637 views

Dua Dari 6 Orang Terduga Pembunuh Sadis Wartawan dan Aktivis LSM Berhasil Diringkus Polres Labuhanbatu

RANTAUPRAPAT-LH: Dua dari 6 Orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap Aktivis LSM yang terakhir diketahui juga sebagai Wartawan Martua Parasian Siregar dan Temannya Ir. Maraden Sianipar Mantan Caleg yang juga terakhir diketahui berprofesi sebagai Wartawan akhirnya diringkus oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Labuhanbatu. Kedua Orang yang sudah berhasil ditangkap yang diduga bagian dari pelaku pembunuhan sadis tersebut berinisial VS (49 Tahun) dan SH ( 50 Tahun). VS merupakan warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Demikian pula SH tinggal dialamat yang sama yaitu Sei Siali, Desa Wonosari.

Sesuai keterangan tersangka kepada Pihak Kepolisian yang disampaikan oleh Humas Polres Labuhanbatu dalam Press Release bahwa VS berperan menarik dan memasukkan korban ke Parit Bekoan serta memukul kedua korban dengan menggunakan Kayu bulat sepanjang 1 meter. Demikian pula SH juga berperan memukul kedua korban dengan menggunakan kayu bulat dengan panjang 1 meter serta menarik dan memasukkan mayat korban ke parit bekoan. “ Dua orang terduga sebagai pembunuh sudah tertangkap yang lain masih buron, dan masih dalam pengejaran,” pungkas Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat sesuai Pres Release yang disampaikan Humas Polres Labuhanbatu Iptu Murniati (Selasa, 05/11/2019-Red).

Masih mengutif Pres Release, bahwa Motif pembunuhan sesuai pengakuan dari dua orang terduga sebagai pembunuh adalah karena dendam terkait dengan lahan perkebunan kelapa sawit. Adapun barang bukti satu unit sepeda motor Honda Revo 110, warna hitam Nopol BK 5185 VAB sudah diamankan Polisi. Sedangkan empat terduga lainnya dalam kasus pembunuhan ini masih buron. Keempat orang yang buron tersebut masing-masing berinisial JS, S Alias PR, M, dan P. “ Atas perbuatan yang dilakukan oleh ke-enam pelaku tersebut akan dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 340 Juncto 338 Juncto 55 dan 56 KUHPidana dengan ancaman Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup ” lanjut Humas Polres Labuhanbatu.

Atas kinerja dari anggota Satreskrim Polres Labuhanbatu yang berhasil meringkus dua dari enam terduga sebagai pembunuh sadis ini, dalam waktu yang relatif sangat singkat, Direktur LSM TIPAN-RI Labuhanbatu Bernat Panjaitan, SH, M. Hum memberikan apresiasi yang setingi-tingginya kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat beserta jajarannya. ” Saya selaku Direktur LSM TIPAN-RI Labuhanbatu sangat mengapresiasi kinerja Kapolres Labuhanbatu berikut jajarannya atas berhasilnya menangkap dua dari enam pelaku pembunuhan kedua wartawan tersebut dalam waktu yang sangat cepat. Salut dan terimakasih untuk Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat berikut jajarannya” pungkas Bernat Panjaitan (Selasa, 05/11/2019-Red).

Bernat Panjaitan kemudian juga menambahkan “ Namun demikian, kami berharap agar kasus pembunuhan ini kiranya Pihak Kepolisian tidak melidik hanya sebatas pelaku saja. Tetapi dapat mengusut tuntas sampai keakar-akarnya. Sebab menurut saya, diduga ada aktor intelektual dibalik peristiwa pembunuhan sadis tersebut “ tutup Bernat Panjaitan.

Sebagaimana diberitakan LH (Jum’at, 01/11/2019-Red) dengan Judul “ SADISSS, Pembunuhan Terhadap Aktivis LSM dan Mantan Caleg Di Panai Hilir Labuhanbatu “ bahwa kasus ini terbongkar berawal dari Laporan Pemilik Motor Burhan Nasution, yang dipinjam kedua korban pada hari Selasa (29/10/2019-Red). Karena sudah lebih dari 24 Jam kedua orang yang meminjam motornya belum kembali, akhirnya Burhan Nasution berinisiatif melaporkan hal ini ke Mapolsek Panai Hilir di Sei Berombang (Rabu, 30/10/2019-Red). Atas dasar Laporan Burhan ini lah, Polsek Panai Hilir bergerak hingga akhirnya menemukan kedua korban pada hari yang berbeda. Jasad Maraden Sianipar ditemukan di Parit dekat Komplek Gudang Kontainer PT SAB/KSU Amelia (Rabu, 30/10/2019-Red), sementara Jasad Martua Parasian alias Sinjai ditemukan keesokan harinya (Kamis, 31/10/2019-Red) sekitar 200 meter dari tempat penemuan Jasad Maraden Sianipar. (Anto Bangun/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *