Perpat Punggur Berang, Lahan Turun Temurun Diusik

“ Pihak perusahaan tidak bisa sesuka hatinya menimbun lahan milik masyarakat, lahan disini milik masyarakat yang dari turun temurun telah dikuasai dan digunakan sebagai mata pencarian para nelayan setempat.” Ujar Yahya, Ketua PAC PERPAT Telaga Punggur.

BATAM-LH: Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Pemuda Tempatan (PERPAT-Red) Kecamatan Telaga Punggur berang atas ulah perusahan PT. Sumber Laut Abadi, pasalnya lahan pemukiman masyarakat secara tiba-tiba ditimbun untuk perluasan galangan kapal milik perusahaan tersebut.

Masyarakat disekitarnya langsung menghentikan truk-truk pengangkut tanah milik perusahaan, mereka kesal terhadap perusahaan yang menimbun tanpa adanya koordinasi antara masyarakat sekitarnya dengan perangkat pemerintah setempat.

“ Pihak perusahaan tidak bisa sesuka hatinya menimbun lahan milik masyarakat, lahan disini milik masyarakat yang dari turun temurun telah dikuasai dan digunakan sebagai mata pencarian para nelayan setempat.” Ujar Yahya, ketua PAC PERPAT Telaga Punggur.

Yahya mengatakan: ” masyarakat disini sudah sejak turun temurun tinggal disini, bahkan lahan disini sudah masuk dalam peta pemetahan lahan Kampong Tua yang diakui oleh Pemerintah Kota Batam dan pihak BP Batam,” ungkapnya.

“ Kami tetap menolak keras bila perusahaan ngotot untuk melakukan penimbunan lahan masyarakat, lahan disini merupakan lahan mata pencarian masyarakat setempat. Disini sumber pengahasilan masyarakat adalah nelayan.” Ujarnya, sembari mengatakan sampai kapan pun tidak ada kata mundur.

Sementara itu ketua RT Telaga Punggur, Samsudin sepakat dengan ucapan ketua PERPAT Yahya, Samsudin mengatakan : ” Disini tanah adalah turun temurun milik masyarakat sekitarnya. Tidak ada disini lahan milik orang luar atau milik perusahaan,” ujar Samsudin.

“ Kami sangat menyesalkan pihak BP Batam bila mengeluarkan PL lahan masyarakat untuk kepentingan perusahan galangan kapal tersebut, seharusnya pihak BP Batam meneliti dulu lahan-lahan yang akan di alokasikan,” Kata Samsudin, RT Telaga punggur yang sudah puluhan tahun mendiami Kampong Telaga Punggur.

Pantauan dilapangan ratusan masyarakat bersama Pemerintah Setempat atau Pihak Kelurahan Telaga Punggur berembuk untuk mencari solusi pemecahan permasalahan, Pihak Kelurahan meminta masyarakat agar menahan diri atas kejadian ini.

Lurah Telaga Punggur bersedia untuk melakukan mediasi antara pihak perusahaan dan masyarakat setempat di Kantor Camat .” Ujar Rudi, Lurah Telaga Punggur. (Gordon/Anto/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *