144 views

IMB PALSU BEREDAR DI BEKASI, DINAS TERKAIT DIMINTA SEGERA TINDAK TEGAS

“Sampai Saat ini Cluster Tersebut Belum Ada Berkasnya di Kecamatan,…”

BEKASI-LH: Pembangunan Cluster di Perumnas Tiga Rt.004/02 Kelurahan Aren Jaya Kecamatan Bekasi Timur, Jawa Barat yang sudah membangun satu percontohan rumah cluster terus menuai pertanyaan dari berbagai pihak.

Pasalnya plang IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang di pasang di lokasi cluster juga di duga palsu alias bodong. Plang tersebut tertulis atas nama pemohon Jecki. Peruntukannya untuk rumah tinggal, dan luas bangunan 40mtr. Plang itu berlogo BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu) tanpa nomer register.

Terkait hal ini, Camat Bekasi Timur, Drs.Nadih Arifin M.Si mengatakan “Sampai saat ini cluster tersebut belum ada berkasnya di Kecamatan, kemungkinan ada orang mereka yang mengurus langsung di Distako, tetapi karena luas tanah yang akan di bangun kurang dari 2000 meter, tetap finalnya ada di Kecamatan, ” katanya Nadih kepada LH usai rapat di kantornya, Selasa (15/02/2016-Red).

Saat dikonfirmasi mengenai plang IMB yang di duga bodong alias aspal, Camat tidak mengetahui hal ini, dan mengatakan “silahkan kawan-kawan cek aja ke BPPT, sudah terdaftar apa belum” pungkasnya, sambil tersenyum.

Hasil investigasi Wartawan LH di lapangan, pemalsuan plat IMB ini adalah ulah salah satu pegawai Kelurahan yang biasa bermain di perizinan, berinisial Y yang memang Y mengetahui adanya pembangunan cluster tersebut.

Asep yang telah mengurus dokumen cluster tanpa nama yang berada di Rt 004/02 kelurahan Aren Jaya menjelaskan, “memang saya yang mengurus dokumennya, kalau pembangunan yang sudah ada saya sudah katakan kepada pemohon sama Y jangan dibangun dulu kenapa di bangun, plang IMB bukan saya yang taruh kasi terantib yang pasang plang itu, “katanya Asep di Dinas Tata Kota sore tadi (17/02/2016-Red).

Kepada Kepala Dinas dan instansi terkait diminta agar menindak tegas oknum nakal yang sudah memberanikan pemalsuan pernyataan kepada masyarakat yang di mana plang IMB tersebut aspal alias palsu.(Fahdi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *