Petualangan Setnov Berakhir Di Hotel Prodeo KPK

FOTO TSK SETNOV

 

“Tim Dokter RSCM Menyatakan Tidak Ada Indikasi Lagi Buat Rawat Inap,” Ujar Direktur Utama RSCM, Dr Czeresna Heriawan Soejono, Dalam Konferensi Pers Bersama KPK Di RSCM, Jakarta, (Minggu Malam, 19/11/2017-Red).

JAKARTA-LH: Setelah kembali ditetapkan menjadi Tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Kasus E-KTP (Juma’t, 10/11/2017-Red), dipanggil selalu mangkir, dijemput paksa malah menghindar, berlanjut dengan kecelakaan tunggal, akhirnya Ketua DPR-RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Minggu Malam, 29/11/2017-Red) resmi ditahan di Rutan KPK. Penahanan ini dilakukan setelah Tim Penyidik KPK berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Tim Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Setnov demikian panggilan krennya, yang tengah menjalani perawatan di RSCM Kencana, Jakarta, diboyong penyidik KPK dengan menggunakan kursi roda. Tindakan ini dilakukan setelah tim dokter RSCM maupun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa Setya Novanto tidak perlu lagi dirawat inap. “Tim dokter RSCM menyatakan tidak ada indikasi lagi buat rawat inap,” ujar Direktur Utama RSCM, dr Czeresna Heriawan Soejono, dalam konferensi pers bersama KPK di RSCM, Jakarta, (Minggu, 19/11/2017-Red).

Setya Novanto berada di RSCM Kencana sejak Jumat hingga Minggu 17-19 November 2017. Dia dirawat di lantai 7, kamar 705, dengan kelas Very Important Person (VIP). Sebelumnya, Setya Novanto sempat menjalani perawatan di RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan setelah mengalami kecelakaan. Mobil Fortuner B 1732 ZLQ yang ditumpanginya bersama dua orang lain naik ke trotoar di Jalan Permata Berlian. Bagian depan kendaraan itu penyok-penyok, sementara tiang listrik yang ditabraknya masih tegak berdiri, tapi posisinya yang bergeser.

Dalam kondisi diatas kursi roda, Setnov sempat memberikan Keterangan Pers kepada para awak media yang turut mengikuti pemindahannya ke Rutan KPK. “Saya tak menyangka malam ini ditangkap, saya kira masih diberikan kesempatan untuk menjalani proses recovery,” pungkas Ketua Umum Partai Golkar itu sesaat sebelum keluar dari pintu utama gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan (Senin Dinihari, Pukul 01.15 WIB, 20/11/2017-Red).

Setnov menambahkan bahwa KPK tidak memberikan waktu kepadanya untuk proses pemulihan kondisi tubuhnya. Setnov mengaku dirinya masih sakit dan kurang tidur akibat kecelakaan tersebut. “Kondisi saya masih sakit, masih kurang tidur karena tabrakan,” imbuhnya. (Raza/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *