IBU FATIMAH LAWIN MEMINTA AGAR LAPORANNYA TERKAIT PENIPUAN DAN PENGGELAPAN YANG DILAKUKAN KELVAN FIRMAN DIGELAR KEMBALI

FOTO DANIEL OL OK

Daniel Mengaku Disuruh Membuat Laporan “Palsu” Oleh Keldy Atas Perintah Kelvan

“ Ini Betul-Betul Luar Biasa. Mereka Bisa Lolos Dari Jeratan Hukum Atas Tindakan Kriminal Yang Dengan Sengaja Mereka Lakukan. Lagi-Lagi Mereka Bisa Terhindar Dari Sebagai Tersangka Atas Jeratan Hukum Tindakan Kriminal Yang Sengaja Mereka Lakukan. Ada Apa ?” Ungkap Fatimah Lawin

JAKARTA-LH: Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/186/II/2014/Bareskrim Tertanggal 19 Pebruari 2014 dengan Pelapor Fatimah Lawin dan Terlapor Kelvan Firman dalam Perkara Penipuan dan atau Penggelapan (Pasal 378 dan atau 372 KUHP-Red) berakhir dengan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) Nomor: S. Tap/175/I/2016/Ditreskrimum Tertanggal 29 Januari 2016 yang ditandatangani oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

Di dalam Pertimbangan SP3 tersebut diuraikan bahwa “ berdasarkan hasil penyidikan terhadap tersangka, saksi, ahli dan barang bukti ternyata peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana yang dipersangkakan kepada tersangka tidak cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana atau penyidikan dihentikan demi hukum sehingga perlu mengeluarkan Surat Ketetapan ini.”

Oleh karena itu “ MEMUTUSKAN menghentikan penyidikan perkara tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam akta autentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 KUHP yang diduga terjadi atau diketahui terjadi pada tanggal 17 Februari 2014 dan tanggal 18 Februari 2014 di BCA KCU Cabang Gunung Sahari, Jakarta Pusat atas nama pelapor. “

Setelah terbitnya SP3 itu pelapor dalam hal ini Fatimah Lawin tidak tinggal diam dan terus memperjuangkan hak-haknya termasuk membuat laporan baru ke Polda Metro Jaya dengan LP Nomor: 1114/III/2016/PMJ/Ditreskrimum terkait membuat pengaduan palsu (Pasal 220 KUHP-red) Tertanggal 08 Maret 2016.

Laporan ini dibuat oleh Fatimah setelah Daniel mengaku bahwa dirinya telah diperintahkan oleh Keldy untuk membuat laporan bahwa giro hilang. Padahal, Giro tersebut ada ditangan Fatimah Lawin. Hal ini diketahui Daniel setelah ketemu langsung dengan Fatimah.
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Daniel yang bersangkutan membenarkan serta menguraikan kejadian yang sesungguhnya. “Posisi disini saya tidak mengetahui sebenarnya bahwa Giro tersebut tidak hilang. Setelah dilaporkan kehilangan Giro tersebut atas perintah dari Pak Keldi yang notabene pada Rapsor itu ada Kelvan dan Pak Erik. Satu bulan kemudian timbul suatu polemik dan gejolak bahwa dari situ ada ketidakbenaran dari Pak Kelvan dan Giro tersebut.

Setelah saya mencari-cari informasi ternyata Giro tersebut tidak hilang tetapi ada di Bu Fatimah Lawin. Saya tidak mengetahui bagaimana bisa sampai ke tangan Bu Fatimah Lawin sedangkan Giro tersebut yang mengeluarkan dari bagian keuangan yaitu Bu Dewi.” Demikian diuraikan secara kronologis oleh Daniel kepada reporter Liputan Hukum (Rabu, 22/06/2016-red).

Ditempat terpisah korban Fatimah Lawin menjelaskan bahwa sebenarnya beliau berteman lama dengan orang tua Kelvan dan Keldy karena satu gereja. “ Mereka sering minta tolong kepada saya termasuk ketika kesulitan masalah uang. Ketika mereka kepepet mereka selalu minta tolong termasuk masalah pinjaman yang Rp 5 Milyar ini. Kelvan pada waktu itu bilang hanya 3 bulan. Saya memang sudah mulai curiga kok BG nya dibuat satu tahun. Artinya sekarang baru saya sadari bahwa dari awal pun sudah ada niat tidak baik.” Demikian dipaparkan Fatimah Lawin lewat Phonselnya ( Jumat, 24/06/2016-Red).

Ketika ditanya lebih jauh bagaimana awalnya korban mengetahui bahwa dirinya tertipu ? Fatimah menjelaskan bahwa pada saat hendak mencairkan Bilyet Giro (BG) pada hari pertama maka jawaban Bank (dalam hal ini Bank BCA KCU Gunsa 45 Jakarta Pusat-Red) “ SALDO TIDAK CUKUP”. Kemudian pada hari kedua lanjut Fatimah tiba-tiba timbul laporan Daniel bahwa BG hilang.

Korban Fatimah meminta agar perkara yang menimpa dirinya kembali diusut dengan adanya temuan baru berupa pengakuan Daniel yang disuruh membuat laporan palsu oleh Keldy atas perintah Kelvan.

“ Ini betul-betul luar biasa. Mereka bisa lolos dari jeratan hukum atas tindakan kriminal yang dengan sengaja mereka lakukan. Lagi-lagi mereka bisa terhindar dari sebagai tersangka atas jeratan hukum tindakan kriminal yang sengaja mereka lakukan. Ada apa ?”

Ada tiga lembar BG yang menjadi obyek kasus ini yaitu BG Nomor: CB 632755, CB 632756, dan CB 632757 dengan total general Rp 5 Milyar. Semuanya dikeluarkan oleh BCA KCU GUNSA 45 Jakarta Pusat. (RZ/BJW/Red)

3 thoughts on “IBU FATIMAH LAWIN MEMINTA AGAR LAPORANNYA TERKAIT PENIPUAN DAN PENGGELAPAN YANG DILAKUKAN KELVAN FIRMAN DIGELAR KEMBALI

  1. Salam reformasi…
    Benar dugaan saya bahwa permasalahan gaji yang belu dibayar dan pesangon ini akibat dari perbuatan yang sudah sengaja dilakukan oleh Pemilik perusahaan dan kroni nya, saya akan jadi kan berita ini sebagai bukti bahwa ternyata masih ada oknum Pejabat Negara yang bisa dibeli ..
    Terima kasih Liputan Hukum, saya akan berkordinasi dengan seluruh elemen aliansi anti Korupsi guna membuka dan membongkar oknum oknum tersebut, kepada korban kami berharap untuk dapat secara jelas mengungkap masalah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *