KETUA APGEMA KEPRI A.ROSANO ANCAM AKAN LAPORKAN KEPALA BPMPTSP BATAM BILA DALAM SEMINGGU INI TIDAK MENCABUT IZIN GELPER YANG DI GUDANG DAN RUKO

GELPER 27 AGST 2016 OL

” Ada Indikasi Kuat Telah Terjadi Gratifikasi Yang Dilakukan Oleh Gustian Riau, Karena Banyaknya Penerbitan Izin Gelper di Lokasi Gudang dan Ruko yang Dikeluarkan SKPD yang Dipimpinnya ” Ujar Ketua APGEMA KEPRI A. Rosano

JAKARTA-LH: Ketua APGEMA (Asosiasi Pengusaha Game Elektronik Anak-anak dan Keluarga) Kepri Ahmad Rossano kembali membuat statement yang mengejutkan. Ketua APGEMA itu akan melaporkan Gustian Riau Kepala BPMPTSP Pemerintah Kota (Pemko) Batam ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, terkait indikasi adanya gratifikasi dari pengusaha Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) kepada BPM-PTSP. Hal ini disampaikan Ahmad Rosano pada Jumat (26/08/2016-Red) melalui phonselnya.

Rosano menambahkan indikasi kuat adanya gratifikasi kepada Gustian Riau, karena banyaknya penerbitan izin Gelper di lokasi gudang dan Ruko yang dikeluarkan SKPD yang dipimpinnya.

“ Kita menduga izin Gelper di BPMPTSP Batam telah diperjualbelikan, dengan nilai fantastis hingga ratusan juta rupiah per izin, mengapa demikian karena Gelper di gudang dan Ruko tidak sesuai ketentuan dan kesepakatan dalam rapat Komisi I DPRD Batam 2015 lalu, saya juga pernah mendengar langsung aduan dari salah seorang pengusaha terkait harga izin yang dikeluarkan BPM-PTSP, ada oknum BPM yang telah menerima ratusan juta itu” ujar Rosano.

” Gelper di Gudang dan Ruko itu melanggar aturan lokasi, sempadan dan domisili usaha. Di hearing Komisi 1 DPRD Batam, lokasi Gelper minimal berjarak 200 meter dari tempat perumahan, ibadah, SPBU, perkantoran atau fasilitas umum yang membahayakan atau berdampak sosial negatif kepada masyarakat,” tambahnya Ketua APGEMA Kepri itu.

Dalam kasus ini Rosano dengan tegas mengaku akan segera melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Batam, jika izin Gelper yang berada di komplek pergudangan dan Ruko tidak segera dicabut.

” Kami beri waktu 1 Minggu agar Kepala BPM-PTSP Batam Gustian Riau segera mencabut izin- izin Gelper itu,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi terkait masalah ini, telepon seluler Gustian Riau maupun Rudi Oktaviano staff BPMPTSP yang mengurus masalah Gelper tidak ada yang aktif.

Sebagaimana dalam pemberitaan liputanhukum.com sebelumnya bahwa persoalan Gelper sebaiknya ditutup untuk selama-lamanya ketika memang pada gelanggang permainan itu merupakan kedok untuk bermain judi. Tindakan yang dilakukan dan diambil kepolisian dalam hal ini Polda Kepri sudah tepat yaitu menutup semua Gelper karena dijadikan ajang bermain judi. (Rz/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *