Harga Minyak Dunia Guncang, Iran Genjot Produksi

FOTO INT IRAN

LIPUTAN HUKUM: Menteri Perminyakan Iran Rokhoddin Javadi dalam keterangannya melalui laman Kementerian, Senin, 18 Januari 2016, mengatakan Iran bakal merebut kembali pasar yang hilang setelah mendapatkan sanksi dunia sejak 2012.
Iran merencanakan meningkatkan produksi minyak hingga 500 ribu barel per hari setelah negeri itu bebas dari sanksi ekonomi yang diterapkan negara-negara superkuat menyusul kesediaan Negeri Mullah membatasi program nuklir. Menurut sejumlah pengamat, keputusan Iran tersebut bakal menggoyang harga minyak dunia.

Sebelum kena sanksi dunia terkait dengan tudingan program nuklir, ekspor minyak Iran sebesar 2,3 juta barel per hari. Namun pengiriman minyak langsung anjlok hingga 1 juta barel per hari sejak Iran dikenai sanksi pada 2012. Harga minyak baru-baru ini turun sekitar US$ 28 atau Rp 389 ribu per barel. Kondisi ini terburuk sejak 13 tahun terakhir.

Menurut pengamat perminyakan, Richard Mallinson, kepada Al Jazeera, belum begitu jelas kapan Iran menggenjot produksi minyaknya.

Badan Nuklir PBB (IAEA) pada Sabtu, 16 Januari 2016, menyatakan Iran telah memenuhi seluruh komitmen yang disepakati dengan enam negara superkuat terkait dengan program nuklir. “Komitmen Iran ini mendorong pencabutan sanksi ekonomi,” ujar IAEA.

Kepala IAEA Yukiya Amano tiba di Iran pada Senin, 18 Januari 2016, untuk berbicara dengan Presiden Hassan Rouhani. Amano juga akan bertemu dengan Kepala Organisasi Atom Iran. Agenda utama IAEA adalah memverifikasi program atom Iran. (Gerlof H/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *