Keterlibatan Oknum Marinir Yang Diduga Bekingi PT. SGA Di Lahan Sengketa Tanjung Uncang Dilaporkan Ke Danpomal Batam Dengan Tembusan Presiden RI

FOTO TAJUDDIN LAHAN

BATAM-LH: Direktur PT. MANGGALA WAHANA ENERGITAMA (MWE) H. Andi Tajuddin SP, SH, MH akhirnya melayangkan surat ke Danpomal Batam yang berisi Laporan atas adanya Oknum Anggota Marinir yang ikut campur (membekingi-Red) dalam sengketa lahan di Tanjung Uncang antara PT SOLOMON GELOBAL ASIA (SGA) dengan PT MANGGALA WAHANA ENERGITAMA (MWE). Surat Laporan tersebut juga ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Ketua Ombusmen, dan Kapolri.

Dalam Surat Laporannya Direktur PT. MWE menyampaikan bahwa diduga kuat ada beberapa Oknum Anggota Marinir (TNI AL-Red) yang ikut campur membekingi PT. SGA dalam melakukan pemagaran diatas tanah yang sedang dipersengketakan.

Berikut adalah kutipan lengkap Surat Laporan yang dimaksud: “ Saya H. Andi Tajuddin, SP, SH, MH Direktur PT. MWE yang berkantor Operasional di Hotel OASIS Lt.II Batu Ampar. Menyampaikan dengan hormat kepada Bapak Komandan Polisi Militer Angkatan Laut bahwa di lokasi PT. Manggala Wahana Energitama ada beberapa oknum Anggota Marinir yang ikut campur membeking Pt. Solomon Gelobal asia untuk melakukan pemagaran diatas tanah yang bersengketa anatara PT. Solomon Gelobal Asia dengan PT. Manggala Wahana Energitama. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mohon dengan hormat kepada Bapak Komandan POMAL Batam untuk menindak lanjuti laporan kami tersebut jangan sampai terjadi bentrok fisik di lapangan antara pihak PT. Solomon Gelobal Asia dengan Pt. Manggala Wahana Energitama. Bahwa lokasi tempat kejadian peristiwa tersebut di wilayah Tanjung Uncang anata lokasi PT. NIPPON STILL dengan lokasi Asia Fondri yaitu diatas lokasi PT. Manggala Wahana Energitama berdasarkan ijin prinsip No. 025/IP-AP/IV/1992 tgl 2 April 1992. Demikian Laporan kami dan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Batam, 09 Agustus 2017
Hormat Kami
PT. Manggala Wahana Energitama

ttd

H. Andi Tajuddin, SP,SH,MH “

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Pihak PT. SGA yang diwakili oleh Manager Operasional Delon membenarkan tentang keberadaan TNI Angkatan Laut di lokasi tersebut. Namun, menurut Delon keberadaan TNI AL di lokasi tersebut karena ada pengajuan resmi dari instansi terkait untuk pinjam pakai demi kepentingan latihan.

Terkait dengan kepemilikan lahan, Delon mengklaim bahwa lahan tersebut bukan dalam sengketa lagi karena sudah sah menjadi milik perusahaan mereka karena sudah dimenangkan di tingkat Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung, bahkan dalam Peninjauan Kembali (PK)-pun Pihak mereka dimenangkan. (TIM/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *