JANJI KAMPANYE ANIES-SANDI TUTUP ALEXIS BENAR-BENAR DIUJUDKAN

FOTO ALEXIS

 

JAKARTA-LH: Salah satu ciri Pemimpin yang Amanah adalah ketika dia konsisten merealisasikan janji-janji kampanyenya setelah dia berkuasa. Hal inilah yang yang menjadi dasar utama Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies-Sandi menutup salah satu tempat hiburan ALEXIS yang telah lama meresahkan masyarakat.

Hanya dalam waktu dua minggu setelah dilantik (Dilantik di Istana Negara oleh Presiden Jokowi 16/10/2017-Red), Anies-Sandi telah menepati janji kampanyenya menutup hiburan yang terkenal kebal hukum itu.

Hotel yang disebut-sebut menyajikan hiburan khusus untuk kaum dewasa itu harus segera menutup usahanya terhitung sejak Senin (30/10/2017-Red). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI (PTSP) tak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis.

Surat permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang diajukan PT Grand Ancol Hotel (pengelola Alexis), tak dapat diproses PTSP berdasarkan surat pada 27 Oktober 2017.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta, Edy Junaedi, membenarkan hal tersebut. “Saya juga sudah laporkan ke Gubernur soal tak diperpanjangnya Izin Usaha Hotel Alexis,” kata Edy kepada para awak media (30/10/2017-Red).

Ada tiga pertimbangan mengapa Kepala Dinas PTSP memilih tak memroses permohonan TDUP pengelola Hotel Alexis.

Alasan pertama, berkembangnya informasi di media massa terkait kegiatan yang tidak diperkenankan dan dilarang di usaha hotel dan griya pijat di Alexis.
Alasan kedua, seharusnya pengelola mencegah segala bentuk perbuatan melanggar kesusilaan dan melanggar hukum yang tersiar di berbagai media massa.
Alasan ketiga, pemerintah berkewajiban mengawasi dan mengendalikan kegiatan kepariwisataan dalam rangka mencegah dan menanggulangi dampak negatif bagi masyarakat luas.

Edy Junaedi menambahkan, bahwa izin usaha Alexis sudah habis sejak September 2017. Konsekwensinya ketika perpanjangan izinnya tidak bisa dikabulkan maka Pihak Pengelola harus siap menutup usahanya. “Sebuah usaha kan tak akan bisa berjalan tanpa izin usaha,” pungkas Kadis PTSP itu dengan tenang.

Berbagai Pihak menyambut baik penutupan Alexis. Salah satunya adalah Sodik Mudjahid. Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI ini mengapresiasi kebijakan Gubernur Anies Baswedan ini yang telah menghentikan izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis. “Salut untuk Anies atas konsistensinya dalam hal (penutupan) Alexis dan dalam reklamasi,” kata Politikus Partai Gerindra ini saat dikonfirmasi wartawan (30/10/2017-Red).

Sodik menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta harus memperkuat Perda yang mengatur tentang larangan prostitusi. Hal ini penting untuk penertiban dan menimbulkan efek jera kepada para pelaku terutama Pihak Pengusahanya.

Berbagai Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama yang sempat diwawancarai Liputan Hukum terkait Penutupan Alexis, yang umumnya pada enggan disebut namanya juga menyambut antusias sekaligus memberi apresiasi atas penutupan tempat hiburan ini. ” Kita bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada Pak Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah berani dan tegas menutup Alexis ” ungkap salah seorang Tokoh Betawi yang enggan disebut namnya di Pancoran Jakarta Selatan (30/10/2017-Red). Hal senada juga disampai seorang Ibu Paro Baya di Bukit Duri Jakarta Timur. ” Alhamdulillah Tempat Hiburan itu (Alexis-Red) ditutup Pak Gubernur. Anak perempuan saya termasuk korban ditempat itu ” kata Sang Ibu yang gak mau disebut namanya dengan genangan air mata di kelopak matanya. 

Sedikit mengenang masa kejayaan Alexis. Alexis mempunyai dua layanan utama yaitu Diskotik di Lantai 1 dan Lokalisasi Kelas Atas di Lantai 7 yang terkenal dengan sebutan ” Sorga Dunia “. Semua tamu yang sudah sampai ke Lantai 7 tidak dibenarkan menggunakan kamera apapun termasuk Handphone. Begitu ada yang menggunakan pasti langsung diambil Pihak security. Di Lantai 7 inilah terjadi perdagangan PSK High Class.

Masyarakat luas umumnya mengapresiasi penutupan Alexis oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Namun pertanyaan yang muncul kemudian adalah Kapan giliran lokasi-lokasi lainnya yang masih terpampang di setiap sudut, khususnya yang ada di Jakarta, yang mempunyai fungsi dan peran yang sama dengan Alexis? Masih Ribuan Alexis-alexis lainnya di Jakarta yang dapat merusak moral bangsa ini yang terkenal religius, beradat, dan beradab yang semuanya dihimpun dalam niali-nilai Pancasialis.  (Rz/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *