412 views

Banjir Di Dusun 13 & 14 Selat Beting-Panai Tengah Semakin Tinggi, Pemkab dan DPRD Labuhanbatu Tidak Peduli

RANTAUPRAPAT-LH: Situasi banjir di Selat Beting, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu semakin mengkhawatirkan keselamatan warga. Kondisi terparah terjadi di Dusun 13 dan Dusun 14. Sampai sore hari (Minggu, 03/11/2019-red), air sudah hampir menenggelamkan rumah warga kendatipun umumnya Rumah Warga di daerah ini adalah Rumah Panggung (Tinggi karena bertiang-Red).

Hal ini disampaikan oleh salah seorang Tokoh Masyarakat di sana Syahrial Nasution, yang menghubungi Wartawan LH Labuhanbatu dengan menggunakan Mercury Surface Environment Geochemistry (Messenger). ” Banjir di Dusun 13 dan 14 Desa Selat Beting yang diduga limpahan air dari PT Paten Alam Lestari (PT PAL) Perusahaan Perkebunan Swasta semakin dalam Bang. Dan sampai sekarang Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang terdiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Labuhanbatu, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, demkian juga dengan Ketua DPRD berikut seluruh anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu, tidak ada yang peduli dengan penderitaan masyarakat yang terdampak banjir “ pungkas Syahrial Nasution (Minggu Sore, 03/11/2019-Red).

Syahrial Nasution menambahkan ” Dua hari yang lalu, memang ada bantuan dari PT PAL buat masyarakat dari dua dusun itu berupa beras sebanyak 2,5 Kg Per Kepala Keluarga. Itupun pembagiannya tidak merata, tidak semua masyarakat yang terdampak banjir dapat “ kata Syahrial.

Yang lebih naif lagi menurut Syahrial bahwa pemberian bantuan 2,5 Kg Beras terkesan pilih kasih alias diskriminatif. “ Pemberian beras itu pun dipilih-pilih orangnya. Dan yang lebih ironisnya lagi hingga banjir semakin tinggi dan sudah lebih sebulan lamanya namun Kepala Desa Selat Beting tidak pernah datang untuk menyambangi masyarakatnya yang terdampak banjir ” tambah Syahrial Nasution kecewa.

Menyikapi kondisi masyarakat yang terdampak banjir ini, lagi-lagi Direktur LSM TIPAN-RI Labuhanbatu Bernat Panjaitan, SH, M. Hum angkat bicara ” Sungguh sangat keterlaluan sikap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berikut jajarannya serta seluruh anggota DPRD Labuhanbatu yang belum juga peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir tersebut. Apakah ketika perlu dengan suara masyarakat untuk kepentingan Pileg dan Pilkada saja baru ada rasa kepedulian, dan setelahnya masyarakat tidak dipedulikan lagi ” tandas Bernat Panjaitan berang. (Anto Bangun/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *