SADIS…!!! Mayat Gadis Cilik Kelas 3 SD Diduga Kuat Korban Pemerkosaan & Mutilasi Ditemukan Ditengah Kebun Sawit Desa Sibito-Labura

FOTO MAYAT GADIS CILIK

LABURA-LH: “ Sadisss… Kejam…. Biadab..!” itulah kata-kata yang terdengar dari para warga khususnya Warga Masyarakat Desa Sibito, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Mereka begitu terpukul dan ketakutan atas peristiwa penemuan mayat Gadis Cilik bernama Siti Nurhasanah Boru Sipahutar ( 9 Tahun) yang baru duduk dibangku Kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sibito itu.

Anak dari pasangan Suami-Istri Dullah Sipahutar dan Rohimah Boru Tanjung warga Dusun 1 Andorsoit- Desa Sibito ini hilang sejak Jum’at (10/11/2017-Red) dan baru ditemukan mayatnya dalam kondisi yang sangat mengenaskan seminggu kemudian (17/11/2017-Red). Mayat Gadis Cilik ini ditemukan oleh Masyarakat Desa Sibito berawal dari informasi Pekerja Kelapa Sawit yang mencium bau busuk yang sangat menyengat begitu yang bersangkutan hendak bekerja di Kebun Sawit milik Khairuddin Siregar. Pekerja lepas yang enggan disebut namanya tersebut kemudian melaporkan kejadian ini kepada warga Dusun 1 Andorsoit dan kemudian warga bersama Kepala Desa Sibito Budi Pasaribu meninjau lokasi yang dimaksud yang jaraknya kurang lebih 1 KM.

Setelah dijelajahi dan ditelusuri bau busuk yang menyengat tersebut, akhirnya benar ditemukanlah mayat Gadis Cilik Siti Nurhasanah itu ditengah Kebun Kelapa Sawit dalam kondisi yang sangat mengenaskan. “ Mayat dalam keadaan telentang, telanjang, kedua tangan sudah tidak ada, kepala sudah berpisah dengan badan, isi kepala sudah tidak ada, kondisi jasadnya sudah menghitam sebahagian “ ungkap salah seorang tokoh masyarakat sekitar yang mengaku turut menyaksikan dan enggan disebut namanya (19/11/2017-Red).

Secara kronologis, menurut cerita warga setempat yang juga tidak mau namanya dicantumkan dalam pemberitaan ini bahwa pada hari Jum’at Sore (10/11/2017-Red) Almarhum Gadis Cilik ini pergi bermain dengan dua orang temannya sebaya (Satu Wanita dan Satu Lagi Pria-Red). Disaat mereka bertiga sedang bermain tiba-tiba mereka bertiga melihat ada Seekor Burung Elang terbang rendah dan seekor lagi masih kecil diduga anak dari Burung Elang yang terbang rendah tersebut. Tertarik dengan pemandangan aneh tersebut kemudian ketiga Anak Cilik yang sedang bermain ini mengejar anak burung tersebut. “ Semakin dikejar, anak burung tersebut sambil melompat-lompat semakin menjauh. Kemudian kedua teman almarhum berhenti mengikutinya karena capek dan pulang ke rumah masing-masing. Sementara almarhum terus mengejar burung tersebut “ pungkas Sang Warga yang enggan disebut namanya ketika dikonfirmasi melalui Phonselnya (19/11/2017-Red).

Akibat kejadian ini, warga masyarakat Desa Sibito dan Desa Tetangganya (Desa Simonis, Desa Rombisan, dan Desa Poldung-Red) mengaku resah dan ketakutan. Menurut pengakuan beberapa warga yang sempat dikonfirmasi bahwa mereka sangat trauma dengan kejadian ini. Terlebih-lebih kurang lebih setahun sebelumnya ada peristiwa pembunuhan sadis juga yang terjadi di Desa ini dimana korbannya dibakar dan sampai saat berita ini ditayangkan belum juga terkuak siapa pelakunya. “ Kami betul-betul ketakutan Bang akibat kejadian ini. Apalagi kurang lebih setahun yang lalu ada juga pembunuhan sadis di Desa ini dengan membakar korban dan sampai saat ini belum terbongkar siapa pelakunya “ pungkas salah seorang warga kepada Liputan Hukum (19/11/2017-Red).

Saat melakukan pencarian Gadis Cilik yag hilang ini, keesokan harinya setelah hilang (Sabtu, 11/11/2017-Red) seorang warga sukarelawan Ali Amor Munteh (30 Tahun) warga Desa Simonis Kecamatan Aek Natas turut korban saat mencari Siti Nurhasanah. Ali Amor hilang ditelan Sungai Aek Natas saat menyelam mencari Siti yang hilang. Jasad Ali Amor baru ditemukan 3 hari kemudian sudah jauh di hilir sungai tepatnya antara Desa Adian Torop dan Desa Ujung Padang Kecamatan Aek Natas.

Informasi terkini tentang kejadian ini bahwa oran tua korban (Dullah Sipahutar) pada hari Senin (20/11/2017-Red) telah membuat Laporan Polisi (LP) ke Polsek Aek Natas Labura. Kemudian menurut informasi yang diterima hari ini Selasa (21/11/2017-Red) akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan pelapor sekaligus mengajukan Surat Permohonan Autopsi dari Kedua Orang Tua Korban yang didampingi Keluarga dan Warga Sibito di Polsek Aek Natas Resort Labuhanbatu. (Redaksi) 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *