1.546 views

SEBANYAK 250 ORANG PEKERJA DI PLTU JENEPONTO DIKARANTINAKAN

JENEPONTO-LH: Sebanyak 250 Orang Pekerja di PLTU Punagayya Kabupaten Jeneponto dikarantina. Hal ini dilakukan dimana sebelumnya telah dilakukan pencatatan terhadap mereka sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP). Karantina dilakukan untuk mengantisipasi penularan penularan Virus Corona ( Sabtu, 23/5/2020-Red)

Menurut pengakuan Seorang Karyawan, hampir 3 Bulan mereka dikarantina di PLTU Punagayya namun tidak pernah ada pengawasan kontrol dari Tim Dinas Kesehatan. Mereka tidak diperkenankan keluar dari lokasi tersebut sebelum masa karantina berakhir.

“ Langkah-langkah yang Kami ambil sampai hari ini, Saya rasa cukup baik. Sementara PLTU Punagayya Kabupaten Jeneponto, apa yang direkomendasikan dan dianjurkan Gubernur Sulsel dan Bupati Jeneponto kami lakukan sesuai mekanisme Pemerintah, sediakan karyawan yang di karantina tidak mengganggu keberlangsungan proyek itu “ pungkas GM PT Boswa Energy Muslih kepada Koordinator LH Sulawesi Irsan Hb yang didamping 2 Wartawan LH di Mess-nya (23/05/2020-Red).

Selain itu, menurut Muslih bahwa “ Pekerja yang sedang dikarantina di tempat kerjanya dalam satu kamar 4 sampai 6 orang, karna sampai saat ini tidak ada yang Terindikasi. Meskipun demikian kami selalu ada kontak dan himbauan kepada pekerja bahwa selalu pake masker, cuci tangan dengan air yang sedang mengalir dengan menggunakan sabun sebelum makan “ himbau Muslih .

Muslih menambahkan, “ Mengingat para pekerja yang sedang dikarantina dengan kebijakan adat istiadat di hari lebaran tatap itu ada. Tapi, Kita juga ikuti anjuran pemerintah. Pemerintah menekankan kepada PLTU Jeneponto agar tetap operasi, jangan sampai sokdon terutama di PLN, PLN ini diingatkan oleh Gubernur Sulsel tetap konsisten disemua pembangkit listrik tetap operasi, jangan sampai ada yang menjadi masalah. Itulah yang kami lakukan hingga ada karantina demi keselamatan para pekerja dari penularan VirusCorona di PLTU Jeneponto agar tetap operasi dengan aman di PLTU “ tutur Muslih GM PT Boswa Energy itu. (H Syekh Husain/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *