18 views

AKSI SUPER DAMAI 212 TIDAK HANYA DI JAKARTA DI BEBERAPA DAERAH TIDAK KETINGGALAN

JAKARTA-LH: Aksi Super Damai 212 yang telah dilaksanakan pada hari ini Jum’at (02/12/2016-Red) tidak hanya diselenggarakan di Jakarta saja tetapi beberapa daerah di wilayah Republik ini juga turut menyelenggarakannya.

Inilah beberapa daerah yang menyelenggarakan Aksi Damai 212 :

1. Aksi Damai 212 di Masjid Agung Solo

Berlangsung khidmat.Istigasah bersama untuk keselamatan bangsa dan umat Islam di Masjid Agung solo, Jum’at (02/12/2016-Red) ini diikuti ribuan umat muslim dari wilayah Solo dan sekitarnya.

Selain dari unsur TNI, Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, dan tokoh masyarakat serta pejabat, kegiatan ini diikuti massa warga masyarakat biasa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan seusai salat Jumat. Sebelumnya, dilakukan dahulu salat hajat secara berjamaah.

Hadir dalam kegiatan itu, antara lain, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono; Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Jaswandi; Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo; Ketua MUISolo, Zaenal Arifin Adnan; dan Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono, mengatakan, istigasah bersama adalah untu memantapkan ukhuwah Islamiah dan tali persaudaraan antar umat Islam. “Kita memanjatkan doa bersama terhadap Indonesia yang sudah 71 (tahun) ini (supaya) bisa terus eksis dengan NKRI harga mati,” katanya.

Kapolda juga mengatakan, penting membangun ukhuwah Islamiah di antara umat Muslim. “Saling tolong menolong dan memantapkan persaudaraan sebangsa dan Tanah Air, tidak ada sekat-sekat suku agama, ras dan golongan,” ujarnya menegaskan.

2. Aksi Damai 212 di Malang

Aksi damai 212 diikuti ratusan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Malang menggelar demo di Jalan Tugu, Jumat (02/12/2016-Red) siang.

Massa beraksi melakukan long march dari alun alun Kota Malang menuju Balai kota, hal itu merupakan rangkaian aksi damai 212 yang digelar di Jakarta.

Massa membawa berbagai spanduk dan baner yang bertuliskan “hukum Ahok Penista Agama”, meski diguyur hujan massa HTI tetap berorasi di depan Balaikota. Beberapa orator terlihat berbicara dari pengeras suara dan berkali-kali mengajak masa bertakbir.

3. Aksi Damai 212 di Kota Medan

Meski diguyur hujan, namun massa terus berdatangan ke Masjid Agung Medan, yang menjadi pusat Aksi Bela Islam III di Medan, Jum’at (02/12/2016-Red)

Massa didominias busana putih datang dari berbagai wilayah di Medan. Mereka antusias meramaikan doa, zikir, dan tausiyah yang digelar. Ratusan aparat kepolisian dan TNI turut dalam acara doa, zikir dan tausiyah itu.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, mengatakan, kegiatan serupa digelar di 13 kota di Sumut. Sejauh ini semua berlangsung damai. “Terima kasih kepada peserta aksi massa yang telah berkomitmen melakukan aksi damai dan santun,” katanya.

Dalam aksinya, massa menyampaikan tuntutan agar perkara dugaan penistaan agama yang menyeret nama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dijalankan dengan adil.

Usai menunaikan salat Jumat, (02/12/2016) di Masjid Agung Medan, puluhan ribu umat muslim yang tergabung dalam Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) menunggu pernyataan sikap Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di luar gerbang Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro. Erry diminta memberikan pernyataan sikapnya selaku Gubernur Sumut terkait kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Kami tahu Gubernur Sumut adalah Ketua Partai Nasdem Sumut, tapi kita yakin sebagai umat muslim beliau juga merasa tersakiti. Kalau Gubernur Sumut tidak mau memberikan sikapnya, kita sudah tahu apa sikap kita kepada beliau (Gubernur Sumut),” ujar orator aksi, Ustaz Rafdinal, melalui pengeras suara di atas kendaraan komando aksi.

Sembari menunggu kehadiran Erry, Ustaz Rafdinal menyampaikan rasa prihatin terkait surat edaran Badan Kesbangpolinmas Sumut yang dinilai tidak mendukung rencana aksi damai hari ini.

“Tolong Gubernur Sumut datang kemari, kami ingin mempertanyakan surat edaran dari Badan Kesbangpolinmas Sumut beberapa waktu lalu,” ujar Rafdinal.

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi akhirnya datang menemui para pengunjuk rasa kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, di depan Kantor Gubernur, Jumat (02/12/2016-Red).

Erry diminta memberikan pernyataan sikapnya terkait kasus tersebut di hadapan puluhan ribu pengunjuk rasa yang telah menunggu di luar gerbang Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro.

Menurut orator aksi, Ustaz Rafdinal, Erry harus menunjukkan sikap yang tegas selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat di Sumut.

Menanggapi hal ini, Erry mengimbau massa agar tetap tertib dan damai ketika menyampaikan aspirasinya. Erry juga meminta massa untuk menyerahkan kasus ini ke pihak penegak hukum. “Seperti yang disampaikan dalam khotbah salat Jumat tadi, mari menyampaikan aksi secara damai. Saat ini kasus penistaan agama sudah ditangani penegak hukum,” ujar Erry melalui pengeras suara di atas truk komando aksi.

Setelah mendengar pernyataan Erry, seorang pengunjuk rasa berteriak menyampaikan rasa tak puasnya terhadap pernyataan Erry. “Kasih pernyataan tegas, Pak. Tangkap Ahok,” teriak massa.

Mendengar ini, Erry langsung memberikan tanggapannya. “Ya sudah begini saja, kalau saya bilang ‘Ahok’, maka jawab ‘tangkap’,” sahut Erry.

Usai mendengar pernyataan Erry, massa aksi kasus dugaan penistaan agama langsung beranjak dari luar gerbang Kantor Gubernur Sumut menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut.

“Ini aksi super damai. Ingat kita tidak benci dengan etnis atau agama apapun, kita hanya ingin penegakkan hukum yang adil terhadap Ahok. Tangkap Ahok,” ujar Rafdinal.

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengaku tidak tahu adanya surat edaran Badan Kesbangpolinmas Sumut nomor 300-3022/BKB.D-PM tertanggal 21 November 2016. Surat ini ditujukan kepada Kakanwil Agama Sumut untuk diedarkan kepada seluruh Badan Kenaziran Masjid di Sumut.

Isi surat edaran itu diprotes oleh massa aksi kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, karena dianggap hendak menghalang-halangi rencana aksi damai pada hari ini.

“Saya tidak tahu surat itu,” ujar Erry di hadapan puluhan ribu pengunjuk rasa yang berkumpul di luar gerbang Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Jumat. (02/12/2016-Red).

Mendengar pengakuan Erry, massa tak percaya. “Bagaimana bisa pemimpin tidak tahu ada anggotanya yang mengedarkan surat itu. Kalau memeng benar begitu, berarti Kepala Badan Kesbangpolinmas bertindak di luar perintah Gubernur,” ujar orator aksi, Ustaz Rafdinal. Pernyataan Ustaz Rafdinal langsung disahuti massa aksi unjuk rasa. “Pecat Kepala Badan Kesbangpolinmas Sumut,” teriak massa.

Teriakan massa yang meminta Erry mengganti Kepala Badan Kesbangpolinmas Sumut langsung dijawab Erry. “Baik, nanti akan kita ganti, karena memamg pejabatnya saat ini masih bertatus pelaksana tugas,” ujar Erry yang langsung disambut gembira massa.

Usai berorasi di luar gerbang Kantor Gubenur Sumut, massa beranjak menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut di Jalan AH Nasution. Di sana, massa berencana untuk berunjuk rasa dengan salat Ashar berjamaah di badan jalan.

4. Aksi Damai 212 di Pekanbaru

Selesai Sholat Jumat aksi damai Bela Islam jilid III di Masjid Raya An-Nur Pekanbaru dimulai. Puluhan ribu Umat Islam mendesak Ahok dipenjara.
Puluhan ribu massa yang tergabung dalam berbagai organisasi Islam di Riau mulai berkumpul di Mesjid Agung an-Nur untuk kemudian menggelar aksi damai yang dipusatkan di jalan Gajah Mada, Pekanbaru.

“Hari ini kita menggelar aksi. Walaupun kita tidak bisa jalan kaki sejauh seperti yang dilakukan saudara kita di Jakarta, tapi semangat kita berjalan kaki ke Jalan Gajah Mada tidak akan pudar,” kata Zulhan, Koordinator Lapangan dalam orasi di mesjid Agung an-Nur, Jum’at (02/12/2016-Red).

Ia pun menghimbau kepada umat Islam yang tidak bisa menghadiri aksi di Jakarta, maka diharapkan bisa bergabung dengan pihaknya di Jalan Gajah Mada. Ia menyebut, aksi kali ini dilakukan secara damai.

“Tidak ada yang namanya ricuh, aksi kita kali ini murni aksi damai. Jangan sampai ada kericuhan nantinya, aksi ini murni membela agama Islam yang selalu mengajarkan kita akan cinta damai,” ungkapnya.

Sejumlah organisasi Islam tampak hadir dalam aksi. Sepeti HTI, Persatuan Islam, Pelajar Islam Indonesia dan organisasi Islam lainnya.

5. Aksi Damai 212 di Karebosi ,Makassar, Sulsel

Selesai melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Balaikota Amirul Ilham, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bergegas menuju Lapangan Karebosi tempat akan dilangsungkannya aksi damai ‘Bela Islam III’ 212.

Danny memang sengaja datang lebih awal menjemput ummat baik yang merupakan warga Makassar sendiri maupun yang berasal dari daerah-daerah tetangga yang ingin menyuarakan aspirasinya terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Semua kita layani dengan baik di Makassar, saya juga berharap aksi yang mulia ini bisa berjalan tertib lancar dan nyaman demi kemaslahatan kita bersama,” ucap Danny, Jumat (02/12/2016-Red).

Tampak di tempat itu, ratusan pengamanan dari pihak TNI-POLRI sudah berjaga-jaga. Sementara massa aksi 212 dari pantauan war room Pemkot Makassar yang juga sempat dipantau Danny, terlihat baru mulai bergerak dari mesjid-mesjid besar dan sekitarnya usai melaksanakan salat jumat menuju titik aksi.

Sebelumnya, Danny Pomanto bersama beberapa staf dan petugas Dinas Perhubungan Kota Makassar berangkat dari Balaikota ke Lapangan Karebosi mengendarai motor trail.

Hujan deras mengguyur Kota Makassar sesaat setelah pelaksanaan Dzikir dan Istiqosah di Lapangan Karebosi, Jumat (02/12/2016-Red) sekira pukul 16.00 Wita.

Aksi super damai 212 di Makassar ini terpantau tertib dan aman. Diperkirakan sebanyak 10 ribu jemaah muslim hadir di Karebosi usai melaksanakan salat Jumat berjemaah di Masjid Al Markaz.

Cuaca cerah sejak pagi mengantar para jemaah melakukan long march dari Al Markaz menuju Lapangan Karebosi. Selain dihadiri tokoh Ormas Islam dan para ulama, aksi super damai ‘Bela Islam Jilid III’ di Karebosi juga dihadiri Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charlyian dan Pangdam Kodam VII/Wrb Mayjen Agus Surya Bakti.
(Tim LH/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *