KRONOLOGIS PERAMPOKAN DISERTAI PENYANDERAAN DI PERUMAHAN ELITE PONDOK INDAH

PERAMPOKAN DAN PEYEKAPAN  3 SEPT OL

JAKARTA-LH: Irjen Pol Moechgiyarto (Kapolda Metro Jaya-Red) mengatakan, dugaan sementara perampokan disertai penyanderaan yang dilakukan AJ dan S berawal saat membututi pembantu Asep (Korban-Red) sekitar pukul 06.00 WIB yang tengah keluar rumah. Pembantu tersebut ditodong dengan senpi Walther kaliber 32 dan diminta menunjukkan ruang tidur majikannya. Asep yang curiga dengan gedoran pintu pembantunya, memilih tetap mengunci pintu. Dia curiga karena pembantunya menangis saat menggedor kamar.

“Setelahnya pelaku merusak jendela, pemilik rumah pun sempat memukul pelaku dengan tangga. Lalu sempat terjadi permintaan dompet, dan lain-lain. Dugaan sementara tindakan pencurian dengan kekerasan, dan penggunaan senpi tanpa izin,” sambung Moechgiyarto.

Namun pelaku panik karena polisi melakukan pengepungan setelah mendapat informasi awal mengenai dugaan perampokan. Pelaku lantas berupaya membuat kesepakatan dengan pemilik rumah

“Jam 09.00 WIB kurang lebih sudah dikepung, sudah disampaikan peringatan. Tersangka sempat menangis di hadapan pemilik rumah, mereka buat skenario (yang seolah-olah menyatakan-Red) mereka berkeluarga, hubungan persaudaraan. Ada pernyataan ditandantangani karena mungkin panik karena kita mengepung,” imbuhnya.

Setelah berjam-jam dikepung dan diberikan peringatan agar pelaku menyerahkan diri, polisi memutuskan melakukan penyergapan pada sekitar pukul 14.00 WIB.

Polisi naik ke rumah korban pencurian dari berbagai sisi hingga akhirnya membekuk pelaku dan membebaskan keluarga pemilik rumah pada sekitar pukul 14.15 WIB.

Ditegaskan Moechgiyarto tidak ada tembak-menembak saat penyergapan. Dia juga membantah adanya suara letusan senjata api pada saat pagi hari sebagaimana keterangan saksi mata.
“Tidak ada (tembakan dan kekerasan ke korban). Mungkin saksi mendengar pintu atau jendela didobrak seperti bunyi tembakan,” kata Moechgiyarto meluruskan informasi yang beredar bahwa ada penembakan dalam aksi tersebut.

Moechgiyarto menjelaskan berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku berinisial AJ dan S. Keduanya berasal dari Solo. Saat rumah dikepung, mereka menangis dan bernegosiasi dengan korban. Masih didalami keterkaitan pelaku dengan korban.

Polisi masih mendalami peristiwa ini. Terutama soal motif sesungguhnya pelaku beraksi sehingga membuat kehebohan luar biasa di kawasan perumahan mewah di Jaksel tersebut.

Korban diketahui bernama Asep Suleman. Dia pensiunan Exxonmobil dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President Exxonmobil di Indonesia. (Rz/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *