur Kepri HM. Sani. Jokowi yang mengenakan batik coklat tiba di lokasi sekitar pukul 17.17 WIB (Jumat, 08/04/2016-Red). Dia didampingi Seskab Pramono Anung.

Jokowi disambut oleh pihak rumah sakit dan langsung masuk menuju ruang jenazah. Tidak ada komentar apa-apa dari Presiden. Setelah beberapa menit di dalam, usai berdoa bersama keluar dari rumah sakit sekitar pukul 17.25 WIB.

Setelah Presiden Jokowi, giliran Wapres Jusuf Kalla (JK) yang datang RS Abdi Waluyo untuk melayat HMSani. JK datang tidak lama berselang setelah Jokowi meninggalkan lokasi.

JK yang mengenakan kemeja batik berwarna merah tiba di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, (Jumat 08/04/2016-Red) sekitar pukul 17.32 WIB. Tidak ada komentar apa pun yang terlontar dari JK. Ia hanya sempat sesekali melempar senyum kepada wartawan yang berada di lobi rumah sakit.

Wakil Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun sore itu ikut mendatangi RS Abdi Waluyo. Wagub menjelaskan bahwa awalnya M Sani pada pagi ini berencana untuk mengikuti acara di Istana Negara. Namun mendadak Sani merasa tidak enak badan. “Menurut keluarga, beliau sudah siap berpakaian, mungkin karena kelelahan membatalkan kehadirannya. Tentunya kami masyarakat Kepri merasa sangat berduka cita,” kata Nurdin.

DPRD: Kami Kehilangan Putra Terbaik Wafatnya Gubernur Kepri, HM Sani di RS Abdi Waluyo di Jakarta dan dikebumikan secara militer di TMP Pusara Bhakti, Batu Lima, Tanjungpinang. Pimpinan dan anggota DPRD Kepri merasa kehilangan atas kepergia putra terbaik itu.

“Almarhum orangnya low profile. Dia selama ini sangat komunikatif dengan dewan. Hubungan dewan sangat harmonis selama dia menjabat,” kata Wakil Ketua DPRD Kepri, Husnizar Hood, saat dikonfirmasi wartawan, (Jum’at, 08/04/2016-Red).

Politikus Demokrat ini menyebutkan, secara pribadi dia dan keluarga almarhum sangat dekat. Ini karena mereka sama-sama berada dari sebuah desa yang sama di Kabupaten Karimun. “Almarhum itu anak seorang petani, orangtua saya dulu kepala desanya. Saya kenal baik sosok beliau yang sifatnya mengayomi. Dia berkarier dari Camat, Walikotib (wali kota administratif), Sekda, Wagub sampai dua kali menjadi Gubernur Kepri,” kata Husnizar.

Husnizar menyebutkan, Sani selama ini juga konsen dalam hal kebudayaan. Namun menurut Husnizar, sebelum Sani ke Jakarta, sebelumnya sempat cek kesehatan di Singapura. “Padahal saat cek kesehatan ke Singapura, almarhum menyebutkan dia sehat-sehat saja. Saya terkejut juga mendapat kabar duka hari ini. Yang jelas dia adalah salah satu putra terbaik di Kepri,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. “Secara pimpinan dewan dan pribadi, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kami sudah kehilangan putra terbaik di Kepri ini, “ujar Jumaga Nadeak.
Menuru Nadeak, sekalipun dalam Pilkada Gubernur Kepri kemarin PDI Perjuangan tidak mendukung HM Sani, namun menurut Nadeak, komunikasi atas nama lembaga tetap berjalan dengan baik. “Soal pilkada kemarin itu hal yang biasa ya. Tapi yang jelas, kami unsur pimpinan dewan dan secara pribadi selama ini komunikasi sangat baik kepada almarhhum,” tutup politikus PDI Perjuangan ini.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Sidney turut menyampaikan ikut berduka cita dan berlangkawa atas meninggalnya Gubernur Kepri HM. Sani. “Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak M Sani, Gubernur Kepri. Semoga almarhum diterima di sisi Allah sesuai amal dan ibadahnya. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah menerima cobaan ini,” kata SBY sebagaimana disampaikan lewat keterangan pers dari Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, (Sabtu 09/04/2016-Red).

Di Jakarta, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyatakan Partainya kehilangan Sani. Apalagi Sani adalah sosok pemimpin yang disegani oleh masyarakatnya. “Beliau disebut masyarakat Kepri sebagai Bapak Pembangunan,” kata Hinca yang juga sempat ikut melayat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta.
Rasa duka yang dalam juga diungkapkan Anggota DPR RI Nyat Kadir. Ia selalu menyebut nama HM Sani, terutama terkait dengan perjuangan hak masyarakat Batam terhadap Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) pada lahan tempat pemukiman. Nyat, Sani, dan Rudi, seperti diketahui banyak orang, sama-sama berkomitmen kuat untuk memperjuangkan bebas UWTO bagi masyarakat.

Terakhir Nyat bertemu langsung dengan HM Sani pada acara pelantikan Aunur Rafiq sebagai Bupati Karimun, 23 Maret 2016, di Gedung Daerah Tanjungpinang. Usai pelantikan, Nyat Kadir sempat berbincang berdua dengan HM Sani, di antaranya mengenai lahan eks PT Timah di Karimun.

Meskipun secara politik selalu berhadapan, tapi bagi Nyat Kadir, HM Sani adalah sosok seorang abang, sekaligus rekan. “Pak Sani pantas dijadikan contoh teladan, yang seperti tak pernah lelah untuk terus mengabdi dan berbuat demi kepentingan masyarakat. Pak Sani juga punya spririt yang susah untuk dicari tandingannya. Pak Sani, selamat jalan. Kami akan meneruskan cita-citamu yang mulia.” ujar Nyat Kadir dengan suara bergetar melawan sedih.
Staf Humas Pemprov Kepri, Petrick Nababan, mengatakan Sani meninggal dunia pukul 15.15 WIB sore tadi. Almarhum berada di Jakarta sejak Selasa (05/04/2016-Red). Selain cek kesehatan, rencananya juga akan mengikuti pengarahan Presiden Jokowi kepada para pemimpin daerah. Namun karena alasan kesehatan, Sani batal menghadiri acara yang diadakan di Istana Negara itu.

Petrick menyatakan, penerimaan jenazah akan menggunakan tradisi militer. “Karena almarhum adalah alumnus APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri),” kata Patrick.

Jenazah HM. Sani tiba menjelang tengah malam di Bandara RHF Tanjungpinang disambut isak tangis dan haru oleh warga Tanjungpinang dan Kepri lalu disemayamkan di rumah duka jalan Cempedak Tanjungpinang (Sabtu, 09/04/2016-Red). Setelah itu disemayamkan juga di Gedung Daerah (Rumah Dinas) Gubernur Kepri. Setelah disholatkan di Masjid Raya Tanjungpinang, Jenazah HM. Sani dikebumikan secara militer dipimpin Mendagri Tjahyo Kumolo sebagai pimpinan upacara.

Kepala Biro Humas dan Protikoler Provinsi Kepri, Heri Mukhrizal mengatakan, usai upacara penyambutan ini, jenazah akan diserahakan kepada keluarga dan Pemerintah Provinsi Kepri untuk disemayamkan di rumah duka. “Dalam pelaksanaan pemakaman, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menjadi inspektur upacara dan dihadiri seluruh pimpinan lainya,” ujarnya.

Menurut Heri, sebagai penghormatan dan rasa duka yang paling mendalam seluruh masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepri serta pemerintah kabupaten/kota di Kepri, juga diimbau mengibarkan bendera setengah tiang selama satu hari. (Rara/Anto-Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *