Pernyataan Tendensius Ketua DPP Nasdem Viktor Bungtilu Dilaporkan Gerindra Ke Bareskrim Mabes Polri

FOTO VIKTOR NASDEM

JAKARTA-LH: Pernyataan Tendensius Ketua DPP Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang langsung beredar luas khususnya di Media Sosial dan Media Masssa berakhir ke ranah hukum. Partai Gerindra melalui salah satu Ketua DPP-nya Iwan Samule melaporkan politisi Partai Nasdem itu ke Bareskrim Polri, Jumat (04/08/2017-Red). Dalam laporannya, Iwan menuding, Viktor menghasut masyarakat untuk melakukan kekerasan dan menebarkan kebencian.

Berbekal rekaman video yang beredar di media sosial serta berita sejumlah media online, Irwan mendatangi Piket Siaga Bareskrim Polri, di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta. “Ada beberapa bagian. Pertama, soal bagaimana Viktor memprovokasi rakyat untuk saling membunuh. Bung Viktor menyatakan, kalau (kelompok ekstremis) datang ke kita, daripada kita yang dibunuh, kita bunuh duluan,” ujar Irwan menirukan perkataan Viktor seusai melapor.

Kedua, dalam video itu, Viktor juga mengatakan, Partai Gerindra adalah partai politik nomor satu yang mendukung kelompok yang menginginkan terwujudnya khilafah di Indonesia. Bagi Iwan, pernyataan Viktor tersebut mencederai kredibilitas partainya. “Karena, di visi misi Partai Gerindra, sudah sangat jelas, mempertahankan kedaulatan dan tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkas Iwan.

Tanda Bukti Lapor (TBL) laporan Iwan tersebut bernomor TBL/510/VIII/2017/BARESKRIM. Adapun, Nomor Laporan Polisi, yakni LP/773/VIII/2017/BARESKRIM tertanggal 4 Agustus 2017 dan ditandangani Iptu Geo Veranza Rinaldy.

Dalam kolom ‘Perkara’, Irwan tercatat melaporkan Viktor atas pencemaran nama baik melalui media elektronik serta penghinaan dan kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Viktor dilaporkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2), Pasal 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sebagaimana telah diketuhui masyarakat luas bahwa Sebuah video pidato Ketua DPP Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat di Nusa Tenggara Timur beredar luas. Isinya, Viktor menuding empat partai yang mendukung berdirinya khilafah di Indonesia. Dalam video berdurasi 02.06 itu, Viktor awalnya menyebut adanya kelompok ekstremis yang tidak menginginkan dasar negara NKRI. Mereka ingin bentuk negara khilafah.

“Mau bikin satu negara, dong mau di negara NKRI, dong mau khilafah. Ada sebagian kelompok ini yang mau bikin negara khilafah,” ujar Viktor dalam video tersebut.

Lalu dia melanjutkan, kelompok-kelompok ini mendapat dukungan politik dari partai. Setidaknya ada empat partai yang disebut Viktor mendukung terbentuknya khilafah. “Celakanya partai pendukung ada di NTT. Yang dukung khilafah ini ada di NTT itu nomor satu Partai Gerindra, nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, nomor empat itu PAN. Situasi nasional ini partai mendukung kaum intoleran,” tegasnya.

Pernyataan Viktor ini telah memicu protes yang semakin meluas baik dari Partai yang ditudingnya maupun dari masyarakat umum. Banyak pihak yang menyayangkan statetment petinggi Partai Nasdem itu.(Raza/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *