DARI BATAM UNTUK INDONESIA, BERLIAN (BERANTAS LINGKARAN NARKOBA) CINTA NEGERI LENYAPKAN NARKOBA

PRESIDEN BERLIAN:
“ Banyak Orang Yang Membenci, Memusuhi, dan Menyatakan Ikut Memberantas Penyalahgunaan Narkoba, Tetapi Justru Memakai Narkoba. Mengapa Demikian? “

BATAM-LH: Semangat anak negeri untuk terlibat secara teroganisir dalam upaya pemberantasan narkoba muncul dari salah satu gerbang pintu masuk Nusantara. Berada di dasar selatan peta Indonesia. Sebuah pulau yang berhadapan langsung dengan negeri Singapura. Optimis megenerasi bangsa untuk ambil bagian dalam menjaga generasi penerus bangsa dari jeratan narkoba. Melahirkan gerakan untuk memberantas lingkaran narkoba dalam bentuk wadah Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Berlian atau Berantas Lingkaran Narkoba.

Berpusat jauh dari ibu kota negara, Berlian memilih untuk membuka kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Berlian bermarkas di kota industria kota Batam, Kepulauan Riau. Bukan tanpa alasan. Presiden Berlian Akhmad Rosano memaparkan bahwa Batam sebagai pintu gerbang masuk ke Indonesia, ternyata dijadikan mafia narkoba sebagai kota transit dalam alur distribusi jaringan narkoba yang bersumber dari luar negeri.

Batam dengan predikat kota industri dan selalu masuk tiga besar sebagai kota penyumbang jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Tidak hanya menjadi magnet bagi para investor bisnis.Tapi juga membangunkan para mafia narkoba untuk turut serta menjadikan Batam sebagai salah satu area transit favorit selundupan narkoba sebelum masuk kejaringan narkoba seluruh nusantara. “Ini sangat memprihatinkan, Ini musuh besar. Ini ancaman nyata bagi kualitas penerus bangsa Indonesia” tegas Akhmad Rosano.

Pria yang dikenal sebagai aktivis dengan kiprah skala nasional ini, menjadi nahkoda pergerakan LSM Berlian.Yang bibitnya berasal dari kegelisahan dan kekhawatiran bersama anak negeri di Batam yang menyaksikan, betapa setiap hari pemberitaan lokal dan nasional selalu di suguhi dengan berita penyalahgunaan narkoba. “Kita harus bangkit, kita harusbergerak, kita harus bersama membentuk kekuatan sebagai tameng sekaligus sebagai ‘peluru’untuk menembus pergerakan mafia narkoba yang menjadi musuh nyata anak negeri” ucap pria yang dikenal vocal dalam menyuarakan hak hak publik ini.

Akhmad Rosano menjelaskan bahwa Berlian memiliki program program khusus bagi generasi untuk tidak mendekati atau bahkan terjerat dalam penyalahgunaan narkoba. “Berlian adalah lembaga civil society yang mengedepankan dedikasi dalambekerja demi keberlangsungan bangsa dan negara, menegedepankan kepentingan umum masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan Berlian itu sendiri” paparnya.

Berlian yang berkantor pusat DPP Berlian di Glory View Blok B NO 11 Batam Centre Kota Batam Kepulauan Riau itu, seperti yang diungkap presidennya, Akhmad Rosano. DPP Berlian menganut system Shadow of Government atau pemerintah bayangan yang selalu membuka diri dan akan mengembangkan sayapnya keseluruh penjuru tanah air. “Berlian hadir di republik ini karena ada alasan tertentu salah satunya yakni narkoba semakin mengkhawatirkan bagi generasi penerus yang terus meningkat pengguna dan pengedarnya. Kami sebagai dewan pendiri dan seluruh relawan Berlian yang berada di pusat tidak akan kompromi siapapun yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba” jelas Akhmad Rosano.

Sebagai lembaga civil society LSM Berlian bersanding dengan berliannews.com akan selalu tampil didepan untuk mengawasi dan memantau kinerja aparatur negara yang menyimpang khusus terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Berliannews.com akan tampil memberitakan setiap detik tentang peredaran narkoba diseluruh wilayah Indonesia.

Sementara menyinggung semboyan dari LSM Berlian, Ahmad Rosano menyampaikan bahwa “Cinta Negeri Lenyapkan Narkoba, adalah sebuah semboyan Berliandemi bangsa,demi negara, demi kekayaan alam, demi anak anak generasi penerus, demi kita semua, Demi Indonesia ku yang satu yaitu Bhineka Tunggal Ika dan Negara KesatuanRepublik Indonesia, NKRI hargamati ” Sebutnya.

“Apakah ini hanya slogan ? Ataukah Sudah terpatri dalam jiwa Merah Putih ? ini kembali pada kita semua sebagai Rakyat yang merdeka di bumi pertiwi, bumi yg pernah di jajah selama 350 Tahun lamanya. Inilah Indonesia kita memegang Rekor terlama dalam sejarah dunia dan langit Negara Terlama di jajah oleh para ‘bandit’ yg hanya memikirkan dunia semata ” ungkap Ahmad Rosano.

Selanjutnya Rosano melanjutkan “apakah kita semua akan membiarkan ini terjadi di zaman yg serba modern dimana Rakyat Indonesia perlahan lahan di giring pada perubahan sifat Normatika Kebangsaan sebagai Anak bangsa yang saling hormat menghormati dalam ketiadaan perbedaan RAS ? ini kembali pada kita semua untuk bagaimana kita akan buktikan Cinta kita pada bangsa sendiri. ” Sebagai lembaga yang relatif masih baru, Akhmad Rosano menekankan bahwa Berlian akan tetap dengan fokus program yang memberi manfaat langsung terhadap generasi penerus. Selain sebagai tameng bagi generasi penerus, Berlian juga akan menjadi watch dog dalam perkembangan terakhir isu dan fakta seputar penyalahgunaan narkoba diseluruh Indonesia.

“Narkoba adalah salah satu senjata kimia berbahaya yang tidak dimiliki oleh TNI/POLRI tapi di miliki dan di produksi oleh negara negara bermental penjajah, apakah kita pernah memikirkan ini tentang kelanjutan penerus bangsa ini, apakah anak cucu kita bebani dengan generasi yang rusak akibat Narkoba ? saya masih punya harapan kuat pada saudara saudaraku semua tentang bagaimana kita berkomitmen memerangi narkoba dari bumi pertiwi” paparnya dengan jelas.

“Ada satu hal yg sangat penting dan perlu saudara garis bawahi bahwa semakin meningkatanya peredaran narkoba ini akibat utamanya di sebabkan para wakil rakyat yg punya kekuatan politik tidak bisa memahami atau belum terpikirkan oleh mereka bahwa narkoba yang di selundupkan masuk ke bangsa ini. Adalah sebuah misi intelijen negara luar yang bekerja sama dengan para mafia narkoba internasional. Para Wakil rakyat hanya sibuk dengan hal hal yg berbau duniawi dan tidak pernah meneliti dan membuat analisa tentang bahaya dan dampaknya pada masa depan NKRI, rata rata wakil rakyat kita hanya bisa mengatakan narkoba itu pelanggaran hukum.Tidak lebih !.” kritik Akhmad Rosano.

“Kalau Wakil Rakyat hanya bisa bercuap cuap tanpa pernah memikirkan jangka panjang bangsa ini, ya hanya kita bisa menghitung hari perjalanan kehancuran bangsa yang kita cintai ini. Kita tahu bersama, bahkan tidak sedikit juga jumlahnya wakil rakyat pengguna narkoba, baik yang sudah diringkus atau bahkan masih ada yang belum tertangkap ”  ungkapnya terhadap wakil rakyat saat ini.

Lebih lanjut Akhmad Rosano mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap isu isu narkoba, Menurutnya jangan hanya apatis dan menyerahkan penanganan narkoba kepada aparat terkait. “Kita tidak bisa hanya menyerahkan pemberantasan narkoba kepada Polri, BNN, & TNI saja. Negara ini membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat untuk cinta negeri denga nmelenyapkan penyalahgunaan narkoba” pungkasnya.

Setelah itu, yang paling utama bagi Akhmad Rosano yakni political will dari pemerintah untuk secara serius dan menyeluruh menjaga aset bangsa paling utama yakni generasi penerus dari jeratan penyalahgunaan narkoba. “Yang paling utama adalah bangsa ini butuh sebuah kekuatan politik untuk memerangi narkoba, tanpa itu kita hanya berperang dengan saudara kita sendiri sementara bangsa produsen narkoba selamat dan bisa menggunakan keuntungan dari bisnis narkoba untuk membiayai program program untuk memecah bangsa yang kita cintai ini ” ucap Rosano.

Mengikuti perkembangan isu narkoba dalam dekade terakhir, presiden DPP Berlian, Akhmad Rosano ‘membaca’ sebuah pergerakan yang sangat layak untuk diwaspadai. Ahmad Rosano melihat ada sebuah agenda besar dari semakin maraknya penyalahgunaan narkoba dinegeri ini. “Narkoba bukan lagi hanya sebuah pelanggaran undang-undang tapi narkoba adalah misi untuk menghancurkan republik ini. Apakah kita mau menyerahkan keanak cucu kita sebuah tongkat estafet berupa bong sabu sabu atau tongkat jarum suntik narkoba ? Lihat saja saat ini, pengedar tengah melakukan regenerasi pecandu dengan menargetkan anak anak sebagai pengguna baru narkoba“ terangnya.

Dihubungkan dengan kualitas bangsa, narkoba menjadi hantu bagi kualitas generasi muda kita, ucapnya. “Bila kualitas manusia bangsa kita rendah, sementara kriminalitas terus meningkat, ekonomi kacau balau, produktivitas menurun, korupsi, kolusi, dan nepotisme meningkat, kehancuran Indonesia tinggal menghitung hari pasti akan terjadi. Oleh sebab itu, masalah narkoba ini haruslah menjadi agenda penting seluruh anak bangsa, harus di sikapi sebagai musuh bangsa. Masalah narkoba ini adalah musuh bangsa yang dapat menghancurkan tujuan proklamasi 17 Agustus 1945. Lalu siapa yang harus menghadapinya? Polisikah? Jaksa dan Hakim? Badan Imigrasi? TNI? Badan Narkotika Nasional? atau Siapa? ” pungkas Akhmad Rosano.

Selanjutnya, ujar Presiden Berlian itu “Sebagaimana nenek moyang kita dulu bersama-sama berjuang melawan penjajah, kali ini pun musuh tidak dapat dikalahkan jika seluruh rakyat tidak berjuang bersama. Perjuangan rakyat tidak boleh sendiri-sendiri, melainkan harus bersama, serentak, dan bahu membahu. Jadi, perang melawan narkoba harus menjadi gerakan nasional.Keluarga Berencana berhasil menurunkan angka kelahiran karena menjadi gerakan nasional. Program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) juga harus demikian.”

“Pemerintah dengan segenap institusinya, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat luas harus menyatu dalam satu gerakan yang terencana, terarah, terpadu, sistematis, dan berkelanjutan dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba sampai tuntas. Gerakan ini bukan gerakan sporadis atau gerakan yang hanya bermuatan slogan saja untuk mencari popularitas semata ” paparnya lebih rinci.

Dilanjutkannya, bahwa pengenalan penyalahgunaan narkoba akan meningkatkan imunitas generasi bangsa. Mereka tidak mudah terjerat, atau dijebak dengan segala modus yang digunakan oleh mafia narkoba. “Ada satu hal yang tidak boleh dilupakan rakyat harus mengenal seluk-beluk narkoba. Hanya rakyat yang mengenal narkoba yang tidak dapat diperdaya oleh sindikat narkoba sehingga dapat ikut berperang dan menang melawan musuh yang namanya narkoba itu. Dalam pertempuran, ada satu syarat yang harus dipenuhi jika ingin menang, yaitu mengenali musuh. Bila tidak mengenali musuh, kita akan mati ditembak oleh lawan yang kita sangka kawan. Banyak orang yang membenci, memusuhi, dan menyatakan ikut memberantas penyalahgunaan narkoba, tetapi justru memakai narkoba. Mengapa demikian?

Hal itu terjadi karena ia tidak tahu bahwa yang dikonsumsi adalah narkoba. la ditipu oleh ‘pedagang’ yang menawarkan food supplement, ‘pil sehat’ atau ‘ pil pintar’ dan berbagai sebutan lainnya. Jumlah korban sudah banyak, tetapi jumlah rakyat yang belum menjadi korban masih jauh lebih banyak, kira-kira 99% Oleh karena itu, sambil memberantas pengedar dan bandar serta mengobati korban yang semakin meluas itu, mari kita selamatkan mereka yang belum memakai narkoba. Caranya adalah dengan menambah wawasan dan membangun kesadaran mereka agar waspada dan tidak terjebak dalam perilaku menyimpang penyalahgunaan narkoba ” Sebut Sang Presiden dengan optimis.

Lahir dan terbentuk dari aktivis pecinta negeri, LSM Berlian (BerantasLingkaranNarkoba) maju bergerak mewujudkan cita cita CintaNegeri LenyapkanNarkoba. BERLIAN Dari Batam Untuk Indonesia, Ayo Berantas Lingkaran Narkoba. (Anto/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *