PERAMPOKAN DAN PEMBUNUHAN SADIS DI PULOMAS

foto-perampokan-pulomas-ol-29-des-2016

JAKARTA-LH: Empat perampok sadis beraksi di Pulomas, Jakarta Timur. Mereka menyatroni rumah Dodi Triono (59) dan menyekap orang-orang hingga tewas kehabisan nafas. Empat perampok tersebut beraksi di rumah Dodi Triono (59) yang beralamat di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur itu. Mereka adalah Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Yus Pane, dan Sinaga.

Dodi Triono adalah seorang insinyur lulusan Universitas Indonesia. Dia berprofesi sebagai arsitek. Selain itu, dia juga hobi mengoleksi mobil. Ada Ferarri, Lamborghini, dan Hummer. Dodi tinggal bersama anak-anaknya di rumah nahas itu.

Pria 59 tahun ini mempunyi enam orang anak, masing-masing ada tiga dari istri pertama bernama Dewi. Tiga anak berasal dari istri kedua bernama Almyanda Saphira atau Vira. Istri ketiga sedang hamil, namanya adalah Agnesya Kalangi. Istri pertama dan kedua sudah diceraikan.

Inilah kronologis perampokan sadis tersebut:

Senin (26/12/2016-Red), sore hari, Ramlan Butarbutar turun dari mobil Suzuki Ertiga, masuk ke rumah Dodi melalui pintu teralis yang tak dikunci. Memang beginilah modusnya. “Begitu pagar rumah orangnya terbuka mereka langsung masuk,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (27/12/2016-Red).

Ramlan menyekap orang-orang seisi rumah. Terlihat dari CCTV, mereka mengumpulkan orang-orang di ruang tengah, sambil mengintimidasi dengan pistol dan golok, kemudian menggiring mereka ke kamar mandi 1,5×2 meter. Datanglah Dodi beberapa saat kemudian saat para perampok selesai menggasak barang-barang berharga. Dodi kemudian juga dijebloskan para perampok ke kamar mandi itu.

Erwin Situmorang membantu Ramlan dalam proses penyekapan ini. Keran air dalam kamar mandi dinyalakan, kunci dibuang, gerendel pintu dirusak. Maka terkuncilah 11 orang di dalam kamar sempit itu.

Selasa (27/12/2016-Red), pukul 09.25 WIB pagi, kerabat bernama Sheila Putri menyambangi rumah Dodi. Dia curiga dengan kondisi rumah karena mendengar suara minta tolong. Dia kemudian melapor ke Pos Polisi Kayuputih. Satpam dan polisi kemudian datang ke rumah Dodi dan berusaha keras membuka pintu kamar mandi itu.

Sekuriti bernama Lutfi (28) kemudian mendobrak pintu itu. “Pas saya lihat sudah tertumpuk semuanya, di ruangan yang cuma berapa meter ukurannya di kamar mandi pembantu di lantai 1,” cerita Lutfi.

11 Orang itu akhirnya dikeluarkan dari ruang sempit dan pengap. Namun sayang, enam di antara mereka sudah tak bernyawa karena kehabisa oksigen.

Rabu (28/12/2016-Red), pukul 15.00 WIB, polisi beraksi menangkap Ramlan, Erwin, Yus Pane, dan Sinaga di Gang Kalong, Bojong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat. Letusan tembakan terdengar berkali-kali. Dor, dor, dor, dor!!! Ramlan tewas usai ditembus timah panas di kaki, Erwin tersungkur karena kakinya ditembak, sedangkan Yus Pane dan Sinaga kabur.

Petang harinya, Sinaga ditangkap di Villa Mas Indah Blok C, Bekasi Utara. Menurut polisi, orang ini adalah sopir Ertiga yang digunakan untuk menyatroni rumah Dodi. Polisi menembak kaki Sinaga saat penangkapan.
Satu orang lagi yakni inisial R merupakan saudara Ramlan juga diamankan polisi. R dinyatakan telah berusaha menyembunyikan kawanan perampok kejam itu.

Polisi menyita sejumlah barang bukti saat menangkap Ramlan dan Erwin. Barang bukti tersebut antara lain uang rupiah, uang Thailand, 5 handphone, STNK, jaket, tas, topi, jam tangan Rolex, 2 kunci motor, dan kemeja putih.

Nama-nama Para Korban

Enam korban tewas:
1. Dodi Triono (59)
2. Diona Arika Andra Putri (16), putri pertama Dodi dari istri kedua
3. Dianita Gemma Dzalfayla (9), putri ketiga Dodi dari istri kedua
4. Amalia Calista alias Amel, teman Gemma
5. Sugiyanto alias Yanto, sopir
6. Tarso (40), sopir

Lima korban luka:
1. Emi (41), pembantu
2. Zanette Kalila Azaria (13), putri kedua Dodi dari istri kedua
3. Santi (22), pembantu, putri Emi
4. Fitriani (23), baby sitter
5. Windy (23), baby sitter

Polisi mengatakan gerombolan perampok itu tergabung dalam kelompok Korea Utara. Ramlan, yakni pentolan kawanan ini, adalah residivis kambuhan. Dia pernah beraksi merampok Warga Negara Korea di Cibubur pada pertengahan 2015 lalu. Dia juga pernah merampok di Tegal, Jawa Tengah, pada 2010 lalu. Ramlan diketahui punya penyakit ginjal, jalannyapun pincang. Dia berprofesi sebagai sopir angkot.

Berikut adalah peranan para pelaku:
1. Ramlan Butarbutar, pemimpin perampok
2. Erwin Situmorang, eksekutor perampokan
3. Yus Pane, eksekutor perampokan
4. Sinaga, sopir mobil Ertiga yang dikendarai untuk menyatroni rumah Dodi. (F.Rahadian/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *