Karena Diduga Lakukan Penipuan Terhadap Nasabah Dengan Modus Gunakan Perusahaan Lain, Oknum Eks Karyawan Meikarta “Pasutri” Dilaporkan Ke Polisi

FOTO LUHUT & ISTRI KE 2 OKK

JAKARTA-LH: Berkeinginan punya rumah sendiri walaupun kredit menjadi dambaan banyak orang. Demikian pula halnya keluarga Pak Panggabean yang tinggal di Rawa Bebek Bekasi Barat. Keluarga sederhana ini telah tergiur dengan tawaran rumah kredit murah dari Pasutri (Pasangan Suami Istri-Red) berinisial PP alias LP yang didampingi istri keduanya berinisial Rus alias IL. Mereka menawarkan perumahan GRAND CIKARANG VILLAGE dibawah naungan PT. PURNAMA KARYA BERSAMA. Tidak tanggung-tanggung, akhirnya Kelarga Pak Panggabean langsung memboking 4 kavling dan menyerahkan uang bookingnya kepada Pasutri ini yaitu untuk atas nama Pak Panggabean dan 3 anaknya yang sudah bekerja.

Seminggu kemudian sesuai janji Pasutri ini, Keluarga Pak Panggabean meminta bukti pembayaran booking yang asli dari perusahaan pengembang namun hanya diberikan kwitansi biasa tanpa ada logo dan stempel perusahaan. Dalam Kwitansi Booking tersebut tertulis nama Pengembang: PT. MANDIRI PUTRA JAYA. “Semua seperti ini Lae, dan nanti kita ganti “ kata PP pada waktu itu sebagaimana ditirukan Pak Panggabean kepada Liputan Hukum (01/03/2018-Red).

Kejadian yang aneh dan janggal lagi, sebagaimana dihaturkan Pak Panggabean bahwa lokasi perumahan yang sudah disurvei bersama PP dan akhirnya dibayar boking fee nya sudah diambil oleh orang lain. Atas keanehan ini, dengan enteng PP menjawab “ Kita ganti yang sebelahnya aja Lae “ kata PP seperti ditirukan Pak Panggabean. Dan akhirnya pengganti yang dimaksud pun akhirnya diambil oleh orang lain lagi.

Atas kejadian ini, Pak Panggabean mulai curiga. Puncaknya ketika PP sudah tidak mau dihubungi lagi melalui phonselnya. Akhirnya, Pak Panggabean melacak Pasutri ini. Rumah kediaman mereka sudah kosong. “ Orangnya sudah pindah Pak. Mereka Cuma ngontrak disini “ kata tetangganya sebagaimana ditirukan Pak Panggabean.

Akhirnya, setelah melacak kemana-mana Pak Panggabean menemukan PP dan Istri Keduanya di Kantor Meikarta Lippo Cikarang. Disana terjadi perdebatan, hingga akhirnya PP pergi menghindar dan tinggallah Pak Panggabean bersama Rus. Rus pun akhirnya pamit dan meninggalkan Pak Panggabean sendiri. Tidak terima diperlakukan seperti itu, akhirnya Pak Panggabean melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya ke Pihak Manajemen Meikarta. Akibatnya, PP dipecat dari perusahaan itu.

Tidak hanya sampai disitu, keesokan harinya Pak Panggabean melaporkan kejadian yang menimpa keluarganya ini ke Polsek Cilincing Jakarta Utara dengan LP Nomor: LP/1186/K/X/2017/SEK.CIL. Pelaporan dilakukan ke Polsek Cilincing karena Transaksi pembayaran E-Banking dilakukan disekitar Jl. Raya Cacing KM 4, Cilincing, Jakarta Utara. Pihak Polsek Cilincing pun langsung bekerja dengan memanggil dan memeriksa Pihak-pihak yang dianggap terkait dengan kasus ini dengan status semua masih sebagai saksi khususnya Saksi dari Pihak Korban.
Menurut keterangan dari Pihak Penyidik Polsek Cilincing, mereka mengalami kesulitan untuk memanggil pelaku (Pasutri-Red) karena alamatnya yang tidak jelas alias berpindah-pindah. Termasuk dalam hal ini untuk menyampaikan Surat Panggilan.

Adapun nilai kerugian materiil yang dialami oleh Keluarga Pak Panggabean atas kejadian ini sebesar Rp 9.000.000,. (Sembilan Juta Rupiah). Namun selain kerugian Materiil, menurut penuturan Pak Panggabean mereka mengalami kerugian Inmateriil (Moril) yang luar biasa. “ Kalau kerugian materiilnya ya yang Sembilan juta rupiah itu Pak. Tapi yang paling membuat kami terpukul akibat kejadian ini adalah Moril. Belum lagi waktu saya habis mengurus ini dan mencari orangnya kemana-mana. Padahal kan saya harus narik (Taksi-Online) untuk menafkahi keluarga saya sehari-hari. Semua jadi tersita karena perilaku si PP alias LP bersama istri keduanya ini “ pungkas Pak Panggabean dengan geram (01/03/2018-Red)

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada PP alias LP melalui Phonselnya (081295248XXX), nomor yang dituju sudah tidak aktif. Demikian pula Rus, yang bersangkutan tidak mau menerima telepon Phonselnya. (J.Dame P./Red)

2 thoughts on “Karena Diduga Lakukan Penipuan Terhadap Nasabah Dengan Modus Gunakan Perusahaan Lain, Oknum Eks Karyawan Meikarta “Pasutri” Dilaporkan Ke Polisi

  1. Selamat Pagi semuanya :
    Perkenalkan Saya :
    Parno P Pasaribu

    Untuk mengenai berita konyol ini yg sifatnya merugikan sepihak akibat keegoisan sendiri dan merasa dirinya paling hebat,alangkah terlebih dahulu masalah tersebut di pelajari apakah sudah terkait dengan pelanggaran,Karena tindakan yg konsumen buat ini sangat merugikan orang dengan sipatnya mencemarkan nama baik ?
    Judul berita yg di muat juga Kata DIDUGA sudah berani menyebarkan berita ini ?
    Teringat masalah kerugian dimana saudara merasa di rugikan,Konsumen Baru hanya bayar bokingan,uang materai dan pembukaan rekening,Dan dari uang bokingan juga pak Panggabean (Bpk dari konsumen) kebagian 100/unit dan potong langsung saat boking.Teringat kwitansi sangat umumnya juga di pergunakan sementara kwitansi biasa,Dan juga karena ada kesepakatan dari kedua belah pihak bahwa sementara di gunakan kwitansi biasa,Bukan berarti mereka gak di ambil rumahnya,Hasilnya salah satu dari keluarga mereka sendiri juga sudah ada yg sampai SP3K di proses KPR nya,Kalau tidak ada kesepakatan tidak mungkin juga merek sampai memberikan uang tersebut kepada saya walaupun itu pakai kwitansi biasa ,Kemudian setelah konsumen memboking dan berkas pun mulai saya lengkapi tiba-tiba konsumen ingin mengundurkan diri dan menurut aturan yang sudah kita tetapkan jika konsumen mengundurkan diri maka uang bokingan dan uang muka 100% Tidak dapat dikembalikan dan aturan ini juga terlampir di brosur, Berjalan waktu beberapa hari saya ketemu dengan konsumen ini di lokasi dan saya ikut mobil mereka kemudian disaat kami pulang Tas Laktop saya ketinggalan di mobil mereka yg berisikan Laktop dan 3 berkas mereka beserta uang dengan sebesar 5 jt Rupiah,Setelah keesokan harinya saya meminta tolong dengan teman saya mengambil Itu tas dari Panggabean dan sesampainya kesaya berkas tersebut di ambil Tampa sepengetahuan saya Kemudian uang tersebut juga tidak ada di dalam tas tersebut (Teringat masalah uang yang hilang tadinya tidak terlalu saya permasalahkan karena tadinya saya berniat mengabaikannya),Jadi kalau sudah begini siapa yg salah ?
    Karena saya sudah tidak lagi bisa memproses berkasnya karena berkas tersebut sudah di ambil oleh pak Panggabean Tampa sepengetahuan saya dari tas saya seperti apa foto berkas yg sudah di lampirkan dia diatas itu bukti nya bahwa berkas tersebut ada di tangan pak Panggabean ”
    Setelah berkas di ambil kami pernah ketemu di tempat kerja saya saat di meikarta dan kami membahas masalah ini yg akibatnya sampai saya di pecat dari kerjaan saya ,Akibatnya semua pendapatan saya hilang dan fee penjualan saya ratusan juta hilang akibat saya di pecat akibat tindakan mereka dan mereka menekan saya dengan menudu sebagai penipu dan telah mengancam saya untuk mempublikasikan bahwa saya penipu ? Saya tidak tau tujuan mereka ini apa,Jika mereka ingin minta di kembalikan uangnya kan kesalahan ada di mereka karena mengundurkan diri dan berkasnya di ambil secara paksa tanpa sepengetahuan saya ?
    Ini tujuannya hanya ingin memeras saya dengan modus yang mereka buat,
    Tapi dengan kejadian ini pasti akan saya selesaikan seperti tindakan yg mereka buat,karena ini sudah terlalu berlebihan merugikan saya pribadi ”
    NB:Jangan katakan saya tidak bisa di hubungi,Sebenarnya konsumen tidak pernah hubungi saya.
    Hp saya udah 7 tahun nomornya gak pernah ganti dan aktif selalu
    081210888430
    Parno Parluhutan Pasaribu

    Terima kasih

    1. Yth.
      Bapak Parno Parluhutan Pasaribu

      Salam Redaksi,
      Sehubungan komentar Bapak tertanggal 04 Maret 2018 terkait pemberitaan kami tertanggal 3 Maret 2018 dengan judul berita “Karena Diduga Lakukan Penipuan Terhadap Nasabah Dengan Modus Gunakan Perusahaan Lain, Oknum Eks Karyawan Meikarta “Pasutri” Dilaporkan Ke Polisi” perlu kami beri apresiasi dan tanggapan balik sebagai berikut:

      1. Mengenai keberatan Bapak atas pemberitaan dan atau materi pemberitaan kami membuka diri untuk memberikan HAK JAWAB dan HAK KOREKSI sebgaimana amanah UU Nomor 49 Tahun 1999 Tentang Pers;
      2. Pada saat menjelang pembuatan berita dan menjelang penayangan berita, kami memang sudah menghubungi Bapak ke nomor phonsel (081295248944) yang diberikan wartawan kami sesuai yang kami buat di alinea terakhir berita (yang dalam berita kami tulis 081295248XXX) dan pada saat kami hubungi berkali-kali tidak aktif. Kami menghubungi Bapak pada waktu itu dengan tujuan untuk konfirmasi dan atau klarifikasi demi pemberitaan yang obyektif dan berimbang terkait data dan bahan berita dari salah satu wartawan kami pada waktu itu ;
      3. Untuk semua itu, kami tetap akan membuka diri kepada siapapun termasuk kepada Bapak untuk memberikan HAK JAWAB dan HAK KOREKSI terkait pemberitaan kami;
      4. Pertanyaan kami sekarang adalah apakah Komen yang Bapak berikan atas pemberitaan kami tertanggal 4 Maret 2018 merupakan bentuk koreksi dari Bapak ? Kalau Koment itu merupakan Koreksi dari Bapak, apakah kami boleh memberitakannya sebagai bentuk pemenuhan atas HAK KOREKSI dari Bapak ?

      Demikian tanggapan dari kami atas Koment dari Bapak, atas kerja samanya kami haturkan terima kasih dan mohon maaf atas keterlambatan tanggapan ini.

      Jakarta, 16 Maret 2018
      Salam Redaksi

      Ttd.

      Pempred Liputan Hukum
      Raza S. Hasibuan,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *