Mayoritas Perusahaan Di Labuhanbatu Ternyata Karyawannya Belum Diikutsertakan BPJS

foto-labuahanbatu-induk

“Setelah Dilihat Ke Lapangan, Ada Perusahan Kelapa Sawit Yang Membuang Limbah Ke Saluran Air, Bukan Ke Penampungan,” Kata Politisi Gerindra Ariwibowo

RANTAUPRAPAT-LH: Berbagai Perusahaan yang ada di Labuhanbatu(Induk) ternyata masih banyak bahkan mayoritas belum mengikutsertakan para karyawannya dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal ini terungkap dari statetment yang disampaikan oleh Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra Ariwibowo dalam kunjungan kerjanya ke Rantauprapat-Labuhanbatu bersama Komisi E DPRD-Sumut beberapa waktu yang lalu (29/09/2016-Red).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi E DPRD Sumut melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan di kantor bupati Labuhanbatu di Rantauprapat. Dalam pertemuan itu, diketahui bahwa banyak perushaan yang tidak mendaptarkan tenaga kerjanya sebagai peserta dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Jika mengacu pada terori “gunung es”, kemungkinan tenaga kerja di Labuhanbatu yang belum didaftarkan sebagai peserta BPJS lebih banyak daripada yang sudah didaftarkan.

Ariwibowo mengaku sangat kecewa, sekaligus merasa prihatin karena tenaga kerja di Labuhanbatu kurang mendapatkan perlindungan. Padahal, jika dilihat dari jenis usaha yang dijalankan, banyak tenaga kerja di Labuhanbatu tersebut yang memiliki kerentanan dalam bekerja sehingga memerlukan perlindungan.

“Sungguh sangat mengecewakan. Data yang kami temukan tidak sesuai dengan harapan,” pungkasnya tanpa menyebutkan nama perusahaan dimaksud.

Oleh karena itu, lanjut Ariwibowo, Komisi E DPRD Sumut akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan-perusahaan di Labuhanbatu guna memastikan kepesertaan tenaga kerjanya dalam BPJS.

Pihaknya juga akan menembuskan surat pemanggilan tersebut ke Pemprov Sumut sebagai bentuk pengawasan terhadap kinejra Dinas Tenaga Kerja. “Perusahaan wajib melindungi pekerjanya. Saya yakin, pasti masih banyak lagi perusahaan lain yang belum memasukan pekerjanya dalam jaminan BPJS,” tambahnya.

Selain kepesertaan BPJS, pihaknya juga akan mengkritisi pencemaran lingkungan di Labuhanbatu karena adanya perusahaan kelapa sawit yang sembarangan dalam membuang limbah. “Setelah dilihat ke lapangan, ada perusahan kelapa sawit yang membuang limbah ke saluran air, bukan ke penampungan,” kata politisi Gerindra Ariwibowo.

Labuhanbatu merupakan salah satu daerah terkaya di Propinsi Sumut. Namun sayangnya banyak sekali pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para oknum pengusaha yang sudah pasti juga melibatkan oknum para penegak hukum dan instansi terkait. Untuk itu, masyarakat sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Propinsi maupun pemerintah pusat. Demikian kesimpulan pendapat para tokoh masyarakat yang sempat diwawancarai wartawan Liputan Hukum di daerah yang terkenal dengan penghasil Kelapa Sawit tersebut. (Ruslan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *