LSM RAKARA SEGERA AKAN LAPORKAN DBMTR BIDANG PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN PROPINSI BANTEN

foto rakara banten

JAKARTA–LH: Ketum LSM Rakyat Angkat Bicara (RAKARA) Hesron Sihombing akan Segera Melaporkan Satuan Kerja DBMTR Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Propinsi Banten di Serang terkait Pelaksanaan Pekerjaan Tahun Anggaran 2014 diantaranya:

1. Paket Pembangunan Jalan Citeras-Tigaraksa dengan Pelaksana PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. Nilai kontrak Rp 147.923.077.000,00;
2. Paket Pembangunan Jalan Banjarsari-Simpang Malingping dengan Pelaksana PT. NINDYA KARYA (Persero). Nilai kontrak Rp. 159.877.291.000,00;
3. Paket Pembangunan Jalan Saketi–Banjarsari dengan Pelaksana PT.PP (Persero) Tbk. Nilai kontrak Rp 155.852.602.000,00.

Secara tekhnis, Hesron menjelaskan tentang dugaan adanya kesalahan yang dilakukan di lapangan. ” Pada pekerjaan PT Jaya Konstruksi Paket Pembangunan Jalan Citeras-Tigaraksa sebagian besar dari pekerjaan pemasangan tulangan tiebars di bor dengan kedalaman berkisar 10 cm sehingga fungsi tiebars untuk perkerasan jalan tidak maksimal yaitu mengunci pergerakan Plat beton, sehingga plat beton tidak bergerak horizontal. Begitu juga dengan fungsi Dowel yaitu untuk menyalurkan beban sehingga Pelat Beton yang berdampingan tidak mengalami penurunan yang berbeda. Selain itu panjang Dowel sesuai pelaksanaan pekerjaan dengan panjang 45 cm diduga tidak mampu menyalurkan beban sehingga mutu dan kwalitas pekerjaan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Kesalahan lainnya adalah hasil galian Perkerasan lama masih di biarkan berserakan disekitar sisi pekerjaan.” Ungkap Hesron Sihombing menguraikan.

Selain itu Ketum Rakara itu juga menjelaskan tentang dugaan kesalahan yang dilakukan pada Pekerjaan Paket Pembangunan Jalan Banjarsari-Simpang Malingping. Pelaksana proyek ini adalah  PT. NINDYA KARYA (Persero). ” Khusus pekerjaan tulangan dowel mempergunakan panjang dowel 40 cm. Pelaksanaan Perawatan dan Pemasangan selimut beton kurang diperhatikan. Sesuai hasil investigasi kami dilapangan, setelah Pengecoran Plat beton selesai dikerjakan berkisar kurang lebih 1×24 Jam Pemasangan selimut beton sudah tidak dilakukan lagi.” Ungkap Esron.

Kesalahan lain yang terjadi menurut Hesron adalah Pemadatan adukan beton yang telah di cor kedalam bekesting tidak dilakukan dengan maksimal dengan alat penggetar (Vibrator) dan setelah pengecoran tidak memberikan curing compound.

Leih jauh Hesron menjelaskan bahwa “Sesuai hasil investigasi kami selanjutnya dibeberapa titik Paket Pekerjaan Pembangunan Jalan Banjarsari-Simpang Malingping. Pelaksananya PT. NINDYA KARYA (Persero) dan Paket Pembangunan Jalan Saketi–Banjarsari, Pelaksananya PT. PP ( Persero ) Tbk. Bahwa kondisi dari hasil pekerjaan Perkerasan jalan semen beton telah mengalami retak melintang, retak memanjang, retak sudut, retak tepi sambungan dan retak tidak beraturan. Dan diduga kuat terjadinya kerusakan tersebut, akibat dari kurangnya mutu pembesian, pemadatan pondasi , kurang perawatan, keterlambatan pemotongan dan kelalaian, sehingga mutu dan kwalitas perencanaan jalan Beton tidak sesuai umur yang direncanakan.” Demikian dijelaskan Hesron secara panjang lebar di Kantor LH sambil menutup pembicaraan.(Rz/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *