Latihan Kepemimpinan Oleh Himpunan Mahasiswa Riau Jakarta (HIPERMARI) Pada Tanggal 24 – 25 Maret 2018di Bogor “Membentuk Pribadi Yang Berjiwa Leadership“

BOGOR-LH: Dalam rangka menindak lanjuti Rencana Kerja Tahunan ( RKT ) Tahun 2018 khususnya mengenai Pembinaan Mahasiswa Riau di Jakarta dan Organisasi Mahasiswa Riau di Jakarta, Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Riau menunjuk Himpunan Pelajar Mahasiswa Riau ( HIPEMARI ) untuk melaksanakan kegiatan berkaitan dengan agenda dalam AD/RT yang ada.

Setelah melakukan pertemuan dengan HIPERMARI pihak Badan Penghubung Riau meminta agar HIPEMARI mengajukan Proposal untuk kegiatan itu. Ditetapkanlah pelaksanaan kegiatan itu pada hari Sabtu tanggal 24 s/d 25 Maret 2018 bertempat di Puri Avia Bogor Jawa Barat.

“Membentuk pribadi yang berjiwa leadership” adalah nama dalam kegiatan itu. Ketua Umum HIPEMARI Sdr. RISKI BERADAT menjelaskan kepada LH : “ kami generasi muda yang berasal dari Riau merasa ikut bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi di Riau sehigga kami akan ikut berperan aktif dalam mengkritisi jika ada kebijakan yang yang tidak pro rakyat,” ucapnya tegas.

Pihak Badan Penghubung Riau juga terlibat langsung dalam acara tersebut nampak hadir Kepala Badan Penghubung PemProv Riau Dra. T. Fawani Delifia, ME, Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan masyarakat BOY SURYA GAUTAMA, Msi , Kasubbag Tata Usaha ( TU ) R. YUSMAY RIDWAN, S.AP Kasubbid Keuangan dan Perlengkapan MAYA LIDYASARI dan staf dari Badan Penghubung.

Kepala Badan Penghubung Pemprov Riau dalam sambutannya mengatakan : “ bahwa Badan Penghubung sangat bangga kepada anggota HIPERMARI yang hadir karena begitu serius dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti acara Latihan Kepemimpinan itu semoga kiranya kedepan dapat dilaksanakan lagi kegiatan kegiatan yang lebih baik lagi.”

Saat pihak LH mewawancarai KETUM HIPEMARI periode 2017 – 2018 Sdr. RISKY BERADAT menjelaskan bahwa acara Latihan Kepemimpinan itu dilakukan untuk menambah wawasan dan Pengetahuan anggota juga agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan bermartabat. “ Kami berterima kasih pada Pemprov RIAU dalam hal ini Badan Penghubung RIAU yang mau membantu dan berperan aktif pada kegiatan HIPEMARI,” tambahnya.

Kegiatan Latihan Kepemimpinan itu juga merupakan pembekalan ilmu mengenai Kinerja dan Fungsi bagi Organisasi kedaerahan bagi daerah asal dari beberapa narasumber.

Salah satu narasumber yang mengisi acara itu adalah DIR. INVESTIGASI INDONESIA LAW ENFORCEMENT ( ILE ) BAGUS TARADIPA, SH / REDAKSI LH , materi yang disampaikan adalah Refitalisasi dan Fungsional Organisasi Kedaerahan untuk membangun daerahnya secara cerdas, kreatif dan inofativ.

Dalam sesi tanya jawab itu anggota HIPEMARI focus menanyakan “ masalah sikap dari Pejabat yang ada di Pemprov Riau yang terkadang menganggap mahasiswa itu ancaman karena selalu mengkritik apapun kebijakan yang dilakukan Pemprov RIAU, terkesan mereka tidak ingin dikritisi “ pertanyaan dari GUNTUR , Jawaban yang diberikan oleh BAGUS TARADIPA, SH dilakukan secara random, karena pertanyaan senada juga disampaikan anggota lain. “ Kita sangat membutukan Pemimpin yang Pinter merasa bukan Merasa Pinter. Sebagai kaum intelektual kita tidak boleh terpancing emosi karena fungsi dari gerakan yang dilakukan adalah demi kebaikan dan kemajuan daerah RIAU, Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau menerima kritikan yang membangun juga masukan dari semua golongan jika itu di anggap tepat dan bermanfaat. Gerakan Mahasiswa sebaiknya juga Equalty before the law ( azas pra duga tidak bersalah ) sehingga tidak membuat gerakan itu cacat hukum, artinya harus dilakukan secara santun dan terhormat karena semua di atur dalam Undang Undang. HIPERMARI jangan menggunakan cara cara yang vulgar dan arogan karena sudah pasti akan merugikan kalian sendiri yakin dan percayalah bahwa Allah SWT akan melindungi dan menjaga keselamatan kita,” ungkap BAGUS TARADIPA,SH.

Pada sesi jawaban dan kesimpulan Sdr. BAGUS TARADIPA, SH menyampaikan situasi yang terjadi akhir akhir ini di RIAU . “ Ironis memang kondisi yang terjadi di RIAU berkaitan dengan langkanya Bahan Bakar ( BBM ) Premium dan mahalnya harga Bahan Bakar Khusus ( BBK ) Pertalite dan Dexlite di RIAU. Sebagai Penghasil Minyak Bumi tebesar justru masyarakatnya harus membayar Pertalite dan Dexlite lebih mahal dibandingkan daerah lain di Indonesia. Ada indikasi bahwa Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menerapkan Perda nomor 4 tahun 2015 perubahan Perda nomor 8 tahun 2011 tentang pajak daerah. Khusus penerapan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB), artinya pemerintah daerah Riau sengaja menaikkan harga Pertalite sesuai dengan Perda yang ada untuk mengenjot sektor pendapatan asli daerah. Jika harga Pertalite di Jakarta hanya dipatok sekitar Rp 7.500 per liter, namun harga Pertalite di Riau justru dibanderol seharga Rp 7.900 per liter. Harga ini merupakan harga jual tertinggi nasional, yang juga dirasakan oleh warga Kepulauan Riau. Berdasarkan daftar harga Bahan Bakar Khusus (BBK) yang dikeluarkan Pertamina secara nasional 2 Mei 2017 lalu, Pertalite yang dijual di Riau dan Kepulauan Riau dibanderol dengan harga Rp 7.900 per liter. Padahal di DKI Jakarta, Pertalite dijual Rp 7.500 per liter dan di Papua Barat hanya dipatok seharga Rp 7.700 per liter. Semoga Masyarakat RIAU akan mendapatkan Pemimpin yang berpihak pada rakyat kecil, jujur , bermartabat dan yang utama bertaqwa pada ALLAH SWT “ tegas Sdr. BAGUS TARADIPA, SH

Selepas makan siang acara Latihan Kepemimpinan itupun selesai, dan semoga diskusi masalah kepemimpinan tidak berakhir berbarengan dengan akhir dari acara pelatihan itu tetapi akan diteruskan pada tingkatan juga pengambil keputusan di RIAU, Semoga… ( GUS-RED ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *