WALAUPUN STATUS DAN ANGGARAN TURUN, NAMUN KINERJA TETAP OPTIMAL

foto delifia

“ Langkah Awal Setelah Menjabat Sebagai Kepala Kantor Saya Akan Melakukan Perbaikan Kinerja Karyawan Dengan Menerapkan Rasa Tanggung Jawab Kepada Pekerjaan. Hal Ini Penting Sebagai Upaya Untuk Dapat Memberikan Pelayanan Guna Meningkatkan Kwalitas SDM “ Pungkas T. Fawani Delifia

JAKARTA-LH: Meskipun status perwakilan Pemprov Riau di Jakarta turun dari Badan menjadi Kantor Penghubung, namun tidak mengurangi peran dan fungsinya. Hal ini dijelaskan olek Kepala Kantor Penghubung Riau T. Fawani Delifia baru-baru ini di Kantornya yang terletak di Jalan Otto Iskandardinata (Otista) Jakarta Timur.

Bagi Masyarakat Riau yang berada di Jakarta tidak asing dengan Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta yang beralamat di Jalan Otto Iskandardinata No. 107 Jakarta Timur karena inilah Kedutaannya Masyarakat Riau di Jakarta. Namun bagi masyarakat Riau yang berada di Provinsi Riau dari Seluruh Kabupaten Kota mungkin Agak asing kedengarannya tetapi mau tidak mau suatu saat mereka yang ditugaskan ke Jakarta pasti akan berhubungan dengan salah satu SKPD Provinsi Riau yang berada di Jakarta yaitu Badan Penghubung Provinsi Riau.

Sebagaimana diketahui bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dirjen Otonomi Daerah (Otda) DR Sumarsono menyampaikan bahwa keberadaan Kantor Penghubung dan Perwakilan sudah semestinya diseragamkan dengan aturan baru. Ini terkait dengan adanya perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tentang Penyesuaian Kantor Penghubung/Perwakilan, diantaranya cukup dikepalai eselon tiga. Padahal sebelumnya dijabat oleh Eselon II. Kantor Penghubung Riau di Jakarta juga tidak luput dari kebijakan ini.

“Pelaksanaan tugas dan pelayanan di Kantor Penghubung berjalan seperti biasa, tidak berpengaruh dengan turunnya jabatan dari eselon II jadi eselon III,” kata T. Fawani Delifia yang biasa di sapa Delin di Kantor Badan Penghubung Riau, Jakarta, Rabu (08/03/2017-Red).

Sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di Kantor Penghubung Riau di Jakarta sejak institusi itu dibentuk. Ia mengaku tidak menjadi halangan dan kendala untuk memimpin bawahannya, dalam menjalankan tugas dan fungsi di institusi yang ia pimpinan sekarang, yang tugas utamanya adalah memberikan pelayanan kepada para pejabat Riau saat kunjungan ke Jakarta.

“Sebagai perempuan pertama yang menduduki Kepala Kantor Penghubung, bukan berarti beda dengan pejabat sebelumnya. Sampai saat ini semua berjalan lancar, disiplin waktu dan kerja terus kita tingkatkan dengan pendekatan emosi dan kekeluargaan,” pungkas istri dari Bagus Taradipa, SH ini.

Saat ditanya kendala apa yang dihadapi dengan pegawai di lingkungan Badan Penghubung, melihat status Kepala Kantor Penghubung dijabat oleh eselon III. Delin mengaku pada awalnya, memang sedikit berpengaruh. Tapi dengan berjalannya waktu, sebagai pimpinan yang diberi amanah oleh Gubernur lanjutnya, tentu harus memberikan pengertian dengan pendekatan emosi, dan contoh bagi para pegawai.

“Pada awalnya pasti ada kendala, tapi seiring berjalannya waktu mereka mengerti dengan cara memberikan pendekatan emosi. Karena bagi saya mereka adalah keluarga saya, bekerja di lingkungan yang sama,” ungkapnya.

Untuk anggaran Kantor Penghubung Riau sejak turun statusnya, Delin mengatakan anggarannya turun drastis hampir 60 persen dari sebelumnya. Tapi ia mengaku hal itu tidak berpengaruh terhadap kinerja dari Badan Penghubung Riau selama ini.

“Anggaran memang menurun hampir 60 persen sejak diturunkan statusnya, tapi bagi kami tidak mempengaruhi kinerja kami di Badan Penghubung untuk memberikan pelayanan,” sebutnya.
Ditengah-tengah kesibukannya untuk menghadapi semua persoalan pada masa perubahan ini, peran Sang Suami sangat mendukung karena selalu memberikan spirit dalam setiap langkah perjuangannya. (Raza/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *