18 views

LANJUTAN RANGKAIAN PERGERAKAN AKSI DAMAI UMAT ISLAM JILID II DARI SELURUH PENJURU TANAH AIR TUNTUT PENEGAKAN HUKUM ATAS PENISTAAN AGAMA OLEH AHOK

JAKARTA-LH: Setelah gagal menemui Presiden perwakilan demonstran yang masuk ke Istana Merdeka ditemui oleh Menko Polhukam Wiranto. Namun mereka menolak jika hanya ditemui Wiranto karena hanya ingin ditemui oleh Presiden Jokowi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya menemui empat perwakilan massa pendemo. Wapres JK didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana.

Usai menggelar pertemuan tertutup selama 30 menit, Wapres Jusuf Kalla menyempatkan diri menemui wartawan dan menyampaikan hasil pertemuan dengan pimpinan delegasi Bactiar Nasir.

“Kami sudah berbicara dengan teman-teman yang mewakili massa yang luar biasa banyaknya,” ungkap Wapres JK di kantor Wapres, Jumat (04/11/2016-Red).

JK membeberkan kesimpulan yang diambil dari hasil pertemuan tersebut. Mantan ketua umum Partai Golkar ini menegaskan bahwa proses hukum terhadap calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tetap berjalan. Pemerintah berjanji prosesnya akan dilakukan secara cepat.

“Kesimpulannya dalam hal soal saudara Ahok, kita akan tegakkan pelaksanaan hukum tegas dan cepat. Kapolri janji selesai 2 minggu. Sehingga semua sesuai aturan dengan tegas. itu saja,” kata JK singkat.

Menurut salah seorang yang mewakili para demonstran Nasir, mengapresiasi pertemuan dengan Wapres JK yang mewakili Presiden Joko Widodo. “Setelah bicara dengan wapres, bahwa proses hukum akan dipreses secepatnya dan tegas,” kata Nasir.

Inilah lanjutan dari rangkaian demo 4 november :


 

21:58 WIB
Depan Istana Kondusif, Wiranto Minta Tak Ada Tembakan Lagi;

Menko Polhukam Wiranto sempat mencoba untuk menenangkan massa yang rusuh di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, namun kesulitan. Wiranto pun kesal dengan ulah pendemo.

“Minta macam-macam aja mereka. Makanya, mestinya sudah bubar. Mereka kenal saya kan? Mestinya langsung tenang. Ayo mundur! Mundur! Jangan ada tembakan lagi,” tegas Wiranto di sekitar wilayah Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (04/11/2016-Red).

Massa yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka tersebut, harusnya sudah bubar pukul 18.00 WIB, namun aturan itu tak berlaku. Massa kemudian terlibat kerusuhan dan berlawanan dengan polisi.

Wiranto mencoba masuk ke kerumunan massa untuk menenangkan. Setelah kembali dari kerumunan, baju warna putih yang dikenakan Wiranto terlihat berdarah. “Ini darah prajurit. Mungkin yang dipukuli tadi. Saya rangkul, saya tenangkan tadi,” kata Wiranto.

21:54 WIB
Situasi Istana Sempat Mencekam, Kepala BIN Merapat;
Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan mendatangi Istana Kepresidenan. Budi Gunawan datang usai situasi Istana yang sempat mencekam karena aksi ricuh massa.

Kepala BIN tiba di Kompleks Istana, Jl Veteran, Jakpus, Jumat (04/11/2016-Red) pukul 21.30 WIB. Budi Gunawan masuk dari pintu samping Istana.

Budi Gunawan langsung turun dari mobil dinasnya. Dia didampingi petugas pengamanan.

Sementara di Istana Merdeka sendiri masih ada Menko Polhukam Wiranto dan Jubir Presiden Johan Budi. Tak berselang lama, sekitar pukul 21.38 WIB, Seskab Pramono Anung yang sudah meninggalkan Istana terlihat kembali masuk.

21:27 WIB
Massa Demo Mengarah ke Gedung DPR;
Massa demo 4 November bergerak ke Gedung DPR RI. Ratusan polisi dan TNI sudah berjaga ketat.

Di Gedung DPR RI di Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Jumat (04/11/201-Red), ratusan pasukan Brimob dan TNI berbaret ungu berjaga. Pengamanan di DPR jauh lebih ketat dari hari biasanya.
Pengamanan di Gedung DPR diperketat di tiap pintu masuk. Masing-masing pintu masuk dijaga ketat aparat.

Sekitar pukul 21.20 WIB, ratusan massa demo mulai berdatangan ke gerbang utama DPR dengan menggunakan beberapa bus. Lalu lintas depan Gedung DPR pun mulai macet. Saat ini aparat tengah bersiaga penuh.

21:27 WIB
Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi; Kericuhan sempat pecah antara massa demo 4 November dengan aparat. Kobaran api masih menyala di sejumlah titik di sekitar Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Pantauan di lokasi, Jumat (04/11/2016-Red) pukul 21.00 WIB, ada setidaknya tiga lokasi yang terdapat titik-titik api. Pertama di silang Monas di Jalan Medan Merdeka Barat arah Harmoni, kemudian di Taman Aspirasi yang berada di depan Istana. Lalu juga ada titik apa di beberapa titik di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, baik dari arah Harmoni, maupun dari arah Patung Kuda.

Untuk yang di silang Monas, massa membakar cone plastik oranye. Sementara itu yang berada di dekat kompleks Monas tak jauh dari Taman Aspirasi, api tinggi masih menyala dari sisa-sisa pembakaran truk milik polisi.

Untuk api di beberapa titik di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, apinya hanya kecil-kecil. Namun lokasi titik-titik api itu ada di dua arah.

Massa sendiri pun sudah mulai kondusif. Terlihat mobil ambulans terparkir di Jalan Medan Merdeka Barat dari arah Harmoni berjaga jika ada korban luka. Polisi hingga saat ini masih berjaga penuh di depan Istana dengan pagar berduri dan tameng.

21:21 WIB
Depan Istana Merdeka Mulai Kondusif, Polisi dan TNI Mulai Santai;
Sempat terjadi ketegangan antara massa demonstran dengan aparat di depan Istana Merdeka, Jakarta. Kini aparat yang berjaga sejak pagi tadi bisa bersantai.

Di depan Istana Merdeka di Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (04/11/2016-Red) sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi di depan Istana Merdeka mulai kondusif, Brimob mulai tampak santai duduk-duduk.
Ratusan Brimob sudah bisa sedikit melepas ketegangan, demikian pula pasukan TNI yang juga berjaga di depan Istana Merdeka. Mereka sempat menghadapi demonstran yang melempari dengan botol mineral, batu bata, bahkan bilah bambu.

Kini sejumlah demonstran yang masih bertahan bahkan duduk bersama aparat. Tak ada lagi kericuhan.

Tinggal meninggalkan bekas kericuhan seperti botol kosong, batu bata, dan lain-lain di depan Istana Merdeka. Sebagian demonstran telah meninggalkan ring 1 Istana mengarah ke Bundaran Patung Kuda menuju kendaraan masing-masing.

21:12 WIB
Naik Water Cannon, Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Bujuk Massa Bubar. Massa pendemo di depan Istana terus dibujuk untuk membubarkan diri. Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana meminta para demonstran balik kanan dengan tertib.

Di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (04/11/2016-Red), Irjen Iriawan dan Mayjen Teddy berdiri di atas water cannon. Mereka didampingi Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho dan Kapolres Jakpus Kombes Dwiyono.

“Silakan bubar teman-teman FPI,” kata Iriawan. Pada pukul 20.50 WIB, kawat barrier di depan Istana Kepresidenan sudah ringsek. Sekarang barikade dilakukan oleh personel Brimob yang terdepan, diikuti dengan Paskhas TNI AU, Dalmas, dan Pelopor Brimob.

Sempat tedengar suara ledakan ban dari mobil yang terbakar. Selain itu, kondisi sudah mulai tenang.

21:05 WIB
Wiranto Imbau Massa Pendemo Bubar;
Menteri Koordinator Poltik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menemui sejumlah demonstran yang masih bertahan di depan Istana. Wiranto meminta massa kembali ke rumah.

“Sudah pulang ke rumah masing-masing. Jangan-jangan (berbuat kerusuhan). Kalian masih muda, cari kerjaan saja,” kata Wiranto kepada sejumlah demonstran di persimpangan Jl Medan Merdeka Utara dan Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (04/11/2016-Red).

20:53 WIB
Anggota TNI dan Polisi Terluka;
Kericuhan pecah di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara. Sejumlah petugas polisi dan TNI mengalami luka-luka akibat kericuhan itu.

Pantauan di lokasi, Jumat (04/11/2016-Red), Pukul 20.30 WIB, ada sejumlah petugas polisi dan TNI yang terluka. Anggota TNI tersebut terlihat sedang dirawat di mobil ambulans. Dia mengalami luka di pelipis kiri matanya.
Selain itu satu orang polisi juga terluka di bagian wajah terkena lemparan para pendemo. Polisi itu dilarikan masuk ke dalam kompleks Istana Merdeka menuju depan Masjid Baiturrahman.

Tak lama berselang, sebuah ambulance yang selalu disiagakan di Istana Kepresidenan datang. Polisi yang terluka itu langsung dimasukkan ke dalam ambulans yang langsung melaju meninggalkan Istana.

Selain anggota polisi dan TNI, massa demonstran juga mengalami luka-luka. Terlihat ada dua orang yang digotong oleh rekannya menuju ambulans.

Belum diketahui dua orang itu mengalami luka bagian mana. Situasi sampai saat ini sudah sedikit kondusif.

Petugas kepolisian meminta massa untuk menjauh dari istana. Massa kini terpusat di Bundaran Patung Kuda.

20:46 WIB
Suasana Depan Istana Mulai Kondusif; 

Demo 4 November yang berujung ricuh berangsur kondusif. Polisi masih berjaga di sekitar Istana. Di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, pukul 20.30 WIB, Jumat (04/11/2016-Red), kondisi sudah relatif tenang.

Polisi masih terus berjaga di depan Istana sementara massa terus merangsek maju dari arah Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Majapahit. Namun setelah berkali-kali tembakan gas air mata, suasana mulai tenang.

Terlihat perwakilan massa dari HMI berdiri di atas mobil bersama polisi. Imbauan dikeluarkan agar massa tenang.

20:40 WIB
Pengamanan Istana Diperketat;
Massa demonstrasi berbuat ricuh dengan membakar dua truk Brimob di depan Istana Merdeka. Selain itu, ada pula api yang terlihat di belakang Istana. Pengamanan Istana langsung diperketat.

Pantauan di Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakpus, Jumat (04/11/2016-Red), pengamanan Istana langsung diperketat. Paspampres bersenjata lengkap bersiaga di sekeliling Istana.
Paspampres berjaga di belakang gerbang Istana. Senjata laras panjang dipegang para anggota Paspampres, Selain itu, pasukan Brimob juga ditambah jumlahnya. Mereka membuat pagar betis mengelilingi Istana. Pasukan Marinir berada di lapis kedua. Marinir bersiaga tepat di depan gerbang Istana Merdeka.

20:39 WIB
Api Muncul di Belakang Istana;
Selain di depan Istana Merdeka, api juga terlihat di belakang Istana. Api terlihat di Jl Veteran.

Pantauan dari dalam Istana Kepresidenan, Jakpus, Jumat (4/11/2016), api terlihat pukul 20.30 WIB. Di belakang Istana Kepresidenan, memang ada kumpulan massa.
Belum jelas dari mana api berasal. Namun, api yang berkobar di belakang Istana tidak sebesar yang di depan Istana.

Api di depan Istana berasal dari dua truk Brimob yang dibakar. Hingga saat ini, api masih berkobar.

20:30 WIB
Efek Gas Air Mata Terasa Sampai Dalam Istana;
Upaya polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa belum berhasil. Efek gas air mata terasa sampai bagian belakang Istana Negara. Sebagian pegawai Istana Negara dan Pasukan Pengaman Presiden menggunakan sapu tangan untuk menangkis efek gas air mata.

Hingga saat ini Paspampres masih siaga, lengkap dengan senjata laras panjang. Sementara di jalan Veteran, di depan kantor Wakil Presiden tak terpengaruh oleh kericuhan di depan Istana.

Arus lalu lintas ramai lancar. Tampak juga sebagian pendemo yang berjalan di jalan Veteran menuju arah Harmoni untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

20:25 WIB
Kapolri: Polisi Jangan Tembakkan Gas Air Mata;
Kapolri Jederal Pol Tito Karnavian menginstruksikan anggota Polri untuk tidak menembakkan gas air mata terkait ricuh yang terjadi di depan Istana Merdeka.

“Saya Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Saya minta anggota Polri untuk tidak mengeluarkan tembakan gas air mata,” kata Kapolri dengan pengeras suara dari rumah dinas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (04/11/2016-Red). “Jangan bergerak maju,” perintah Kapolri lagi.

Kapolri mengingatkan demonstran juga tidak melakukan kerusuhan. “Kita semua saudara, sama-sama umat Islam tidak boleh menyakiti,” ingatnya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun memberikan wejangan sama. “Saya minta semua tenang. Mohon hentikan. Dan Kapolri sudah minta untuk tidak melepaskan tembakan. Tunjukkan suasana damai,” kata jenderal Gatot.

20:22 WIB
Polisi Tembakan Gas Air Mata, Massa Balas Lemparan Batu;
Kerusuhan pecah antara pengunjuk rasa dengan polisi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Polisi menembakkan gas air mata, massa membalas.
Polisi pun berusaha membubarkan massa, namun massa melawan. Massa bahkan membalas tembakan gas air mata polisi tersebut dengan lemparan batu dan potongan bambu.

Asap dari pembakaran mobil polisi itu membumbung tinggi, bercampur dengan asap gas air mata yang membuat perih mata. Namun hingga pukul 20.20 WIB, perlawan massa terhadap polisi belum terlihat mengendur.

20:21WIB
Panglima TNI: Semua Massa Aksi Tolong Semua Tenang;
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta massa yang ada di depan Istana Kepresidenan untuk menenangkan diri. Dia menyampaikan via pengeras suara dari kantor Panglima.

“Saya meminta massa aksi untuk tetap tenang,” ujar Gatot menggunakan pengeras suara dari kantornya di Jl Medan Merdeka Barat, Jumat (04/11/2016-Red) malam.

Gatot berada di kantornya bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Mereka mencoba menenangkan massa yang terus terlibat kericuhan.

20:18WIB
Api dari Truk yang Terbakar Membubung Tinggi di Depan Istana;
Massa demonstrasi ricuh dengan membakar dua truk Brimob. Akibatnya, api membumbung tinggi di depan Istana Merdeka.

Pantauan di Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Jumat (04/11/2016-Red), massa makin tidak terkendali. Dua truk Brimob yang diparkir di depan Istana Merdeka dibakar.
Api lalu terlihat membubung tinggi. Massa terus bertahan di depan Istana.

Polisi lalu mempertebal pengamanan. Pasukan Brimob yang mengamankan Istana ditambah. Pagar betis berjejer mengelilingi Istana.

20:15 WIB
Di Depan Istana Masa Bakar 2 Truk Polisi;
Massa demo di depan Istana Merdeka semakin ricuh. Massa bahkan membakar dua unit truk polisi di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara.

Pantauan di lokasi, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (04/11/2016-Red), pukul 20.00 WIB, truk tersebut dibakar oleh massa.

Truk tersebut bertuliskan polisi dan diketahui milik satuan Brimob Polda Metro Jaya. Api masih membumbung tinggi di lokasi.

Dentuman dari tembakan gas air mata juga semakin sering. Situasi di lokasi yang tadinya kondusif kini mencekam.

20:08 WIB
Polisi Terus Tembakkan Gas Air Mata;
Polisi terus menembakkan gas air mata kepada pendemo 4 November yang rusuh di depan Istana Merdeka. Namun hal itu belum bisa menghalau massa pendemo yang ingin semakin mendekat ke Istana. Di Jalan Medan Merdeka Barat polisi terus menembakkan gas air mata ke arah Patung Kuda. Namun, justru gas air mata itu berefek ke polisi karena arah angin.
Massa pendemo semakin maju ke arah polisi dan mendekat ke Istana Kepresidenan. Situasi pun mulai kacau.

Personel polisi dan prajurit TNI bersatu untuk membubarkan massa. Lantunan ayat suci Al-Quran terus diperdengarkan untuk menenangkan pendemo.

Gas air mata terus ditembakkan. Kapolda Metro Irjen M Iriawan sudah berada di lokasi.

20:07 WIB
Ricuh, Seorang Polisi Terkapar;
Demonstrasi Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) yang semula menuai simpati karena berlangsung damai, tiba-tiba diwarnai bentrokan. Bentrokan yang semula hanya dorong-dorongan oleh massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), kemudian membesar dan semakin mendekat ke Istana Merdeka.

Seorang anggota polisi terkapar akibat kena pukulan saat bentrokan di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (04/11/2016-Red). Polisi tersebut tampak tak membawa senjata.

Tidak tampak luka berarti dari polisi tersebut. Dia terkulai lemas dan berbaring di trotoar depan Istana. Polisi tersebut kemudian diberi air mineral gelas kemasan. Hingga kini bentrokan masih terjadi. Para demonstran memaksa ingin masuk Istana.

20:00 WIB
Demo di Depan Istana Ricuh;

Kericuhan pecah antara massa pendemo dengan pihak keamanan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. 1 Orang diamankan polisi dari kericuhan ini.

Awalnya massa dari FPI membuat barikade untuk melindungi petugas polisi dari serangan massa beratribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Akibatnya, bentrokan antara massa HMI dengan FPI tak terelakkan.

Akibat kejadian ini, polisi kemudian menembakkan gas air mata. Seorang panglima laskar FPI terdengar meneriakkan agar anggotanya tidak terpancing kericuhan.

“Hati-hati provokasi!” teriaknya.
Polisi kemudian menahan satu orang pria dari kericuhan ini. Diketahui, pria yang ditahan tersebut beratribut FPI. Bahkan, beberapa anggota polisi sempat tersulut emosi dan hendak memukul pria tersebut, namun dicegah oleh polisi lainnya.

Seorang pemimpin Laskar FPUI kemudian berteriak agar tidak menahan anggotanya tersebut.

Namun, massa kemudian berbalik menyerang polisi. Bahkan massa berhasil ‘memukul’ mundur barikade polisi. “Jangan pukul, kami justru membantu. Itu Laskar FPI. Yang ricuh bukan dari kami,” teriaknya.

Hingga pukuk 19.55 WIB kericuhan masih terjadi. Letusan demi letusan gas air mata masih terdengar.

19:50 WIB
Gunakan Rompi dan Helm, Kapolda Metro Datangi Lokasi Ricuh;
Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan, mendatangi lokasi ricuh demonstrasi yang terletak di Silang Monas, Jl Medan Merdeka Barat. Kapolda mendatangi lokasi ricuh menggunakan pakaian lengkap.

Pantauan di lokasi, sekitar pukul, 19.50 WIB, Jumat (04/11/2016-Red), Kapolda M Iriawan terlihat mendatangi lokasi. Personel polisi langsung memberikan M Iriawan rompi dan helm.

Kapolda memakai atribut lengkap karena di lokasi terjadi lemparan batu, bambu dan beberapa benda lainnya. Polisi juga sudah menembakan gas air mata ke arah pendemo.

Ada seorang yang diamankan oleh petugas polisi. Belum diketahui apa penyebab orang itu ditahan.

19:43 WIB
Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata;
Bentrokan antara massa pendemo dengan polisi terjadi lagi di depan Kantor Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Entah apa penyebabnya, para demonstran melempari barisan polisi dengan botol air mineral.

Polisi mulanya tak menggubris lemparan itu. Tetapi massa kemudian melempari lagi, kali ini dengan kayu.
Massa aksi kemudian merangsek ke arah barisan polisi dan terjadi bentrokan. Ada 3 petugas polisi terluka kemudian dibawa ke belakang barisan.

Tak lama setelah itu polisi menembakkan gas air mata karena massa semakin banyak yang menyerang. Polisi menembakkan gas air mata sambil berjalan ke arah Patung Kuda agar demonstran mundur.

19:35 WIB
Sekelompok Massa Tendangi Tameng Polisi di Depan Istana;
Sekelompok massa masih bertahan di depan Istana Negara di Jalan Majapahit. Massa itu juga mendorong barikade polisi bertameng.

Aksi ini membuat suasana menjadi ricuh. Mereka terus menyerang polisi bertameng yang membuat barikade. Sebagian massa ada yang menendang ada juga yang memukul tameng pakai bambu.

Pantauan di lokasi, Jumat (04/11/2016-Red), pukul 19.10 WIB, aksi massa beratribut HMI itu tidak membuat polisi berubah sikap. Pasukan polisi yang diketahui dari satuan Brimob itu tetap diam dan tidak melakukan perlawanan.
Sebelumnya, massa beratribut HMI juga sempat ricuh dengan massa bratribut FPI. Massa beratribut HMI mencoba memprovokasi suasana agar menjadi tidak kondusif. Aksi ini tidak berlangsung lama, dan berhasil diredam dalam hitungan menit.

19:15 WIB
Massa FPI Lindungi Polisi dari Massa HMI Di Depan Istana;
Massa beratribut HMI masih bertahan di Jalan Majapahit depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Massa beratribut HMI itu meminta kepada petugas kepolisian yang berjaga-jaga untuk boleh melewati perempatan Jalan Majapahit ke arah Medan Merdeka Barat.
Polisi membentuk pagar betis menutup akses massa HMI menuju Jalan Medan Merdeka Barat. Yang mengejutkan, di depan barisan polisi bertameng itu, ada massa FPI yang berdiri membentuk pagar betis. Massa FPI bergandengan tangan, seolah menjadi tameng bagi polisi. Massa beratribut HMI lalu melakukan negosiasi dengan massa FPI supaya boleh melanjutkan aksi demonya malam ini.

18:31 WIB
Polri Akan Proses Cepat Kasus Ahok;
Polri berjanji akan mempercepat penanganan laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tuntutan percepatan penanganan kasus disampaikan perwakilan demonstran yang bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Pak Bachtiar ( Bachtiar Nasir) menyampaikan aspirasinya agar proses hukum dipercepat berkaitan dengan dugaan penistaan agama oleh Pak Basuki. Kami menerima aspirasi (tersebut),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (04/11/2016-Red).

Namun Polri, sambung Boy, meminta perwakilan demonstran yang bertemu JK menyampaikan ke masyarakat termasuk demonstran yang masih bertahan.

“Tentu koordinator lapangan harus bisa menjelaskan kepada anggotanya, ini proses hukum tidak bisa serta merta lakukan upaya paksa karena akan menyebabkan kelemahan dalam penegakan hukum,” imbuhnya.

Percepatan proses hukum dilakukan dengan gelar perkara atas pemeriksaan saksi dan ahli yang sudah dilakukan Bareskrim Polri.

Sebelumnya Wapres JK usai pertemuan menegaskan penanganan kasus Ahok akan diselesaikan dalam dua pekan secara tegas. Pertemuan antara JK dengan perwakilan pendemo berlangsung sekitar 30 menit. Perwakilan yang diterima antara lain Bachtiar Nasir dan Misbah.

“Kesimpulannya adalah soal saudara Ahok, kita akan tegakkan hukum, laksanakan dengan hukum yang tegas dan diselesaikan dalam dua minggu,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus.

18:22 WIB
JK: Kasus Ahok Harus Diselesaikan dengan Tegas Dalam 2 Pekan;
Wapres Jusuf Kalla (JK) menegaskan kasus Ahok harus diselesaikan dengan tegas selama dua pekan. Hal itu dikatakan Wapres JK usai bertemu perwakilan pendemo.

Pertemuan antara JK dengan perwakilan pendemo berlangsung sekitar 30 menit. Perwakilan yang diterima antara lain Bachtiar Nasir dan Misbah. Sementara itu, dalam menerima perwakilan pendemo, Wapres JK didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Agama Lukman Hakim.
“Kesimpulannya adalah soal saudara Ahok, kita akan tegakkan hukum, laksanakan dengan hukum yang tegas dan diselesaikan dalam dua minggu,” kata JK.

Dikatakan JK, pelaksanaan hukum yang cepat itu harus berjalan sesuai aturan. “Sehingga semua berjalan sesuai aturan hukum yang tegas,” katanya.

18:20 WIB
Usai Bertemu JK di Istana, Koordinator Demo: Proses Hukum Ahok akan Cepat;
Perwakilan demonstran sudah ditemui Wapres Jusuf Kalla di Istana Merdeka. Hasil pertemuan itu, pemerintah berkomitmen penanganan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan berjalan cepat.

“Kami sudah sampaikan tadi kepada Wakil Presiden. Dan proses hukum akan diproses secepat-cepatnya dan tegas,” kata perwakilan demonstran Bachtiar Nasir di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Jumat (04/11/2016-Red).
JK didampingi Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim, Seskab Pramono Anung, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jubir Presiden Johan Budi dan beberapa perwakilan komisi III DPR. Pertemuan yang digelar di Kantor Wapres berlangsung kurang lebih selama 30 menit.

Wapres JK menyampaikan, pemerintah sangat berkomitmen menuntaskan kasus Ahok. JK menyebut, polisi akan bekerja selama dua minggu untuk menentukan apakah ada tindak pidana yang dilakukan Ahok atau tidak.

“Kesimpulannya adalah soal saudara Ahok, kita akan tegakkan hukum, laksanakan dengan hukum yang tegas dan diselesaikan dalam dua minggu,” tegas Wapres JK.

18:04 WIB
Mulai Bubar, Sebagian Pendemo Menuju Istiqlal untuk Salat Magrib;
Massa yang berada di depan Istana Merdeka mulai membubarkan diri. Sebagian pendemo menuju Masjid Istiqlal untuk salat Magrib.

Pantauan di Masjid Istiqlal, Jumat (04/11/2016-Red), pendemo mulai berdatangan ke Istiqlal mulai pukul 17.50 WIB. Pendemo langsung masuk ke bagian dalam masjid untuk menunaikan salat Magrib.
Sebagian pendemo langsung mengantre makanan yang telah disediakan. Sementara yang lainnya langsung berwudlu.

Air di Masjid Istiqlal yang sempat mati kini sudah kembali tersedia. Suasana di area Masjid Istiqlal pun sudah bersih tanpa sampah.

“Air sudah nyala lagi sekarang. Bisa buat wudlu,” kata seorang demonstran, Fadli.

18:00 WIB
Di Depan Istana, Massa Berbendera HMI Bakar Ban;
Massa pendemo 4 November yang diketahui memakai atribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berorasi di depan Istana. Mereka juga membakar ban.

Aksi membakar ban dilakukan di depan Kantor Panglima TNI di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. Lokasinya memang tak jauh dari istana dan berdekatan dengan Monas.

“Revolusi, revolusi sampai mati,” teriak massa sambil mengelilingi ban yang dibakar.
Sementara asap masih membumbung tinggi dari ban yang dibakar itu. Polisi pun terus meneriakkan imbauan mereka.

“Tolong jangan bakar-bakar ban,” imbau polisi dari pengeras suara.

Di sisi lain sebagian massa terus bersholawat sambil mengibarkan bendera-bendera yang dibawanya. Tak hanya bendera merah putih, bendera HMI tapi juga bendera ormas Islam lainnya.

Ada juga massa yang menginjak-injak kawat berduri. Sementara itu di mobil tampak beberapa tokoh masih menjalankan rangkaian orasinya.

17:55 WIB
Rhoma Irama Orasi dan Ajak Massa Berdendang;
Rhoma Irama ikut turun ke jalan bergabung dengan massa dari Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Dia juga berorasi dan berdendang.

“Jangan karena satu orang, bangsa ini jadi tercabik-cabik. Betul?,” kata Rhoma Irama di sela-sela demo, Jumat (04/11/2016-Red). Rhoma mengenakan baju muslim warna putih ini.

“Betuuul…,” sahut para pendemo.
Ketua Umum Partai idaman ini meminta agar Presiden Jokowi menegakkan hukum atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahjaa Purnama (Ahok).

“Mohon Bapak Presiden tegakkan hukum kepada penista agama,” ujar Rhoma yang disambut pekik takbir ‘Allahu Akbar’ dari para pendemo.

Hari menjelang malam, namun semangat para pendemo tetap menyala. Rhoma Irama lalu menyanyikan lagu berjudul ‘Bersatulah’.

Jiwa dan raga juga harta
Jiwa dan raga juga harta
Kita relakan demi agama
Dan demi tegaknya kebenaran

Kita semua tak kan rela
Kita semua tak kan rela
Pabila ada yang coba-coba
Mengganggu dan merusak aqidah

Pendemo terhibur dan terbawa suasana. “Jreeeng….jreeeng,” teriak pendemo kompak saat mendengarkan lagu Rhoma.

17:41WIB
Perwakilan Pendemo Ditemui Wapres JK;
Wakil Presiden Jusuf Kalla menemui perwakilan massa demo 4 November. Pertemuan digelar secara tertutup di Kantor Wapres.

Pertemuan ini diikuti perwakilan demo Bachtiar Nasir, Misbah dan sejumlah pejabat negara di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo termasuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Pertemuan digelar sekitar pukul 17.40 WIB, Jumat (04/11/2016-Red) di Kantor Wapres Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Sebelumnya perwakilan demo ini lebih dulu masuk ke Istana Merdeka.

17:31WIB
Amien Rais dan Perwakilan Pendemo Masuki Istana;
Amien Rais dan perwakilan demonstran, Bachtiar Nasir memasuki Istana Merdeka. Mereka ingin menemui Presiden Joko Widodo.

Amien Rais dan Bachtiar Nasir mendatangi Istana Merdeka, Jumat (04/11/2016-Red) pukul 17.00 WIB. Keduanya ingin menemui Presiden Jokowi.

“Kami yakin sekali Presiden tahu aksi ini, tidak mungkin tidak tahu,” kata Bachtiar.
Bachtiar sebenarnya tadi sempat masuk ke Istana Merdeka dan ditemui Menko Polhukam Wiranto. Namun para demonstran tetap memaksa ditemui Presiden Jokowi.

“Kami menghargai kalau Presiden hanya mengutus utusan, karena itu saya kembali ke massa, sampaikan hanya diterima Menko Polhukam. Apakah boleh saya bernegosiasi dengan Menko Polhukam? Peserta menyatakan tidak,” jelas Bachtiar.

“Ini tidak bisa dilihat dalam kacamata politik, ini energi Qurani,” tegasnya.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim, Seskab Pramono Anung, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Jubir Presiden Johan Budi sedang menghadap ke Wapres Jusuf Kalla. Wapres JK sudah menyatakan siap menemui perwakilan demonstran.

Saat ini, Amien Rais dan Bachtiar Nasir tengah menunggu di kursi yang disiapkan di belakang pagar Istana Merdeka.

17:24 WIB
Di Demo 4 November Ada Spanduk ‘Ahok Kamu Jahat;
Berbagai atribut dibawa para demonstran dalam demo 4 November 2016. Salah satunya adalah spanduk yang bertuliskan “Ahok kamu jahat” yang di pasang di air mancur bundaran Patung Kuda, Monas.

Pukul 16.30 WIB sekitar dua orang pemuda terjun ke air mancur Patung Kuda yang berada di silang Monas antara Jalan Medan Merdeka Selatan dan menuju Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka naik ke atas air mancur

“Ahok kamu jahat,” begitu bunyi tulisan di spanduk.
Tulisan spanduk itu membuat banyak orang yang membacanya tersenyum. Sebab kalimat tersebut seperti sebuah kutipan Cinta kepada Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Aksi dua orang pemuda itu diikuti oleh tiga anak baru gede (ABG). Ketiganya ikut terjun ke air mancur dan naik di atas tugunya sambil mengibarkan bendera kelompok mereka dan Bendera Merah Putih. Spanduk putih dengan tulisan merah ‘Ahok Kamu Jahat’ terlihat mencolok di bawah mereka.

17:11 WIB
Wapres JK Siap Temui Pendemo;
Wapres Jusuf Kalla siap menemui para demonstran yang hendak bertemu dengan Presiden Jokowi. Hal itu dilakukan setelah para demonstran menolak ditemui oleh Menko Polhukam Wiranto.

Usai demonstran menolak ditemui, Wiranto lalu menemui Wapres JK di Kantor Wapres. Wiranto menceritakan bahwa demonstran menolak ditemui perwakilan pemerintah.
“Awalnya kita siapkan satu tim untuk bertemu dengan mereka, Menko Polhukam, saya dan beberapa orang menteri, ada juga DPR dan DPD, jadi lengkap lah pemerintah,” kata Wiranto.

Wiranto lalu menjelaskan, demonstran ngotot ingin bertemu Presiden Jokowi. Namun, Presiden Jokowi sedang tidak berada di Istana.

“Makanya kita usulkan, apakah mereka ingin bertemu Wapres dan mereka mau, dan Wapres menyatakan siap,” jelas Wiranto.

Wapres akan menemui para demonstran di kantornya. Tapi tentu saja tergantung para demonstran apakah bersedia ditemui Wapres atau tidak.

17:05 WIB
Massa Pendemo Dorong-dorongan dengan Brimob di Istana;
Massa aksi demo 4 November yang berada dari arah Harmoni menuju Jalan Merdeka Barat, mulai merangsek ke depan Istana Negara. Massa menjebol pagar berduri yang berada di Jalan Majapahit mengarah ke Jalan Medan Merdeka.

Pantauan di lokasi, pukul 16.40 WIB, Jumat (04/11/2016-Red), para peserta demo menjebol barrier atau kawat berduri di Jalam Majapahit yang mengarah ke perempatan Medan Merdeka Barat.
Sesampainya di perempatan Medan Merdeka Barat, massa berhadapan dengan pasukan Brimob yang sudah bersiap-siap dengan tamengnya. Di sana massa tetap mencoba masuk ke arah Merdeka Barat untuk bisa membaur dengan para peserta demo yang dari arah Medan Merdeka Barat.

Namun petugas Brimob tetap standby dan tak pengaruh meski didorong. Sejumlah kendaraan taktis seperti kendaraan public adress dan water cannon juga diarahkan ke Jl Majapahit.

Tidak hanya itu, pasukan Kodam Jaya juga maju ke arah sana sebagai pelapis dari pasukan Brimob. Meski ada dorong-dorongan, situasi di lokasi masih bisa dikendalikan oleh petugas.

16:59 WIB
Diamankan Paspampres Seseorang yang Diduga Provokator;
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengamankan seseorang yang diduga sebagai provokator. Seseorang itu diamankan dari massa yang berkumpul di sekitar belakang kompleks Istana Kepresidenan.

Tiba-tiba seorang pria dikepung oleh beberapa orang. Pria yang terlihat mengenakan kemeja kotak-kotak warna cokelat dan beralas kaki sendal itu juga terlihat terkena pukulan.

Pria tersebut kemudian ditarik polisi dari kerumunan massa tersebut. Karena berdekatan dengan pintu masuk Istana Kepresidenan/Gedung Sekretariat Negara (Setneg), Paspampres langsung turun tangan dan mengamankan pria itu.
Pria itu dibawa ke pos pintu masuk Gedung Setneg yang berada di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Saat ditanya, pria itu mengaku tidak melakukan apa-apa, namun jadi sasaran amukan massa.

“Saya cuma duduk di trotoar, terus tangan saya ‘diginiin’ (digerakkan oleh orang lain-red) melempar sesuatu,” kata kepada petugas.

Saat ditanya apa tujuannya berada di lokasi itu, dia mengaku hanya melihat-lihat. “Saya mau pulang. Dulu kakek saya (kerja-red) di Setneg,” ujarnya.

Tak lama kemudian, pria tersebut dibawa masuk ke dalam pos untuk ditanya lebih lanjut. Diketahui, petugas mengamankan sebuah benda yang dibungkus dengan amplop yang disinyalir sebagai jimat.

16:51 WIB
Orasi Fahri Hamzah dan Fadli Zon untuk Jokowi;
Dua pimpinan DPR yaitu Fadli Zon dan Fahri Hamzah ikut berbaur di tengah-tengah peserta demo 4 November 2016 di depan Istana Kepresidenan. Keduanya bersuara keras saat berorasi yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.

Menurut Fahri, Jokowi tidak memberikan rasa nyaman bagi penegakan hukum. Dia pun mengingatkan bahwa semua warga sama kedudukannya di mata hukum.

“Kenapa kalau tiba di saudara Ahok hukum menjadi tumpul, jelas dia membuang aset Sumber Waras. Namun ketika tiba pada Dahlan Iskan, Irman Gusman mereka langsung ditangkap,” kata Fahri dari mobil komando di depan Istana Kepresidenan.
Sementara itu, Fadli Zon mengingatkan bahwa aksi ini sudah diikuti banyak orang. Dia pun meminta Jokowi mendengar.

“Apakah saudara presiden masih belum mendengar umat Islam, saudara presiden yang terhormat dengarkanlah suara rakyat suara umat Islam yaitu sangat sederhana adalah tegakkan hukum yang seadil-adilnya tidak ada boleh yang dilindungi di negara kita,” ucap Fadli.

“Jadi saudara presiden yang terhormat datanglah dan terima delegasi ini,” ucap Fadli.

16:34 WIB
Habib Rizieq Tenangkan Massa HMI;
Sempat terjadi kegaduhan di depan Istana Negara. Imam besar FPI Habib Rizieq pun menenangkan massa berbendera HMI yang terlibat kegaduhan dengan aparat.

Dari arah massa berbendera HMI terdengar ribut-ribut. Memang sejak tadi kerap terjadi lempar-lemparan botol air mineral bahkan bilah bambu. Kemudian Habib Rizieq menenangkan massa HMI yang suaranya terus bergemuruh itu.
“Adik-adik HMI harap tenang ya. Kita ingin revolusi damai, Allahuakbar!,” kata Habib Rizieq dengan pengeras suara di mobil komandonya.
Massa berbedera HMI terkonsentrasi di sayap kanan Jalan Medan Merdeka Barat dari arah Istana. Sementara Massa FPI dan Pembela Fatwa MUI umumnya di sebelah kiri.

16:19 WIB
Perwakilan Pendemo Tinggalkan Istana Tak Ditemui Presiden;
Perwakilan demonstran yang masuk ke Istana Merdeka ditemui oleh Menko Polhukam Wiranto. Namun mereka menolak jika hanya ditemui Wiranto karena hanya ingin ditemui oleh Presiden Jokowi.

Perwakilan demonstran yang diterima masuk ke Istana dipimpin Bachtiar Nasir. Mereka disambut oleh Wiranto yang didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menag Lukman Hakim, Seskab Pramono Anung dan beberapa anggota Komisi III DPR.

“Kami hanya ingin ditemui Presiden,” kata Bachtiar.

Wiranto lalu menjelaskan, bahwa dirinya telah ditunjuk sebagai perwakilan pemerintah untuk menerima para demonstran. Presiden Joko Widodo sedang tidak berada di Istana.

“Iya, saya mewakili pemerintah. Kami wakil pemerintah,” jelas Wiranto.

16:03 WIB
Bendera Merah Putih Raksasa di Kawasan Patung Kuda;
Sebuah bendera merah putih raksasa nampak terbentang di arena demo 4 November di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Bendera raksasa itu dibentangkan oleh peserta demo dan dibawa ke arah Istana Negara.
Bendera itu dibentangkan sebagai simbol keadilan. Sambil membentangkan bendera raksasa, massa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun berkumandang di tengah demo 4 November.
“Indonesia Raya merdeka-merdeka tanah ku negeri ku yang kucinta. Indonesia Raya merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia Raya. Tangkap Ahok. Jaga keutuhan bangsa kita,” teriak demonstran saat melintas di area patung kuda.
(RZ/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *