OKNUM PEJABAT TINGGI DI SALAH SATU KEJAKSAAN TINGGI DIDUGA SELINGKUH DENGAN REKAN KERJANYA

JAKARTA-LH: Berita ini menjadi viral di Media Sosial setelah POSBELITUNG.CO memberitakan (Kamis, 13 September 2018 17:41 WIB) dengan judul berita Perselingkuhan Suami dengan Rekan Kerja Terbongkar, Sang Istri Malah Dilaporkan ke Polisi. Yang paling menarik dari berita adalah betapa beraninya wanita selingkuhan oknum pejabat tinggi itu melaporkan istri dari selingkuhannya yang sah. Luar biasa…!

Sebagaimana yang diberitakan POSBELITUNG.CO bahwa menurut pengakuan istri sah Sang Pejabat bernama Bu Irma yang didampingi 2 orang kuasa hukumnya yakni Irfan Gusfiranto dan Rusdi Taher dimana kisah cerita ini berawal ketika Bu Irma menemukan sebuah screenshoot video call suaminya dengan seorang wanita muda di handphone milik suaminya.

Ketika itu, ia langsung menanyakan kepada sang suami terkait siapa perempuan muda tersebut.
Namun sang suami malah mengelak dan mengakui tidak ada hubungan apa-apa antara dirinya dan wanita itu.
Hingga akhirnya Irma pun mendatangi wanita itu dan bertanya langsung. “Saya langsung ketemu sama wanita itu, saya tanya punya hubungan apa sama suami saya? Karena kelihatannya sudah intim sekali, dia malah jawab ‘tanya saja sama suami ibu’ terus saya tanya lagi, memangnya sudah berapa lama? Tapi dia juga mengelak,” jelas Irma sebagaimana dilansir POSBELITUNG.CO.

Sang wanita selingkuhan yang baru berumur 23 tahun awalnya merupakan calon jaksa sekarang sudah dilantik menjadi salah satu jaksa. Irma pun sebelumnya sudah melaporkan perbuatan suaminya dan wanita selingkuhan tersebut ke Kejaksaan Agung atas tindakan perselingkuhan.

Namun, malah kini Irma yang dilaporkan oleh wanita selingkuhan suaminya tersebut ke Polisi karena diduga melakukan pencemaran nama baik karena Irma memposting bukti perselingkuhan suaminya di media sosial. “Sekarang hukumnya dibolak-balik, Irma adalah korban, namun ia dilaporkan ke polisi atas dasar pencemaran nama baik. Klien kami sudah melaporkan kepada kejagung karena secara kode etik ada yang dilanggar,” ucap Rusdi Taher.

Bahkan menurut Rusdi apabila terbukti bahwa keduanya melakukan perselingkuhan maka ada beberapa tindakan yang akan mereka dapatkan, yakni penurunan pangkat, dipindahkan jabatan, pemberhentian secara hormat atas keinginan diri sendiri atau pemberhentian secara tidak hormat.

Rusdi juga menjelaskan bahwa apabila sudah dilaporkan ke Kejagung harusnya ada tahapan mediasi yang dilakukan sebelum keluarnya surat izin cerai dari atasan. “Namun ini tanpa adanya mediasi malah langsung keluar surat izin cerai dari atasannya, ini kami anggap cacat hukum,” ujar Rusdi.

Sang suami dan wanita selingkuhan tersebut pernah membuatkan surat pernyataan dan surat perjanjian bahwa mereka tidak memiliki hubungan apa-apa. Tapi, ternyata menurut Irma meskipun sudah mengeluarkan surat pernyataan dan perjanjian tersebut, si suami malah tetap kembali ke wanita tersebut. Bahkan ia mendapatkan kabar dari salah seorang teman bahwa sang suami masih kerap menjemput si wanita selingkuhannya dan kembali menggugat cerai sang istri sah.

Setelah kejadian ini berlanjut, dampak negatifnya pun mulai terlihat kepada anak kedua dari Irma dan suaminya. “Dari pernikahan kami punya 4 orang anak, anak yang kedua ini lelaki usianya 11 tahun karena dia yang paling dekat dengan ayahnya sekarang psikisnya agak terganggu, sering teriak-teriak di sekolah dan membenturkan kepalanya ke tembok di sekolah dan teriak ‘saya ga pingin punya ayah, saya benci ayah’,” kata Irma.

Memang sang suami sudah sekitar 8 bulan tidak menjenguk anak-anaknya dan rencananya kuasa hukum Irma pun akan melaporkan suaminya ke polisi atas tuduhan penelantaran anak.

Kisah perselingkuhan seperti ini cukup banyak terjadi di kalangan pejabat dan ASN. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Banyak alasan sekaligus jawaban yang bisa didapatkan atas pertanyaan itu. Ada yang mengatakan bahwa karena rutinitas pertemuan yang terus menerus sehingga timbul rasa saling senang. Alasan ini didukung sebuah pameo Jawa yang mengatakan “ Witing Tresno Jalaran Soko Kulino “ yang artinya Cinta Tumbuh Karena Sering Ketemu. Masih banyak alasan lainnya, namun apapun alasan itu bahwa perselingkuhan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun apatah lagi itu dengan milik orang lain. (Rz/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *