TRAGEDI POMPONG TANJUNGPINANG-PULAU PENYENGAT 15 TEWAS, 2 SELAMAT, 2 WARGA BANGKA BELITUNG

BATAM TENGGELAMNYA KAPAL OL 22 AGST 2016

“Tadi pagi kita kembali menemukan empat korban. Kemudian pada pukul 12.45 WIB siang tadi TIM SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah laki-laki. Berarti semua korban secara keseluruhan sudah ditemukan, “kata Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma Irawan. S melalui Kepala Dispen Lantamal IV Tanjungpinang, Josdy Damopolly, kepada wartawan di Tanjungpinang, Senin (22/08/2016-Red).

TANJUNGPINANG-LH : Sebanyak 15 orang korban tewas dan 2 orang berhasil selamat serta 2 diantara korban yang tewas merupakan wisatawan lokal asal Provinsi Bangka Belitung, satu diantaranya pegawai BTN Pangkal Pinang, Trisna Anggun Damayanti. Mereka mengalami insiden tenggelamnya kapal pompong (KM) di perairan Pulau Penyengat, depan kota Tanjungpinang, Minggu (21/08/2016-Red) sekitar pukul 09.10 WIB.

10 korban tewas dan 2 selamat ditemukan pada hari Minggu (21/08/2016). Sedangkan 5 korban lainnya ditemukan tim gabungan yang melakukan pencarian terhadap kapal pompong kayu bermuatan 17 orang termasuk tekong yang merupakan sarana angkutan warga dan wisatawan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat dan sebaliknya.

Pulau Penyengat dikenal sebagai tempat wisata religi, Peninggalan Kesultanan Riau Lingga, yang wilayah kekuasaan ketika itu mencakup Johor, Singapura dan Riau. Kini ke 15 korban yang tewas sudah dikebumikan pihak keluarga. Sedangkan dua korban yang selamat tekong Said Ismarullah dan Resti Rinda Sari warga Sagulung, Batam menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kota Tanjungpinang.

“Tadi pagi kita kembali menemukan empat korban. Kemudian pada pukul 12.45 WIB siang tadi TIM SAR kembalikan menemukan satu jenazah laki-laki. Berarti semua korban secara keseluruhan sudah ditemukan, “kata Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma Irawan. S melalui Kepala Dispen Lantamal IV Tanjungpinang, Josdy Damopolly, kepada wartawan di Tanjungpinang, Senin (22/08/2016-Red).

Josdy menjelaskan, total korban yang ditemukan sejak kecelakaan laut itu berjumlah 17 orang, dengan riancian 2 orang selamat. Dan 15 orang lainnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, terdiri dari 9 laki-laki dan 6 perempuan.

Informasi yang dihimpun LIPUTAN HUKUM, insiden ini terjadi di hari libur Minggu (21/08/2016-Red), ketika itu 16 penumpang yang merupakan warga Tanjungpinang, Bintan dan luar daerah Provinsi Kepulauan Riau menumpang kapal kayu yang dikemudikan Said Isrullah dari pelabuhan penyeberangan di Kota Tanjungpinang menuju Pulau Penyegat dengan jarak tempo sekitar 15-20 menit.

Saat itu kondisi cuaca kurang bersahabat dengan disertai hujan dan angin. Namun kecemasan penumpang diyakini oleh agen penjual tiket yang berada di dermaga pelabuhan bahwa kondisi tidak apa-apa dengan diyakini oleh sang tekong. Namun dalam perjalanan sekitar 10 menit dari pelabuhan tiba-tiba pompong yang berlayar di tengah laut itu dalam kondisi dihantam gelombang besar. Sehingga masuk ke dalam kapal akhirnya kapal tenggelam. Sempat terjagi histeris penumpang kapal termasuk satu diantaranya anak-anak. Ternyata dua orang berhasil menyelamatkan diri setelah berenang dan dibantu kapal fery Oceana (Baruna) yang melintas. Sedangkan naas 15 korban lainnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Peristiwa ini menarik simpati dan rasa duka ratusan keluarga, masyarakat dan petugas yang tergabung dalam TIM Gabungan SAR untuk melakukan pencarian korban tenggelam, bahkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Danlantamal IV Kota Tanjungpinang Laksma Irawan. S, Wakapolda Kepri Kombes Yan Halimansyah dan pejabat Pemko Tanjungpinang.

Berikut data korban pompong tenggelam di perairan Pulau Penyengat – Tanjungpinang,
Minggu (21/08/2016-Red) :

1. Trisna Anggun Damayanti, 24 tahun, Pegawai BTN Pangkalpinang, Bangka Belitung.
2. Rahmiyana (Pr), 27 tahun, warga Bangka Belitung.
3. Maratusani Syah Romadhon (Pr), 26 tahun, warga Cibodas, Tangerang.
4. Wawan Agustiawan (Lk), 26 tahun, warga Penyengat, Kota Tanjungpinang.
5. Wiwit sugiyarti (Pr), 27 tahun, warga Tanjungpinang.
6. Fitara Ningrum (Pr), 7 tahun, warga Tanjungpinang
7. Umi (Pr), usia belum diketahui, warga Tanjungpinang
8. Esti susilowati (Pr), 23 tahun, warga Seilekop, Bintan Timur, Kabupaten Bintan.
9. Urdaningsih alias Neneng (Pr), 50 tahun, warga Tanjungpinang
10. Idrus Ahmad (Lk), 62 tahun, warga Penyengat, Kota Tanjungpinang.
11. Saniati (Pr), 55 tahun, warga Kijang, Kabupaten Bintan
12. Rahman (Lk), 60 tahun, warga Busung, Kabupaten Bintan.
13. Muslichudin, 29 tahun, warga Jalan Pramuka Tanjungpinang.
14. Subagio, 50 tahun, warga Km 18 Kijang, Kabupaten Bintan.
15. Gopang, 40 tahun, warga Km 18 Kijang, Kabupaten Bintan.

Sedangkan dua korban selamat adalah sebagai berikut:

1. Said Ismarullah (Lk), warga Penyengat, Tanjungpinang (nakhoda pompong) dan
2. Resti Rinda Sari (Pr), 25 tahun, warga Sagulung, Kota Batam.
(Rara/Anto/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *