Demo Lsm GMBI Di Pemkot Kota Bekasi Berakhir Rusuh

BEKASI-LH: Aksi unjuk rasa LSM GMBI Korwil IV yang meliputi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang berakhir ricuh. Ratusan massa LSM GMBI mengamuk di Pemkot Kota Bekasi pada hari Kamis (25/01/2017-Red) tepat pukul 11.07 WIB.

Aksi demo yang di Ketuai Zakaria ini menuntut, Dugaan penyalahgunaan wewenang Pejabat Aparatur Sipil Negara dalam pemberian dan pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak dan Retribusi.

Menurut keterangan Pihak Kepolisian bahwa  aksi rusuh itu terjadi antara GMBI dengan sejumlah ormas gabungan yang juga berada di kawasan Pemkot Bekasi.  Menurut Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan, kerusuhan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan dapat diredam sekitar 30 menit kemudian. Penyebabnya, orasi yang dilakukan pihak GMBI dinilai telah menghina sejumlah ormas lainnya yang berada di kawasan tersebut. 

“GMBI sedang melakukan orasi di depan Pemkot tentang korupsi tapi orasinya dianggap telah menghina ormas lain sehingga memancing kemarahan ormas gabungan,” pungkas Kompol Erna sebagaimana dirilis dan ditayangkan oleh CNNIndonesia.com. pukul 14.02 WIB (25/01/2018-Red).

Ketika GMBI menyuarakan orasinya, lanjut Erna, ormas gabungan yang berada di sana pun melempar botol minuman mineral dari dalam Pemkot Bekasi. GMBI yang merasa tidak terima, pungkas Erna, balas melempari massa yang berada di dalam Pemkot Bekasi. Aksi saling lempar pun akhirnya terjadi dan berlangsung sekitar 30 menit. 

“Kejadian itu akhirnya mengakibatkan banyak kendaraan yang parkir di halaman Pemkot jadi kena sasaran batu, pecah kaca dan hancur. Namun situasi sudah dapat diredam oleh aparat gabungan,” ungkap Kasubag Humas Polres Bekasi Kota itu. 

Secara kronologis, Massa aksi GMBI tiba di pintu depan samping Pemkot Bekasi dengan menggunakan satu unit mobil komando dan kendaraan Roda 4 sebanyak 70 unit dan Roda 2 sebanyak 150 unit. Tiga orang dari kelompok tersebut pun melakukan orasi di depan Pemkot Bekasi. Usai ketiga orang tersebut melakukan orasi, kerusuhan pun terjadi.  Aksi saling lempar itu mengakibatkan sebanyak 16 orang dari GMBI alami luka-luka. Luka kebanyakan dialami pada bagian kepala akibat lemparan batu,” lanjut Erna. (Fahdi R/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *