Di Pesona Karaoke Permainan Judi Bola Pimpong Terang-Terangan

FOTO GELPER OL OKK

“Disini itu bukan hanya pemukiman masyarakat saja, tetapi sekolah, perguruan tinggi juga ada. Apa jadinya nanti, kalau masyarakat disini dan para mahasiswa ikut bermain bola pimpong..?” Ujar RT yang anti perjudian ini.

BATAM-LH: Pengelola Pesona Karaoke ini terbilang berani dan tidak perduli terhadap lingkungan sekitarnya, walaupun keberadaannya di pemukiman masyarakat dan berdekatan langsung dengan Perguruan Tinggi Putra Batam. Pesona Karaoke terang-terangan menggelar permainan Judi Bola Pimpong.

Diduga omzet dari perjudian bola pimpong ini setiap harinya diperkirakan mencapai ratusan juta per-harinya, pencapaian omzet ratusan juta setiap harinya dilihat dari jumlah orang yang berkunjung ke Pesona Karaoke dan fasilitas gedung yang mampu menampung ratusan orang.

“Kami sedari awal sudah menolak secara keras Pesona Karaoke menggelar perjudian di tengah pemukiman masyarakat Blok 3, tetapi pengelola tetap saja menggelar perjudian bola pimpong, mereka tidak perduli terhadap perangkat masyarakat sekitar sini,” Kata Iwan, ketua RT Blok 3 kepada Liputan Hukum.

Iwan menambahkan bahwa sejak dahulu Pesona Karaoke ini hanyalah karaoke untuk hiburan biasa untuk tamu-tamu lokal maupun tamu luar, sempat tutup sekian lama tetapi buka kembali seperti sekarang ini, namun buka sekarang ini ternyata menggelar perjudian bola pimpong, disinilah yang menjadi persoalan baru bagi masyarakat sekitarnya. Apalagi saya sebagai RT sangat menolak kampung kami di jadikan gelanggang perjudian bola pimpong, “ ungkap Iwan menambahkan.

“Disini itu bukan hanya pemukiman masyarakat yang ada, tetapi Sekolah, Perguruan Tinggi juga ada. Apa jadinya nanti, kalau masyarakat disini dan para mahasiswa ikut bermain bola pimpong,” Ujar RT yang anti perjudian ini.

Tim Penelusuran Liputan Hukum pada hari Kamis (20/07/2017-Red) di Pesona Karaoke yang terletak di Blok 3, ternyata Pesona Karaoke ini persis berdekatan langsung dengan salah satu Perguruan Tinggi terfavorit di Kota Batam. Bukan hanya di tengah masyarakat tetapi berdekatan langsung dengan Perguruan Tinggi Putra Batam.

Gedung Pesona Karaoke ini terbilang besar, sejumlah Ruko menjadi satu gedung, begitu masuk kedalamnya. Terdapat puluhan orang menyaksikan sejumlah layar monitor TV dan muncul nomor yang sedang berputar.

Di lantai paling bawah atau lebih dikenal dengan hall secara terang-terangan sejumlah pemain bebas memasang nomor yang akan dipasang, sejumlah wasit atau ceker siap mendatangi para pemasang nomor tebakan.

“Mau masang ya pak, sekarang periode 51, barusan keluar nomor genap.” Ujar salah seorang wasit atau yang lebih dikenal dengan sebutan ceker itu kepada Tim penelusuran Liputan Hukum malam itu.

Tim Liputan Hukum mencoba memasang tebakan nomor berikutnya, saat itu berjalan untuk periode ke- 51. Ternyata satu tebakan pemasangan dibandrol seharga Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) untuk pemasangan terendah. Dan untuk pemasangan terbesar di bandrol Jutaan untuk satu tebakan.

“Kita punya ijin untuk menggelar bola pimpong ini, ijin lengkap pak. Gak mungkin tempat kita tidak berijin.” Ujar Asia, Manager dan penanggung jawab Pesona Karaoke, kepada Liputan Hukum, Kamis (20/07/2017-Red).

Menurut pantauan Tim Penelusuran Liputan Hukum bahwa pada Kamis malam (20/07/2017-Red) sekitar pukul 22.00 WIB Pesona Karaoke dirazia oleh Satpol PP Kota Batam. (Anto/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *