108 views

“ Biarkan Masyarakat Yang Menilai “, Ucap Sandiaga Terkait Hasil Debat Cawapres

JAKARTA-LH : Bertempat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/03/2019-Red) berlangsung Debat Pilpres 2019 putaran ketiga atau Debat Cawapres 2019. Debat Cawapres Ma’ruf Amin vs Sandiaga Uno dimulai pada pukul 20.00 WIB. Debat ketiga itu disiarkan langsung oleh Trans TV, Trans 7, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Trans Vision dan detikcom. Debat ini membahas tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. Debat cawapres dipandu oleh Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas sebagai moderator.

Ada sembilan panelis yang ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merumuskan pertanyaan dalam debat cawapres. Mereka adalah Samsul Rizal (Rektor Universitas Syiah Kuala), Yudian Wahyudi (Rektor UIN Sunan Kalijaga), Chairil Effendi (Guru Besar Sastra Universitas Tanjungpura dan Dwia Aries Tina Pulubuhu (Rektor Universitas Hasanuddin Makassar). Sedangkan 5 panelis lainnya: Yos Johan Utama (Rektor Universitas Diponegoro), Subhilhar (Guru Besar Fisip Universitas Sumatera Utara), Radhar Panca Dahana (Budayawan), Anis Hidayah (Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care) dan David S. Perdanakusuma (Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia).

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uni melontarkan sejumlah kritikan terhadap pemerintah. Dalam bidang pendidikan, Sandiaga Uno menilai sistem ujian nasional yang saat ini diterapkan merupakan sebuah pemborosan anggaran. Selain itu, sistem ujian nasional berpotensi menimbulkan ketidakadilan terhadap siswa karena kualitas pendidikan di berbagai daerah belum merata. Hal itulah yang menjadi alasan Sandiaga ingin menghentikan sistem ujian nasional. “UN kami akan hapus. Itu salah satu bagian dari pemborosan dan tidak berkeadilan, karena sistem pendidikan kita tidak sama di setiap wilayah,” ujar Sandiaga saat ditemui seusai debat.

Meski demikian, Sandiaga tidak menyebutkan secara spesifik berapa besar pemborosan anggaran dengan adanya penerapan sistem ujian nasional. Ia hanya mengungkapkan, besarnya pemborosan dapat dihitung dan besarannya cukup signifikan. “Kita bisa hitung dan cukup signifikan,” kata dia. Alih-alih menerapkan ujian nasional, Sandiaga lebih memilih untuk menerapkan sistem penelusuran minat dan bakat. Menurut dia, sistem tersebut lebih cocok dan lebih aplikatif saat ini. “Nanti akan kami ganti dengan penelusuran minat dan bakat. Itu lebih cocok dan lebih aplikatif pada saat sekarang,” kata Sandiaga.

Selain itu, lanjut Sandiaga, pihaknya juga akan menerapkan konsep sekolah link and match. Artinya, penyedia lapangan kerja dan pencipta lapangan kerja tersambung dengan sistem pendidikan. “Kami juga memiliki konsep sekolah link and match di mana kita hadirkan penyedia lapangan kerja dan pencipta lapangan kerja tersambung dengan sistem pendidikan,” ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara dalam bidang kesehatan, Sandiaga Uno mengkritik soal sistem BPJS Kesehatan. Sandiaga Uno menyebut bahwa pengelolaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan masih belum maksimal. Bahkan, Sandiaga menyebut bahwa masih banyak peserta BPJS Kesehatan yang belum dijamin pengobatannya.\

Setelah debat cawapres selesai, Sandiaga tak ingin berkomentar soal penampilan dirinya ketika beradu pendapat dengan Ma’ruf. “Saya tidak ingin menilai. Biarkan masyarakat yang menilai. Saya hanya ingin bersyukur semua lancar, biarkan masyarakat yang menilai. Saya ucapkan terima kasih Pak Kyai sudah jadi mitra luar biasa malam ini,” kata Sandiaga di Hotel Sultan , Minggu (17/03/2019-Red) malam.

Sandiaga menilai debat ketiga yang baru saja terlaksana lebih baik dan lebih informatif ketimbang dua debat terakhir. “Format yang terbaru dari KPU bisa menampilkan sesi yang informatif. Dan kita harapkan ini bisa jadi format di debat-debat berikutnya,” ujar Sandiaga. “Dari tiga forum debat (Pilpres 2019), ini mungkin forum yang bisa membantu masyarakat untuk menentukan pilihan secara mantap,” imbuhnya.

Sandiaga berharap pembahasan dalam Debat Pilpres 2019 Ketiga bisa membantu masyarakat untuk bisa memberikan pilihan kepada Prabowo-Sandiaga. “Kami pastikan untuk pemilih yang belum mantap memilih, bisa memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi karena kami fokus menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya. (Raza H/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *