Fungsi APKASINDO Dipertanyakan Harga Sawit Terus Anjlok

PULPIS SAWIT

PULANG PISAU:Sebagian besar petani Desa Tahai Jaya, Kabupaten Pulang Pisau resah, karena harga jual buah sawit saat ini sangat murah.
Sehingga warga Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau dilanda kegundahan. Gara-garanya harga jual hasil pertanian berupa buah sawit yang ditanam secara mandiri anjlok. Saking murahnya, para petani enggan memanennya.

Praktis, buah sawit yang sudah matang dibiarkan membusuk di pohon. Celakanya, kondisi ini sudah berlangsu¬ng setengah tahun dan hingg kini tak kunjung membaik.
Harganya terus anjlok, masih Rp 400 per kilo. Karena murah, sebagian petani ogah memanen dan memilih untuk menanam padi, tutur Sukoco, seorang pengepul buah sawit dari petani.

Dia menjelaskan sebelum harganya anjlok, kala itu harga buah sawit bisa mencapai Rp1.150 per kilo. Harga ini dianggap layak dan masih menguntungkan bagi petani.
Kalau dulu petani antusias sekali untuk memanennya, tapi sekarang mereka agak malas, karena harganya murah, tuturnya lagi.

Biasanya sawit yang dia beli ini dijual lagi ke pengepul lalu dijual ke Kapuas, Pelaihari, dan Sampit.
Tidak mesti dijual ke mana, tergantung siapa yang berani beli agak mahal, katanya.
Sukoco pun menyangkan kenapa harga sawit dari petani tidak kunjung membaik, padahal di Pulang Pisau sudah dibentuk Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKA-SINDO).

Seharusnya organisasi itu bisa mengakomodasi keluhan masyarakat yang menggan-tungkan hidupnya dari menjual buah sawit.
Dia berharap APKASINDO bisa memperjuangkan aspirasi kepada pemerintah, sehingga anjloknya harga buah tandan segar sawit bisa normal lagi.(BN/RI/B-6/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *