Humbahas Peringkat III Inovasi Tenaga Baterai Pada Jambore Teknologi Tepat Guna (TTG ) Di Tebing Tinggi

HUMBAHAS-LH: Jambore Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dilaksanakan baru-baru ini di Kota Tebing Tinggi berjalan sukses sesuai dengan rencana. Diadakannya Jambore TTG guna menselaraskan sektor pembangunan dan meningkatkan perekonomian masyarakat bidang pertanian di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pada jambore tersebut Pemkab Humbahas membuat terobosan inovasi teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin alat penyiang rumput, mesin pemipil jagung, dan juga mesin pengupas biji kopi yang bersumber tenaga pembangkit mesin dari tenaga baterai. Menurut kadis PMDP2A Eben Vandeik Simanungkalit diruang kerjanya,mengatakan bahwa : “ Humbahas menduduki juara III tingkat provinsi Sumatera utara dari 33 kabupaten/kota,dan selanjutnya pemkab humbahas akan bertanding di tingkat Nasional TTG di Bali pada tanggal 29 Oktober 2018 yang akan datang,” sebutnya.

“Dari tiga jenis teknologi tepat guna yang ikut jambore,TTG Pemkab Humbahas telah mendapat pengakuan di tingkat Provinsi bahkan jadi perhatian pada pagelaran acara tersebut yang diadakan di Kabupaten Tebing Tinggi, sebut Eben Vandeik bila dibandingkan dengan pelaksanaan TTG di Kabupaten Mandailing Natal tahun 2017 pemkab Humbahas berada pada peringkat juara harapan I,dan kesuksesan yang kita raih saat ini tidak terlepas dari peran masyarakat serta didorong oleh pemerintah,” sebutnya.

“ Adapun tujuan inovasi ini untuk meningkatkan hasil pekerjaan petani lebih disederhanakan, cepat, lancar, tepat guna, disisi lain dapat meningkatkan daya dukung sistim pertanian dari sisi esfisiensi , efektifitas, dan produktivitas sehingga hasil produksi pertanian, dengan alat sederhana petani lebih mudah dan terbantu dari segala sisi aktivitas pertanian,dimana alat ini sangat flexsibel dan simpel dibawa langsung kelokasi pertanian,” ujar Eben.

Banjar Marbun Inovator inovasi alat mesin pertanian direncanakan akan mengembangkan alat ini supaya masyarakat petani dalam mengolah lahan ketentuan, pembiyaaan pengembangan alat dimungkinkan bersumber dari dana desa,Akan tetapi, masih perlu berbagai analisa maupun koordinasi antara Organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bersama sama memikirkan dengan harapan akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani, tukasnya.

Senada juga,Herman Damanik, Kaseksi SDA dan TTG DPMDP2A Humbahas menimpali: “ dari inovasi hasil TTG di Humbahas,beberapa desa sudah memamfaatkan pengolahan kompos organik. Dimana mesin pengolahan kompos itu, berfungsi untuk mempercepat proses pembuatan kompos organic. Selanjutnya,dari mesin kompos organik itu, tetap masih dilakukan pemantapan dari sisi saintis, sehingga hasil produksi kompos organik itu, disesuiakan dengan kebutuhan kompos untuk jenis komoditi pertanian dan juga unsur PH tanah,’bahan baku pupuk organik, akan disesuaikan dengan kebutuhan petani. Sehingga bahan baku yang di pelementasikan akan disesuaikan dengan kebutuhan pupuk organik untuk setiap jenis pertanian,” ujar Herman Damanik. (Rijondhy A Siregar/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *