191 views

Potensi 4 Kecamatan Di Humbahas Terhambat Akibat Fasilitas Jalan Lintas Parlilitan-Pakpakbarat Yang Selalu “Mangkrak” Dan Tak Pernah Tuntas Sejak Indonesia Merdeka

PARLILITAN-LH: Sudah 73 Tahun Indonesia Merdeka, namun ternyata belum semua daerah di Tanah Air dapat menikmatinya terutama di bidang sarana dan prasarana jalan (Inprastruktur-Red). Kondisi ini juga bisa kita lihat di 4 Kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatera Utara. Ke-4 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Parlilitan, Kecamatan Pakkat, Kecamatan Tarabintang, dan Kecamatan Pucuk.

Padahal kalau kita lihat secara geografis, andaikata Jalan Lintas Parlilitan-Pakpak Barat diperbaiki maka secara otomatis akan sangat menguntungkan baik secara ekonomis maupun keuntungan lainnya. Dari hasil pantauan Liputan Hukum di lapangan, jalan yang sangat vital untuk diperbaiki itu paling sekitar 3-4 KM lagi.

Dari sisi Ekonomi, perdagangan masyarakat yang notobene petani akan sangat terdongkrak apabila Jalan itu diperbaiki Pemerintah. “ Bayangkan Bang, kami harus keliling lewat Dolok Sanggul kalau mau ke Medan membawa hasil tani kami. Waktu tempuhnya selisih 3 jam lebih. Kalau jalan ini bisa diperbaiki, enak kali lah Bang. Tapi itulah Bang, sudah puluhan tahun kami tunggu, faktanya seperti ini lah. Abang bisa lihat sendiri kan “ pungkas J. Barutu yang kebetulan Warga Batugajah, Kecamatan Parlilitan (Jum’at, 08/11/2019-Red).

Selain sisi ekonomi, menurut data dan informasi yang didapatkan LH dari warga sekitar bahwasanya daerah ini juga merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi para wisatawan termasuk dari luar kota seperti dari Medan, Siantar, Tebing Tinggi, dan dari kota lainnya bahkan dari Luara Provinsi Sumatera Utara. Salah satu tempat Wisata di daerah ini yang paling diminati Para Wisatawan adalah Puncak Delleng Simpon.

Saat LH mengunjungi tempat ini, tampak banyak Wisatawan sedang menikmati panorama alam Puncak Delleng Simpon. Bahkan yang lebih mengagetkan lagi, tiba-tiba ada seseorang yang duduk bersimpuh sambil komat-kamit dan mengeluarkan air mata di Puncak Wisata itu. Ketika diwawancarai yang bersangkutan menceritakan bahwa dirinya sedang berziarah di tempat Tapak Tilas Air Mata Boru Tinambunan. “ Saya sedang Ziarah disini Pak, ini tempat keramat bagi kami karena ini merupakan tempat yang sangat bersejarah. Konon ceritanya di tempat ini Seorang Wanita yang merupakan Oppung kami pernah sedih dan meneteskan air mata. Air mata itulah yang menjadi Mata Air yang bisa Bapak lihat sendiri yang ada di depan saya ini. Sehingga sejak saat itu sampai sekarang mata air ini tidak pernah kering “ kisah R. Tumanggor kepada Wartawan LH (08/11/2019-Red).

Tidak hanya Tapak Tilas Air mata Boru Tinambunan, masih banyak tempat bersejarah di daerah ini yang belum terekspose potensinya termasuk “Batu Tangap”. Cerita beberapa warga yang berhasil diwawancarai LH (Hemad Barutu/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *